TAJDID.ID~Purwojati, Banyumas || Rabu, 7 Januari 2026 menjadi hari penuh makna bagi SMP Muhammadiyah Purwojati. Evaluasi kinerja kepala sekolah digelar dalam suasana khidmat, hangat, dan reflektif, menjadi ruang muhasabah atas perjalanan kepemimpinan sekaligus ikhtiar dakwah pendidikan Muhammadiyah dalam membangun sekolah yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan.
Acara dimulai dengan Tari Saman yang ditampilkan siswi-siswi SMP Muhammadiyah Purwojati. Gerak serempak, disiplin, dan harmonis menjadi simbol kebersamaan, ketertiban, dan harmoni—nilai yang menjadi ruh pendidikan Muhammadiyah. Tarian ini menyambut tim asesor dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, yaitu Dra. Wiwi Parluki, M.Pd. dan Dr. H. Bahrodin, M.M.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Purwojati, Agus Yunianto, S.Pd., serta Ketua Komite SMP, H.M.I. Siswan, menegaskan hubungan erat antara budaya, pendidikan, dan tata kelola.
Kepala sekolah, Nur Khasbi, S.H.I., M.M., menegaskan bahwa Tari Saman mencerminkan filosofi sekolah dalam mengharmoniskan prestasi akademik dengan pengembangan seni dan budaya. Ia menyampaikan kebanggaan atas siswa-siswi yang unggul secara akademik sekaligus berprestasi di bidang seni, sebagai bagian dari pembentukan karakter yang utuh. Evaluasi kinerja dimaknai sebagai cermin muhasabah untuk menilai sejauhmana ikhtiar warga sekolah dalam memajukan mutu pendidikan dengan sikap terbuka terhadap masukan dan kesiapan untuk terus berbenah.
Nur Khasbi menyampaikan terima kasih atas pendampingan dan masukan konstruktif dari para asesor. Ia memaparkan laporan singkat kinerja sekolah yang mencakup pelaksanaan program kerja, peningkatan mutu pembelajaran dan kedisiplinan, penguatan karakter peserta didik, serta pengelolaan sarana prasarana dan administrasi sekolah. Ke depan, seluruh program akan diintegrasikan dengan Rapor Pendidikan Sekolah dan sistem E-KKS berbasis ruang digital guna mewujudkan tata kelola sekolah yang transparan, terukur, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sejalan dengan semangat pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan.
Agus Yunianto, S.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Purwojati, menekankan bahwa evaluasi kepala sekolah adalah pembinaan berkelanjutan, bukan kritik semata. Kepala sekolah memimpin dengan memberi contoh, menumbuhkan budaya disiplin, dan menjaga karakter persyarikatan. Ia berharap SMP Muhammadiyah Purwojati mampu bersinergi dengan pendidikan modern tanpa meninggalkan akhlak mulia, serta terus menjadi sekolah yang membangun peradaban dan menyiapkan generasi unggul berlandaskan nilai Islam dan Kemuhammadiyahan. Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Purwojati pun menegaskan komitmen persyarikatan untuk terus mendampingi dan mendukung peningkatan mutu sekolah secara berkesinambungan.
Dra. Wiwi Parluki, M.Pd., Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, menambahkan bahwa evaluasi kinerja kepala sekolah adalah fondasi penjaminan mutu pendidikan. Ia menekankan pentingnya manajemen yang baik, inovasi berkelanjutan, dan kolaborasi nyata antara sekolah, persyarikatan, dan pemangku kepentingan. “Jadikan setiap masukan sebagai energi untuk berbenah, setiap evaluasi sebagai pijakan untuk melangkah lebih maju, dan setiap program sebagai wujud dedikasi terhadap pendidikan yang unggul dan berkemajuan,” ujarnya.
Dari panggung budaya hingga ruang evaluasi, SMP Muhammadiyah Purwojati menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar capaian akademik, tetapi proses membangun karakter, kebersamaan, dan nilai luhur. Sekolah menjadi wahana dakwah dan peradaban, berpijak pada Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, menyalakan semangat belajar, berani berbenah, dan melangkah maju sebagai lembaga pendidikan unggul, berkarakter, dan berkemajuan. (*)
Penulis: Tarqum Aziz-JurnalisMu Banyumas Raya





