TAJDID.ID~Medan 🔳 Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP melepas keberangkatan peserta Internasional Conference on Islamic Studies and Soscial Sciences (INSIS) ke-8 tahun 2026 yang akan berlangsung di Turkiye dan Arab Saudi. Pelepasan diikuti peserta lintas universitas di aula Fakukltas Agama Islam UMSU, pada Senin (2/3).
Acara dilakukan selama dua hari yaitu Selasa-Rabu, 24-25 Maret 2026 di Istanbul Sabahattin Zaim University (IZU) Turkey. Diikuti peserta dari 5 negera, seperti Malaysia, Thailand, Kamboja sampai Turkiye.
Pelepasan peserta INSIS ditandai dengan pemasangan kain sal dan penyerahan fasilitas lainnya kepada dua perwakilan peserta, yakni Anggota Wakil Direktur Pascasarjana Dr. Adi Mansar Lubis SH MHum dan Anggota BPH Prof. Hajah Ida Hanifah SH MH.
Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani MAP pada kesempatan ini memberikan apresiasi atas diselenggarakan program INSIS. Program Internasionalisasi yang dilakukan FAI UMSU itu memberi daya dorong yang kuat bagi program Internasionalisasi yang lain.
“Peserta secara keseluruhan ini sebanyak 200 lebih secara online dan 100 orang offline. Kita mengharapkan bahwasanya output kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan tahunan saja, tetapi benar-benar berdampak baik bagi para dosen,” ujar Rektor UMSU.
Rektor berharap FAI UMSU dapat mengembangkan program internasionalisasi lainnya. Walau di tengah terjadinya eskalasi politik yang mengguncang kawasan Timur Tengah. Rektor meminta untuk terus melakukan pemantauan.
“Semoga ketegangan antara AS-Israel vs Iran secepatnya reda dan terselesaikan, sehingga tidak sampai menghambat program INSIS yang sudah dijadualkan,” harapnya.
Sebelumnya, Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMSU Dr. Zailani, MA menjelaskan INSIS 2026 merupakan program berkelanjutan dari FAI UMSU untuk mendorong kampus Muhammadiyah itu menjadi kampus berstandard Internasional.
Sebelumnya, tahun 2025, FAI UMSU menggelar kegiatan yang sama di Universiti Islam Selangor (UIS) Malaysia. Kegiatan INSIS di Malaysia (2025) dan Turkiye (2026) akan berlangsung secara hybrid, peserta hadir di kampus lokasi dan daring dari berbagai negara.
Zailani juga mengatakan, kegiatan INSIS dikombinasikan antara kegiatan akademik dan kegiatan spritual. Jadi, selain tugas-tugas tri dharma perguruan tinggi terkait dengan penelitian, pengabdian dan pembelajaran, juga melaksanakan kegiatan spritual.
Terkait dengan program internasional lainnya, Dekan Fakultas Agama Islam, Zailani, menjelaskan, FAI UMSU telah melaksanakan program KKN Internasional sejak tahun 2017, dan terus berlanjut di berbagai negara. “Biasanya KKN Internasional FAI UMSU diikuti di atas 100 peserta. KKN Internasional tahun ini akan diikuti 127 peserta. Saat ini ada lima negara lokasi KKN Internasional, yakni Malaysia, Thailand, Kamboja, Arab Saudi dan Mesir.
Perluasan lokasi KKN Internasional FAI-UMSU diharapkan dapat terus dikembangkan dimasa yang akan datang guna memperkuat peran UMSU sebagai kampus berskala internasional.
Turut hadir Ketua BPH UMSU Dr. Bahril Datul MM, Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah, sekitar 100 peserta INSIS secara offline dan 200 lebih secara online. (*)








