No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Suara Rakyat Suara Tuhan?

23 Oktober 2020
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Ilustrasi sura rakyat suara tuhan.

Ilustrasi sura rakyat suara tuhan.

Share on Facebook
Share on Twitter

 

Oleh: Shohibul Anshor Siregar

Orang kerap berteriak “suara rakyat suara tuhan”. Begitu kan? Terkhusus untuk Pilkada Serentak Tahun 2020, menyemangati bakal calon yang berencana akan maju melalui jalur perseorangan, sering pula orang meneriakkan slogan “Suara Calon Independen Juga Suara Tuhan”. Lalu Tuhan yang mana gerangan yang dimaksudkan itu?

Ada sejumlah masalah di sini dilihat dari sejarah dan filosopi politik. Tuhan ada (let say) di ketinggian yang jauh. DIANYA memerlukan khalifatun fil ardh, itulah manusia. Bukan malaikat dan juga bukan setan. Tuhan perlu menjamin kehendakNya berjalan di muka bumi, sehingga orang-orang terpilih perlu bekerja keras atas nama Tuhan.

BACA JUGA

Penataan Politik Indonesia

Muhammadiyah dalam Pemberdayaan Perempuan

Di Balik Sang Panglima: Ketika Muhammadiyah, Aisyiyah, dan Cinta Melahirkan Patriot Bangsa

Partai Demokratis

Waspada Dusta Lisan dan Perbuatan

Perang Melawan Narkoba: Nihilkan Supply!

Tetapi di sekitar ketuhanan ini ada beberapa problem serius. Pertama, seburuk demokrasi Indonesia transaksional inikah wajah dan kehadiran tuhan di Indonesia? Jadi kita hanya tahu menghafal slogan, namun tak berjuang membawa Tuhan melalui firmannya di permukaan bumi.

Kedua, kini ada 6 agama resmi di Indonesia setelah masuknya Kong Hu Chu. Semuanya bertuhan. Terdengarkan suara kecemburuan Kejawen, Malim dan agama-agama non-negara itu saat KongHu Chu ditambahkan sebagai agama ke 6 di Indonesia? Padahal Malim itu misalnya, adalah agama para ksatria Toba yang di tengah jepitan dua raksasa dunia waktu itu terus berjuang hit and run selama 30 tahun berusaha ikut memerdekakan Indonesia.

Itulah sebab pahlawan Malim sukar ditemukam makamnya karena mereka gerilyawan yang memilih lebih baik mati di hutan ketimbang kompromi dengan penjajah. Sutradara-sutrara filem kita masih enggan memilimkan kisah-kisah ksatria seperti ini, padahal 1000 kali lebih heroik dan massif dari Timoer Pane yang dijudulkan dalam filem “Naga Bonar”.

Nah, meski kita berpancasila, dengan begitu di Indonesia ada 6 personifikasi Tuhan itu, pertandingan interpretasi atas konsep Tuhan terus berlangsung. Itu tak aneh sama sekali. Bahkan yang tak mengakui keberadaan tuhanpun pasti berpopulasi meningkat. Jawablah, suara Tuhan yang manalah yang akan didengarkan saat ini?

Kita bicara seperti ini akan dituduh SARA pula oleh orang awam. Tetapi suara Tuhan di Jerman adalah Jesus Kristus dan disain politiknya memang dominan ajaran Kristen. Donald Trump bilang “We can make America great again”, tetapi dengan semangat kolektivisme populis khas Amerika ia pun sebetulnya mendeklarasikan “We can make America Christian again”. Bukankah setiap pilpres Amerika itu selalu dibayangi ketakutan manakala akan dituduh oleh rakyat atas adanya kandidat yang “kurang Kristen” dan karena itu tak jarang pidato kampanye dirancang dari mimbar gereja? Itulah alasan mengapa Amerika itu selalu berteriak “my faith is my vote” atau “my vote is my faith” setiap pemilu.

Tetapi untuk Indonesia hal seperti itu dinista sebagai politik SARA dan lebih halus disebut politik identitas. Anehlah di dalam dunia mengerut masih saja pikiran tak terbuka.

Ketiga, Tuhan yang manalah yang dimaksud dalam ungkapan “Suara untuk calon independenpun adalah suara Tuhan” sebab di Indonesia, dengan pikiran dominan untuk kehidupan politik nasional, bahkan tak boleh hadir karena Tuhan lewat ekspresi pencalonan independen hanya ada untuk daerah, dilarang untuk pilpres. Suara rakyat (bukan lagi) suara tuhan. Begitulah. (*)


 

 

 

Penulis adalah Dosen FISIP UMSU, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PW Muhammadiyah Sumatera Utara.

Tags: agamademokrasikekuasaanmalimopinipolitikshohibul anshor siregarsuara rakyatsuara tuhan
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Demokrasi yang Bau Bangkai
Nasional

Demokrasi yang Bau Bangkai

by Mujaddid
29 Agustus 2026
8
Politik: Cara Merampok Dunia
Nasional

Politik: Cara Merampok Dunia

by Mujaddid
26 Agustus 2026
58
NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas
Daerah

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas

by Mujaddid
28 Juli 2026
19
Shohibul: Presiden Sebaiknya Rombak Struktur Anggaran
Nasional

Sosiolog Soroti Universitas Republik Indonesia: “Institusi Pendidikan atau Reproduksi Elit Kekuasaan?”

by Mujaddid
24 Juli 2026
31
Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara
Nasional

Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

by Mujaddid
20 Juli 2026
16
Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”
Nasional

Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”

by Mujaddid
19 Juli 2026
36
Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”
Esai

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

by Mujaddid
3 Agustus 2026
26
Penyiksaan oleh Aparat TNI-Polri di Sumut Ancam Demokrasi dan Hak Asasi Warga
Internasional

Kesaksian Akademisi: AI Menipu Saya, Jangan Percaya Buta!

by Mujaddid
14 Juni 2026
71
Ilusi Mengubah Sistem dari Dalam
Nasional

Ilusi Mengubah Sistem dari Dalam

by Mujaddid
1 September 2026
35
Akademisi ini Paparkan Peta Pilpres 2024 di Sumatera Utara
Nasional

Rupiah Sekarat Bertengkar dengan Siapa? Ini Jawaban Menohok Akademisi

by Mujaddid
12 Juni 2026
91

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Pemuda Muhammadiyah Sumut Desak Investigasi Total Kebakaran PT Evyap di Sei Mangke
  • Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT
  • Lazismu Himpun Dana Bantuan Rp 6 Miliar untuk Korban Gempa NTT
  • Dosen UMJT Ingatkan Mitigasi Penyalahgunaan Kekuasaan dalam RUU Perampasan Aset
  • Dosen Ilmu Lingkungan UMJT Madiun: Efek Kebakaran Hutan Harus Diwaspadai
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM
Daerah

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah
Daerah

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.