TAJDID.ID~Surabaya 🔳 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bubutan Kota Surabaya menggelar Silaturahim dan Halalbihalal Keluarga Besar PCM Bubutan pada Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Spirit 5 Keyakinan: Kerja Berkualitas, Ibadah Tuntas” sebagai penguatan komitmen dakwah dan gerakan persyarikatan.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PCM Bubutan, Sholeh A. Zuhri, menekankan pentingnya optimalisasi penerimaan murid baru melalui SPMB tahun ini. Ia mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama dengan semangat “PCM Bubutan Pasti Bisa”.
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Surabaya, Drs Suhadi M Sahli MAg menegaskan bahwa gerakan Muhammadiyah akan lebih efektif jika dilakukan secara kolektif dan bersinergi.
“Gerakan kita jika bersinergi lebih efektif daripada sendiri-sendiri. Ini milik Muhammadiyah, bukan milik pribadi,” ujarnya.
Ia juga mengutip pesan Abdurrahim Nur bahwa aset Muhammadiyah bukan milik individu, melainkan milik persyarikatan yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah.
Menurutnya, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) merupakan instrumen strategis dalam mewujudkan tujuan Muhammadiyah, yakni membangun masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Oleh karena itu, pengelolaan AUM harus berorientasi pada gerakan dakwah yang berkemajuan.
Sebagai narasumber, Dr Syamsul Ma’arif MPSDM menegaskan bahwa seluruh aktivitas kehidupan seorang Muslim sejatinya adalah ibadah. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an, “Wa maa khalaqtul jinna wal insa illa liya’budun” (QS. Adz-Dzariyat: 56), sebagai landasan bahwa tujuan hidup manusia adalah beribadah kepada Allah.
“Visi hidup orang beriman adalah jelas, yakni mengingat tujuan akhir kehidupan: mati dalam keadaan husnul khatimah dan meraih surga,” ungkapnya.
Ia juga mengajak hadirin untuk senantiasa memanjatkan doa kebaikan dunia dan akhirat, “Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.”
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap peran dalam kehidupan, baik sebagai guru, pengusaha, maupun dai, merupakan pilihan yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan. “Kita memilih menjadi penggerak Muhammadiyah. Maka bekerjalah sebaik mungkin, lillah. Dunia dapat, akhirat pun dapat,” tegasnya.
Dalam konteks pendidikan, ia mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif, ramah anak, dan penuh kasih sayang. Hal ini penting untuk mencetak generasi yang saleh dan sukses, baik di dunia maupun di akhirat.
“Sekolah adalah tempat mencetak para pemimpin. Kita didik anak-anak menjadi generasi yang sukses dan tetap berorientasi akhirat,” tambahnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Pembina PCM Bubutan, Yusuf Djaelani, yang meskipun telah berusia 75 tahun tetap hadir memberikan semangat kepada generasi muda Muhammadiyah.
Kegiatan ditutup dengan penguatan pesan tentang pentingnya ilmu sebagai kunci kesuksesan. Sebagaimana dinukil dari Imam Syafi’i, “Man arada ad-dunya fa ‘alaihi bil ‘ilmi, wa man arada al-akhirata fa ‘alaihi bil ‘ilmi” — barang siapa menginginkan dunia, maka hendaklah dengan ilmu; dan barang siapa menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu.
Melalui momentum Halalbihalal ini, PCM Bubutan berharap seluruh kader semakin menguatkan niat menjadikan aktivitas persyarikatan sebagai ladang amal saleh, sekaligus meraih kesuksesan dunia dan akhirat. (*)
✍️ Syahroni Nur Wachid


