Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Kontrol

Mujaddid by Mujaddid
2026/03/16
in Nasional, Opini, Tilikan
Reading Time: 2 mins read
0
Kontrol
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

✍️ M. Risfan Sihaloho

Ada orang yang percaya bahwa sistem dibangun untuk kemaslahatan bersama. Sebuah mekanisme yang tertata rapi agar kehidupan sosial berjalan lebih tertib, adil, dan teratur. Dalam bayangan ideal itu, sistem adalah rumah bersama—tempat semua orang merasa aman karena aturan bekerja secara rasional.

Namun ada pula yang melihat sistem dengan kacamata berbeda. Lebih dingin, lebih pragmatis. Dalam pandangan ini, sistem bukan sekadar alat pengatur, melainkan instrumen pengontrol. Ia tidak selalu dibangun untuk membebaskan manusia, melainkan untuk memastikan manusia tetap berada dalam garis yang sudah ditentukan.

Sejarah menunjukkan bahwa kekuasaan sering sekali alergi terhadap kontrol. Namun ironisnya, justru kontrol adalah bahasa paling fasih yang dipahami oleh kekuasaan.

Dengan instrumen hukum, birokrasi, regulasi, hingga aparat, rezim mana pun akan selalu berusaha memastikan bahwa semua elemen tetap berada dalam orbitnya.

Orbit itu punya satu syarat sederhana: patuh.

Masalahnya muncul ketika seseorang atau sekelompok orang memilih untuk tidak sepenuhnya patuh. Dalam situasi seperti itu, mekanisme lama segera bekerja. Mereka yang resisten tidak langsung dipatahkan dengan argumen, tetapi lebih dulu disudutkan dengan label. Stigma menjadi alat yang sangat efektif: radikal, provokator, pengganggu stabilitas, atau sekadar “tidak memahami situasi”.

Dalam praktiknya, kontrol memang punya dua wajah.

Wajah pertama adalah dominasi yang koersif—yang bekerja melalui tekanan, ancaman, dan kekuatan terbuka. Ini model kontrol yang paling mudah dikenali. Ia keras, kaku, dan sering kali menimbulkan perlawanan.

Wajah kedua jauh lebih halus: hegemoni yang persuasif. Dalam model ini, orang tidak merasa sedang dikontrol. Mereka justru merasa sedang memilih dengan bebas, padahal pilihan-pilihan itu sudah lebih dulu diatur.

Jika dominasi memaksa orang untuk patuh, hegemoni membuat orang patuh dengan sukarela.

Kontrol di Era Digital

Di sinilah ironi zaman modern. Di era digital yang sering dirayakan sebagai zaman kebebasan informasi, kontrol justru menjadi semakin canggih. Jika dulu kekuasaan harus mengawasi secara fisik, kini cukup lewat data.

Algoritma tahu apa yang kita suka.
Platform tahu apa yang kita pikirkan.
Dan sistem tahu bagaimana cara mengarahkan perhatian kita.

Kontrol tidak lagi selalu hadir dalam bentuk larangan. Ia sering muncul dalam bentuk rekomendasi.

Bukan lagi: “Anda tidak boleh membaca ini.”. Tetapi: “Mungkin Anda lebih tertarik membaca yang itu.”

Pelan, halus, dan hampir tak terasa.

Pada titik tertentu, orang bisa merasa sangat bebas—padahal sedang berada dalam lingkaran kontrol yang sangat rapi. Kita bebas berbicara, selama berada dalam koridor yang tidak terlalu mengganggu arsitektur kekuasaan. Kita bebas berpendapat, selama pendapat itu tidak terlalu menular.

Karena dalam dunia yang sangat terkontrol, stabilitas sering kali lebih dihargai daripada kebenaran.

Ironinya, sistem yang awalnya diklaim untuk mengatur kehidupan bersama kadang berubah menjadi mesin besar yang terutama sibuk menjaga dirinya sendiri. Kritik dianggap gangguan, perbedaan dianggap ancaman, dan ketidakpatuhan dianggap penyakit yang harus segera disembuhkan.

Padahal sejarah manusia selalu bergerak justru karena ada orang-orang yang menolak untuk sepenuhnya dikontrol.

Mungkin di situlah paradoks terbesar dari kekuasaan: ia selalu ingin mengontrol segalanya, tetapi pada saat yang sama, kemajuan sering lahir dari mereka yang berani keluar dari kontrol itu.

Dan di era digital hari ini, pertanyaannya bukan lagi apakah kontrol itu ada.

Pertanyaannya jauh lebih menggelitik:
apakah kita masih cukup peka untuk menyadari ketika sedang dikontrol—atau justru sudah terlalu nyaman di dalamnya. (*)

Tags: Kontrol
Previous Post

Ketua MPKSDI PDM Kota Surakarta: Pengkaderan Berkemajuan Tidak Harus Mahal

Next Post

Silaturahmi Ramadhan: Ketika Kader Mencari Persyarikatan dan Kebersamaan Menjadi Energi Peradaban

Related Posts

Soroti Fenomena MBG di SPMB Sumut, IMM Deli Serdang: Kebutuhan Dasar Pengaruhi Pilihan Sekolah

Soroti Fenomena MBG di SPMB Sumut, IMM Deli Serdang: Kebutuhan Dasar Pengaruhi Pilihan Sekolah

1 Juli 2026
108
Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

1 Juli 2026
103
FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
149
Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

29 Juni 2026
104
Next Post
Silaturahmi Ramadhan: Ketika Kader Mencari Persyarikatan dan Kebersamaan Menjadi Energi Peradaban

Silaturahmi Ramadhan: Ketika Kader Mencari Persyarikatan dan Kebersamaan Menjadi Energi Peradaban

Energi Puasa, Masjid, dan Peradaban Publik

Energi Puasa, Masjid, dan Peradaban Publik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6308 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
118
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan