TAJDID.ID~Lubuk Pakam || Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Lubuk Pakam Pekan kembali melaksanakan pengajian rutin dua mingguan sebagai bagian dari penguatan dakwah dan pembinaan keimanan jamaah. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa malam, 3 Februari 2026, bertempat di kediaman Sandri Naldi Hutabarat, Jalan Sempurna/Gg Buntu Perumahan Griya Tanjung Asri 6 No A03, Desa Sekip.
Pengajian tersebut dihadiri oleh pengurus, anggota, serta simpatisan PRM Lubuk Pakam Pekan. Suasana berlangsung khidmat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menghidupkan syiar Islam di tingkat ranting.
Baca juga: PRM Lubuk Pakam Pekan Gelar Pengajian Rutin, Ustadz Fakhrudin AR Kupas Hikmah Isra’ Mi’raj
Hadir sebagai penceramah, Ustadz Alfi Syahrin Harahap, S.Pd., yang dalam tausyiahnya mengajak jamaah menyiapkan diri secara spiritual dan intelektual menjelang bulan suci Ramadhan. Materi diawali dengan pembacaan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183–185, yang menjadi landasan utama pembahasan tentang hakikat dan tujuan ibadah puasa.
Ustadz Alfi menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan seruan langsung Allah kepada orang-orang beriman. “Ini bukan sekadar perintah umum, tetapi panggilan iman. Kalau memang kita mengaku beriman, maka berpuasalah,” tegasnya. Puasa, lanjutnya, bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi harus dihadirkan ruh dan jiwa di dalamnya.
Menurutnya, ketika ibadah puasa dijalani dengan kesadaran dan penghayatan yang utuh, maka puasa akan terasa nikmat, bukan menjadi beban. Tujuan utama puasa adalah melatih orang-orang beriman agar mencapai derajat takwa.
Dalam konteks takwa, Ustadz Alfi menekankan pentingnya akhlak sosial. Salah satu ciri orang bertakwa adalah kesediaan untuk memaafkan. “Meminta maaf itu keharusan, tetapi lebih mulia orang yang memberi maaf sebelum diminta,” ujarnya. Ramadhan, kata dia, juga menjadi madrasah kejujuran dan kebaikan, tempat umat Islam ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih bersih lahir dan batin.
Menjelang Ramadhan, jamaah diajak melakukan persiapan yang serius. Pertama, menjaga kesehatan agar mampu menjalankan ibadah secara optimal. Kedua, memperdalam ilmu terkait amal ibadah, sehingga Ramadhan tidak dijalani secara serampangan, tetapi dengan pemahaman yang benar.
Ustadz Alfi juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah tamu agung yang sering kali tidak dimuliakan secara konsisten. Ia menyoroti fenomena semaraknya masjid dan mushalla di awal Ramadhan, namun perlahan menurun menjelang akhir bulan. “Padahal, esensi, berkah, dan fadhilah Ramadhan justru banyak terletak di fase akhir,” ungkapnya.
Pengajian rutin ini diharapkan terus menjadi ruang pencerahan dan penguatan ideologi keislaman warga Muhammadiyah, sekaligus sarana membumikan nilai-nilai Islam berkemajuan di tengah masyarakat. PRM Lubuk Pakam Pekan berkomitmen menjadikan kegiatan dakwah sebagai denyut nadi gerakan persyarikatan di tingkat akar rumput. (*)



