• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Kamis, Maret 19, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Di Malaysia Saya Menemukan Indonesia

Catatan sunyi tentang kebanggaan menjadi orang Indonesia

Jufri by Jufri
2026/01/31
in Internasional, Jufri Daily, Kebangsaan, Opini
0
Di Malaysia Saya Menemukan Indonesia
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Jufri

Pegiat Sosial Politik dan Dakwah Kebangsaan

 

Dalam beberapa hari terakhir berada di Malaysia, saya banyak memperhatikan cara orang berkomunikasi. Hal yang paling menarik bagi saya bukan gedungnya, bukan juga sistemnya, melainkan bahasanya.

Di sana, setiap kelompok etnis cenderung memakai bahasa masing-masing. Orang Melayu dengan Melayu, orang Tionghoa dengan Mandarin, orang India dengan Tamil. Ketika mereka berada dalam satu ruang dan tidak saling menguasai bahasa satu sama lain, yang dipilih justru Bahasa Inggris. Bukan Bahasa Melayu.

Pemandangan ini terasa kontras dengan Indonesia.

Di Indonesia, ketika orang dari suku apa pun bertemu, Batak, Jawa, Bugis, Minang, Dayak, Tionghoa, Arab, bahkan keturunan asing, dan terjadi hambatan bahasa, solusinya bukan Bahasa Belanda, bukan pula Bahasa Inggris, melainkan Bahasa Indonesia.

Dan di situ, saya merasakan sesuatu yang jarang kita sadari: kebanggaan yang sunyi sebagai orang Indonesia.

Bahasa Indonesia bukan sekadar alat bicara. Ia adalah alat menyatu. Ia tidak lahir dari satu suku, tapi dari kesadaran kolektif. Ia tidak dibentuk untuk berkuasa, tapi untuk menyatukan.

Strukturnya sederhana. Tidak berbelit. Tidak membuat orang kecil merasa minder. Siapa pun bisa belajar. Siapa pun bisa masuk. Tidak perlu merasa asing.

Di situlah kehebatannya. Bahasa ini bekerja tanpa teriak. Ia tidak memaksa, tapi mengajak. Ia tidak menekan, tapi merangkul. Dalam diam, ia membangun kebangsaan.

Sementara di Malaysia, Bahasa Melayu hidup dalam tradisi yang kuat. Bahasa dijaga dengan adab dan rasa. Indah, halus, dan berlapis. Tapi justru karena itu, ia tidak selalu menjadi jalan temu bagi semua etnis.

Di Indonesia, Bahasa Indonesia telah menjadi rumah bersama. Kita boleh berbeda agama, suku, warna kulit, dan asal-usul. Tapi saat berbicara, kita setara. Kita tidak perlu meminjam bahasa penjajah. Kita tidak harus naik kelas dulu lewat bahasa global. Kita langsung masuk lewat bahasa sendiri.

Dan bagi saya, itu bukan hal kecil. Itu adalah hasil dari keputusan sejarah yang sangat cerdas: membangun bangsa lewat bahasa, bukan lewat darah atau etnis.

Karena itu, setelah melihat Malaysia, saya justru semakin mencintai Indonesia. Bukan karena kita paling hebat. Tapi karena kita paling berani menyatukan yang berbeda lewat bahasa.

Dan di sanalah, kebangsaan itu bekerja, bukan di podium, bukan di baliho, tapi di percakapan sehari-hari. Kita bangsa yang besar diantara karena satu bahasa , bahasa Indonesia. (*)

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Previous Post

Kepala Sekolah Baru Dilantik, SD Muhammadiyah 20 Surabaya Ditargetkan Kian Berkualitas dan Bertambah Murid

Next Post

Pemkab Madiun Tandatangani MoU dengan UMMAD, Siapkan Beasiswa bagi Pelajar Kurang Mampu

Related Posts

Tanah Deli, Musyawarah Sejarah dan Harapan Masa Depan

Tanah Deli, Musyawarah Sejarah dan Harapan Masa Depan

19 Maret 2026
114
Muhammadiyah Aceh Tengah Siapkan Lokasi Shalat Idul Fitri di Halaman Perguruan Muhammadiyah Kebayakan

Muhammadiyah Aceh Tengah Siapkan Lokasi Shalat Idul Fitri di Halaman Perguruan Muhammadiyah Kebayakan

18 Maret 2026
109
Soal OTT Wakil Ketua DPRD Jatim, Azmi:  Mental Pimpinan Dewan Merangkap Calo Proyek Anggaran

Mahupiki Soroti Keterlibatan 4 Prajurit TNI dalam kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Kemungkinan Adanya Aktor Intelektual Harus Dibongkar

18 Maret 2026
111
Pejuang Sejati

Pejuang Sejati

18 Maret 2026
116
Takdir, Kewenangan, dan Dakwah di Balik Seragam Polisi

Takdir, Kewenangan, dan Dakwah di Balik Seragam Polisi

17 Maret 2026
120
Mudik di Negeri yang Rindu Pulang: Antara Jalan Macet dan Hati yang Penat

Mudik di Negeri yang Rindu Pulang: Antara Jalan Macet dan Hati yang Penat

17 Maret 2026
119
Next Post
Pemkab Madiun Tandatangani MoU dengan UMMAD, Siapkan Beasiswa bagi Pelajar Kurang Mampu

Pemkab Madiun Tandatangani MoU dengan UMMAD, Siapkan Beasiswa bagi Pelajar Kurang Mampu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In