TAJDID.ID~Deli Serdang 🔳 Kekecewaan mendalam tengah dirasakan Afifah Hiya al-‘Ulya Alfarisi Manurung. Remaja berprestasi asal Kecamatan Tanjung Morawa ini harus merelakan mimpinya berkompetisi di ajang bergengsi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Deli Serdang tahun 2026. Bukan karena kurang persiapan, melainkan akibat kendala administratif yang dinilai tidak masuk akal oleh pihak keluarga.
Padahal, Afifah bukanlah nama baru dalam dunia per-MTQ-an. Ia merupakan aset daerah yang berulang kali mengharumkan nama Deli Serdang di tingkat Provinsi Sumatera Utara. Atas dedikasinya, ia bahkan sempat menerima dana pembinaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang sebagai bentuk apresiasi.
Dedikasi Panjang Sejak Sekolah Dasar
Perjalanan Afifah untuk menjadi Qari’ah dan Hafidzah yang mumpuni tidaklah instan. Sejak kelas 4 SD, ia telah menjalani pembinaan intensif sedikitnya tiga kali seminggu, mulai dari tingkat kecamatan hingga berguru kepada ustadz-ustadz ternama di Kota Medan.
Demi mengejar cita-cita membawa nama Sumatera Utara ke kancah Nasional, siswa kelas 2 Madrasah Aliyah di Pesantren Muhammadiyah Kwalamadu ini memilih menetap di asrama tahfidz untuk memperdalam hafalannya.
Terbentur Regulasi dan Oknum Kecamatan
Orang tua Afifah, Fakhruddin AR Manurung, menyayangkan sikap oknum di tingkat kecamatan yang menutup jalan bagi putrinya. Ironisnya, kegagalan ini bermula dari interpretasi regulasi yang mewajibkan setiap peserta mewakili kecamatan domisilinya masing-masing.
“Sebenarnya regulasi itu bagus karena mengharuskan setiap kecamatan di Deli Serdang melakukan pembinaan terhadap putra-putri daerahnya. Namun, sangat menyakitkan ketika harapan anak kami kandas hanya karena alasan yang sulit diterima akal sehat dan mencederai rasa keadilan,” ujar Fakhruddin.
Pihak keluarga mengaku telah berupaya menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait agar Afifah tetap bisa berpartisipasi, mengingat rekam jejak prestasinya yang selama ini jelas membela Deli Serdang. Namun, hingga saat ini, pintu akses seolah tertutup rapat bagi remaja berbakat tersebut.
Harapan kepada Bupati Deli Serdang
Di tengah keputusasaan, Fakhruddin menaruh harapan besar kepada Bupati Deli Serdang, Asri Luddin Tambunan. Ia berharap ada kebijakan yang mampu memberikan solusi bagi persoalan yang menimpa anaknya.
“Kami tetap berharap kepada Bapak Bupati, yang selama ini dikenal peduli terhadap pendidikan dan kualitas generasi muda, untuk memberikan solusi terbaik. Kami ingin Afifah bisa kembali tersenyum dan kembali berjuang menyiarkan Al-Quran di tanah kelahirannya,” pungkasnya. (*)


