TAJDID.ID~Madiun || Program Studi (Prodi) Manajemen menjadi salah satu Prodi baru yang dikelola Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) mulai tahun 2025/2026.
Prodi Manajemen yang memiliki status terakreditasi diharapkan menjadi Prodi unggulan bagi UMMAD.
Dalam pelaksanaan pembelajarannya, Prodi Manajemen memadukan digitalisasi dengan praktik penelitian guna menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi.
“Serta memiliki jiwa kewirausahaan dan ekonomi kreatif,” ujar dosen Prodi Manajemen UMMAD, Hafidh Abdullah Asshiddiqie SE ME, pada Sabtu (14/2).
Prodi Manajemen UMMAD memiliki tujuan meningkatkan kualitas pendidikan manajemen yang relevan dengan kebutuhan industri global.
Tujuan lainnya adalah mengembangkan penelitian dan inovasi dalam bidang manajemen untuk meningkatkan daya saing bisnis global.
Berikutnya meningkatkan kerja sama nasional dan jaringan alumni untuk meningkatkan kesempatan karir lulusan.
“Menghasilkan lulusan yang kompeten dan inovatif dalam mengelola industri kreatif,” ujar Hafidz.
Profil Prodi Manajemen
Hafidz menerangkan, untuk bisa mewujudkan tujuan tersebut, Prodi Manajemen mengubah pembelajaran teori organisasi menjadi pusat pengembangan strategi berbasis teknologi.
Transformasi ini dilakukan melalui beberapa langkah signifikan. Dengan menjalankan kurikulum berbasis kepandaian digital (digital inteligence)
“Fokus utama tahun ini adalah integrasi teknologi dalam pengambilan keputusan bisnis” ujar Hafidz
Dosen Prodi Manajemen UMMAD lainnya, Ferry Kurniawan, S.E., M.M menyampaikan kurikulum berbasis kepandaian digital dengan pembuatan keputusan berbasis data (Data-Driven Decision Making).
” Praktiknya mahasiswa diajarkan menggunakan Big Data untuk memprediksi tren pasar,” kata Ferry.
Kurikulum berbasis kepandaian digital juga dilaksanakan dengan penerapan AI for Business dengan tujuan efisiensi operasional dan otomatisasi pemasaran.
Mahasiswa juga diajak untuk memahami ekosistem digital dengan mengetahui cara kerja ekonomi platform dan bisnis berbasis aplikasi.
Selain kurikulum berbasis kepandaian digital, Prodi Manajemen juga fokus pada pembelajaran mengenai bisnis hijau dan berkelanjutan
(Sustainability & Green Business).
Disini, mahasiswa dibekali mengenai kerangka kerja berdasarkan lingkungan,sosial dan tata kelola atau ESG (Enviromental, Social dan Governance)
Selain ESG, mahasiswa Manajemen UMMAD diberi pembelajaran mengenai Circular Economy atau
strategi bisnis yang memaksimalkan
siklus hidup produk serta memperkecil limbah.
Berikutnya dalam konteks kurikulum bisnis hijau dan berkelanjutan ini, mahasiswa Prodi Manajemen diajari juga soal etika dan kepemimpinan (ethnic & leadership).
Artinya mencetak pemimpin yang tidak hanya mengejar profit, tapi juga memiliki dampak sosial,” ujar Ferry Kurniawan.
Kurikulum pembelajaran lainnya yang diajarkan di Prodi Manajemen UMMAD adalah Startup Culture atau Ekosistem Kewirausahaan Modern.
Dalam hal ini, Prodi Manajemen tidak sekedar memberi teori tapi juga menjalankan inkubator bisnis, pembelajaran berbasis project bisnis berupa pembuatan prototipe bisnis ataupun solusi nyata bagi UMKM.
Dan juga membuat jaringan dengan memberi dana investasi (venture capital) dimana mahasiswa memiliki kesempatan bertemu investpr dan mentor dari industri melalui program kampus.
Kurikulum berikutnya mengenai Human-Centric Soft Skills dimana di era teknis bisa digantikan AI, kemampuan manusia menjadi sangat mahal.
Dengan mempraktikkan beberapa kurikulum diatas, diharapkan membentuk Prodi manajemen yang unggul dalam mengasah kepemimpinan yang adaptif (
adaptive leadership), mampu memimpin tim dalam kondisi ketidakpastian tinggi (VUCA).
Juga mampu mencetak mahasiswa yang berpikiran dan bernegosiasi secara kritis.
Kemampuan diplomasi dan pemecahan masalah kompleks yang tidak bisa dilakukan algoritma.
Serta memiliki kepandaian emosional, mengelola SDM dengan pendekatan empati di lingkungan kerja hybrid. (PJ)








