• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Kamis, Februari 5, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Berbeda sebagai Tradisi, Bersatu sebagai Etika

Catatan Seorang Kader Muhammadiyah

Jufri by Jufri
2026/02/01
in Jufri Daily, Kemuhammadiyahan, Muhammadiyah, Opini
0
Berbeda sebagai Tradisi, Bersatu sebagai Etika
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Jufri

Pegiat Sosial Politik dan Dakwah Kebangsaan

Saya menerima sebuah foto kebersamaan dari Bang Mutholib Dumasti seorang senior yang saya hormati. Foto itu diambil di salah satu sudut ruangan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Sederhana secara visual, tetapi kaya makna secara nilai.

Di dalamnya tampak para senior saya: Ihsan Rambe dan Adi Munasib, yang juga pengurus Partai Gema Bangsa, bersama Mas Muhammad Qorib , Staf Khusus Rektor UMSU sekaligus Bendahara PW Muhammadiyah Sumatera Utara . Hadir pula dua sosok yang bagi saya adalah junior: Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Radiman Sutan Nasution dan Dekan Fakultas Agama Islam Dr. Zai Lani

Foto ini membahagiakan saya. Bukan semata karena kebersamaan itu sendiri, tetapi karena saya tahu betul dinamika di baliknya. Dalam kehidupan berorganisasi, mereka tidak selalu berada pada garis yang sama. Ada perbedaan pandangan, perbedaan sikap, bahkan perbedaan pilihan dalam menyikapi isu-isu tertentu. Namun perbedaan itu tidak menjelma menjadi keterpisahan.

Di situlah saya melihat wajah Muhammadiyah yang berkemajuan.

Muhammadiyah sejak awal tidak dibangun di atas keseragaman pikiran, melainkan pada kesamaan nilai. Perbedaan adalah konsekuensi dari ijtihad, dari keberanian berpikir, dan dari tanggung jawab intelektual. Yang dijaga bukan agar semua orang sama, tetapi agar perbedaan tetap berada dalam koridor akhlak, adab, dan tujuan keumatan.

Bagi kader Muhammadiyah, berbeda bukan dosa, dan tidak selalu harus diselesaikan dengan saling meniadakan. Justru perbedaan itulah yang menghidupkan dialog, mematangkan sikap, dan menjaga organisasi agar tidak beku. Yang menjadi batas tegas adalah ketika perbedaan kehilangan etika dan melukai persaudaraan.

Foto ini, bagi saya, adalah pelajaran sunyi tentang kedewasaan berorganisasi. Bahwa kita bisa saja berdiri di ruang dan peran yang berbeda, di kampus, di persyarikatan, bahkan di wilayah politik, namun tetap bertemu sebagai sesama kader, sesama sahabat, sesama manusia yang saling menghormati.

Sebagai seorang kader, saya percaya:
Muhammadiyah tidak besar karena semua warganya satu suara, tetapi karena warganya mampu mengelola perbedaan tanpa kehilangan arah. Tidak tercerai oleh ego, tidak runtuh oleh ambisi, dan tidak dangkal dalam menyikapi keberagaman sikap.

Foto itu mengingatkan saya bahwa persaudaraan ideologis jauh lebih dalam daripada sekadar kesamaan posisi. Ia tumbuh dari niat baik, dari kesediaan saling memahami, dan dari komitmen untuk tetap berkhidmat, di mana pun kita berada.

Karena itu, kita boleh berbeda jalan, berbeda peran, bahkan berbeda pilihan, tetapi dalam Muhammadiyah, kita diajarkan untuk tidak benar-benar berpisah. (*)

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Tags: Kader MuhammadiyahTulisan Jufri
Previous Post

SD Muhammadiyah 1 Solo Raih Penghargaan KL Lazismu Campaign Terbaik Tahun 2025

Next Post

LPEU MUI Sumut Sambut Positif KUR Rp50 Triliun untuk Peternak Ayam

Related Posts

MUI Sumut 2025–2030: Di Antara Musyawarah, Isu Kekuasaan, dan Beban Amanah

Majelis Ulama Indonesia: Antara Jembatan Umat dan Bayang-bayang Kekuasaan

2 Februari 2026
117
Wisata Akademik Program Doktor Manajemen UMSU: Belajar Kebersamaan dan Multikulturalisme 

Wisata Akademik Program Doktor Manajemen UMSU: Belajar Kebersamaan dan Multikulturalisme 

30 Januari 2026
174
Jejak yang Menyambung Zaman: Belajar Keberanian dari Pak Dalmi dan Buya Chairuman

Jejak yang Menyambung Zaman: Belajar Keberanian dari Pak Dalmi dan Buya Chairuman

27 Januari 2026
175
Bermuhammadiyah: Antara Amal, Kuasa, dan Ujian Akhlak

Bermuhammadiyah: Antara Amal, Kuasa, dan Ujian Akhlak

25 Januari 2026
126
Kaderisasi Sontoloyo

Kaderisasi Sontoloyo

22 Januari 2026
136
Komitmen Ideologis Kader Muhammadiyah di Tengah Dinamika Politik dan Tantangan Zaman

Komitmen Ideologis Kader Muhammadiyah di Tengah Dinamika Politik dan Tantangan Zaman

18 Januari 2026
144
Next Post
LPEU MUI Sumut Sambut Positif KUR Rp50 Triliun untuk Peternak Ayam

LPEU MUI Sumut Sambut Positif KUR Rp50 Triliun untuk Peternak Ayam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In