• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Minggu, Mei 3, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

94 Tahun Menjadi Cahaya: Pemuda Muhammadiyah untuk Umat dan Bangsa

Tarqum Aziz by Tarqum Aziz
2026/05/02
in Nasional, Opini, Ortom, Pemuda Muhammadiyah
0
94 Tahun Menjadi Cahaya: Pemuda Muhammadiyah untuk Umat dan Bangsa
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Tarqum Aziz

Kabid Organisasi PDPM Banyumas Periode 2012-2016

 

Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah pada 2 Mei 2026 bukan sekadar penanda usia, melainkan sebuah jeda reflektif untuk membaca ulang arah perjalanan panjang gerakan kepemudaan Islam di Indonesia. Sejak berdirinya pada 2 Mei 1932 sebagai organisasi otonom di bawah naungan Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah telah menempatkan dirinya sebagai ruang kaderisasi yang menghimpun, membina, dan menggerakkan potensi pemuda Islam dalam kerangka dakwah amar ma’ruf nahi munkar, penguatan keilmuan, gerakan sosial, serta kemandirian ekonomi.

Perjalanan panjang itu tidak lahir dalam ruang hampa. Ia tumbuh dari denyut sejarah bangsa yang sarat pergulatan. Dalam setiap fase penting, dari Kebangkitan Nasional Indonesia, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945, Revolusi Politik 1966 Indonesia, hingga Reformasi 1998 Indonesia, kaum muda selalu menjadi aktor penting perubahan.

Dalam konteks itulah Pemuda Muhammadiyah menemukan relevansinya: bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai gerakan yang menyatu dengan denyut transformasi sosial bangsa.

Memasuki usia ke-94, organisasi ini berada pada fase kematangan. Ia bukan lagi entitas yang mencari bentuk, melainkan kekuatan yang telah teruji oleh waktu. Ketahanannya menghadapi berbagai tantangan zaman menunjukkan adanya mentalitas pejuang, penggerak, sekaligus pemenang.

Namun, kedewasaan itu justru membawa konsekuensi tanggung jawab yang lebih besar. Tantangan hari ini tidak cukup dijawab dengan nostalgia sejarah, tetapi menuntut keberanian untuk melangkah lebih progresif.

Tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya” menjadi kunci membaca arah tersebut. “Mengakar” bukan sekadar metafora, melainkan penegasan bahwa gerakan ini harus tetap berpijak pada nilai-nilai fundamental: integritas moral, etika publik, dan komitmen keumatan. Di tengah realitas ruang publik yang kerap dipenuhi pragmatisme politik dan krisis keteladanan, akar nilai menjadi jangkar agar gerakan tidak kehilangan arah.

Sementara itu, “bertumbuh” menuntut dinamika. Ia mengisyaratkan bahwa Pemuda Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada kuantitas, tetapi harus memperkuat kualitas. Pertumbuhan itu terwujud dalam kapasitas intelektual kader, kemampuan adaptasi terhadap disrupsi digital, serta keberanian melahirkan gagasan dan solusi kreatif. Pemuda Muhammadiyah tidak cukup hanya hadir, tetapi harus memberi arti, tidak hanya ramai di dalam, tetapi harus mampu berdampak di luar.

Dalam lanskap kebangsaan yang kompleks dengan ditandai oleh ketidakpastian geopolitik, krisis moral, dan ketimpangan sosial, peran pemuda menjadi semakin krusial, sebagaimana pernah diingatkan Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, Sejarahwan dan Mantan Ketum PP Muhammadiyah, persoalan bangsa adalah rangkaian panjang yang tak pernah benar-benar usai. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah dituntut tidak hanya reaktif, tetapi juga solutif. Ia harus hadir sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang mampu merumuskan arah perubahan.

Pepatah Arab menyebutkan, “Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan.” Maka kualitas pemuda hari ini akan menentukan wajah kepemimpinan bangsa esok. Pemuda Muhammadiyah harus serius mempersiapkan hal itu dengan menguatkan internalisasi nilai sekaligus meningkatkan kualitas eksternalisasi gerakan. Kolaborasi lintas sektor, penguatan pelayanan publik, transformasi digital, hingga tata kelola organisasi yang modern menjadi keniscayaan.

Dengan kerja kolektif dan kepemimpinan profetik, meminjam istilah Prof. Dr. Kuntowijoyo, kader diharapkan mampu menghadirkan gagasan alternatif, membangun dialog rasional, serta merumuskan kebijakan publik yang berkeadilan.

Dalam kerangka itu, gagasan “Pemuda Negarawan” sebagaimana disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir menjadi semakin relevan. Pemuda negarawan adalah mereka yang menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya. Dengan empat pilar: keilmuan, politik kebangsaan, kemandirian, dan kewirausahaan sosial, pemuda diharapkan mampu menjadi solusi atas problematika bangsa, bukan sekadar reaktif, tetapi aspiratif dan transformatif.

Sebagai bagian dari civil society, Pemuda Muhammadiyah juga memiliki posisi strategis dalam relasi dengan negara. Pemerintah adalah mitra dalam pembangunan, tetapi juga objek kritis yang harus terus dikawal. Dalam posisi itu, Pemuda Muhammadiyah dituntut menghadirkan solusi jangka panjang yang menyentuh akar persoalan, bukan sekadar respons sesaat terhadap gejala permukaan.

Milad ke-94 ini bukanlah perayaan biasa. Ia adalah penegasan arah. Bahwa perjalanan panjang ini harus terus dilanjutkan dengan kesadaran baru: mengakar kuat pada nilai, sekaligus melesat jauh dalam karya. Dari kader, untuk umat, demi Indonesia yang berkemajuan.
Pertanyaan reflektif itu kembali mengemuka: sudah sejauh mana kita memberi arti? Sebab 94 tahun bukan sekadar angka. Ia adalah perjalanan yang menuntut makna tentang bagaimana api persyarikatan terus dinyalakan, nalar kritis terus dirawat, dan keberanian terus dihadirkan dalam setiap langkah.

Selamat Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah!
(2 Mei 1932 – 2 Mei 2026). 94 tahun perjalanan Pemuda Muhammadiyah penuh jejak, karya, dan semangat yang terus tumbuh serta mengakar untuk Indonesia Jaya, bukan sekadar angka, tapi perjalanan panjang yang menuntut makna.

Kita boleh tumbuh, tapi jangan lupa mengakar. Jangan hanya ramai di dalam, tapi sepi dampak di luar.Tumbuh, mengakar, dan berdampak untuk Indonesia Jaya. (*)

Tags: Milad ke-94 Pemuda MuhammadiyahTarqum Azis
Previous Post

Memuliakan Manusia, Mencerahkan Bangsa: Refleksi Hardiknas 2026

Next Post

Amanah Peradaban: Ketika Muhammadiyah Menjaga Arah Pendidikan Bangsa

Related Posts

No Content Available
Next Post
Amanah Peradaban: Ketika Muhammadiyah Menjaga Arah Pendidikan Bangsa

Amanah Peradaban: Ketika Muhammadiyah Menjaga Arah Pendidikan Bangsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In