TAJDID.ID 🔳 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memperkuat hubungan internasional melalui lawatan resmi ke Republik Rakyat Tiongkok yang berlangsung pada 10–18 Mei 2026. Kunjungan atas undangan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan tersebut membuka peluang baru kerja sama pendidikan, investasi, dan pertukaran kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok.
UMSU diwakili Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP dan Prof. Dr. Muhammad Qorib, MA yang juga Bendahara PW Muhammadiyah Sumatera Utara. Bersama delegasi dari berbagai unsur perguruan tinggi, tokoh agama, FKUB, media, dan organisasi Tionghoa Sumatera Utara, rombongan mengunjungi sejumlah kota penting di Tiongkok, khususnya Beijing, Urumqi, dan Kashgar di wilayah Xinjiang.
Ketua BPH UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP mengatakan lawatan tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai perkembangan peradaban, kehidupan sosial masyarakat, hingga kemajuan pendidikan dan teknologi di Tiongkok.
“Kunjungan ini menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, khususnya pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya kepada wartawan di Medan, Senin (18/5).
Selama berada di Tiongkok, delegasi mengunjungi berbagai pusat kebudayaan dan situs sejarah dunia seperti Summer Palace, Forbidden City, serta kawasan Tembok Besar Tiongkok di Mutianyu. Delegasi juga menyaksikan pertunjukan budaya “Bintang Lima Bersinar di Timur”.
Menurut Prof. Agussani, salah satu pengalaman penting selama lawatan adalah melihat langsung kehidupan masyarakat Muslim di wilayah Xinjiang yang selama ini kerap menjadi perhatian dunia internasional.
“Saya menyampaikan apa yang saya rasakan dan alami. Selama ini banyak pemberitaan yang menggambarkan umat Islam di Tiongkok terkekang dan terpinggirkan. Namun selama kami berada di sana, kami hampir tidak menemukan hal tersebut,” ungkapnya.
Ia menilai Tiongkok berhasil membangun transformasi modern tanpa meninggalkan akar sejarah dan budaya yang menjadi fondasi peradaban bangsa.
“Dari kunjungan ini kita bisa belajar bagaimana sejarah dan budaya menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi Tiongkok modern,” katanya.
Prof. Agussani juga menegaskan bahwa hubungan antara UMSU dan Konsulat Jenderal Tiongkok di Sumatera Utara telah berlangsung cukup lama, salah satunya melalui keberadaan China Corner di UMSU sebagai pusat informasi perkembangan pendidikan, budaya, dan peradaban Tiongkok.
Selain memperkuat hubungan kebudayaan, UMSU dan Muhammadiyah juga membuka peluang kolaborasi investasi pendidikan internasional, termasuk pengembangan rumah sakit pendidikan dan bidang kepakaran lainnya.
“Pengembangan pendidikan di Indonesia memerlukan investasi. Muhammadiyah terbuka apabila investor dari Tiongkok ingin berkolaborasi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut dari lawatan tersebut, seluruh delegasi berencana menggelar silaturahmi lanjutan di Indonesia. UMSU dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan berikutnya pada Juni 2026 yang turut dihadiri Konsul Tiongkok di Medan. (*)







