Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Mesir: Negeri Paradoks (Catatan Ringkas)

Mujaddid by Mujaddid
2025/08/02
in Internasional, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Mesir: Negeri Paradoks (Catatan Ringkas)
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh : Rudianto

Wakil Rektor III UMSU

 

Mesir adalah negeri yang penuh pesona sejarah dan spiritualitas. Di sinilah peradaban besar manusia pernah berjaya dari Mesir Kuno yang melahirkan Firaun dan Piramida, hingga era keemasan Islam yang menjadikan Kairo sebagai mercusuar ilmu dan kebudayaan dunia. Negeri ini juga menjadi saksi langkah para nabi: Musa, Yusuf, dan lainnya, yang kisahnya diabadikan dalam kitab suci.

Tak sedikit pula tokoh-tokoh besar Islam ulama, cendekiawan, dan pembaharu lahir dari bumi ini dan menyinari dunia Islam dengan pemikiran dan pengetahuannya.

Universitas Al-Azhar, yang berdiri sejak abad ke-10, adalah salah satu simbol utama warisan agung itu. Al-Azhar hingga kini menjadi destinasi belajar favorit yang dihormati, termasuk oleh para pelajar dari Indonesia yang datang dengan semangat menimba ilmu dan mendapatkan berkah spiritual dari tanah para nabi dan ulama.

Namun, ketika saya berkunjung ke Kairo dan Alexandria pada akhir Juli 2025, saya menyaksikan langsung wajah lain dari negeri ini wajah yang menyimpan paradoks yang menyentak. Kairo, ibu kota yang dahulu menjadi pusat ilmu dan kekuasaan, kini tampak kumuh, padat, dan tertinggal. Alexandria pun tak jauh berbeda. Kemiskinan terlihat jelas dan merata. Kota ini seolah tak sanggup mengejar zaman, seakan terperangkap dalam sisa-sisa kejayaan masa lalu.

Sampah berserakan di taman-taman, trotoar, bahkan di sekitar permukiman warga. Kucing dan anjing liar bermain dan tidur di tumpukan sampah yang menyedihkan. Banyak bangunan tua, reruntuhan, dan bekas makam ribuan jumlahnya berdiri di tengah permukiman warga simbol kekumuhan yang nyaris permanen.

Ironisnya, masyarakat tampak sudah terbiasa. Seolah-olah hidup berdampingan dengan sampah dan kehancuran bukan lagi masalah, tetapi realitas yang diterima begitu saja.

Perbandingan potret Mesir tempo dulu dan zaman modern.

Salah satu pemandangan yang sangat menyentuh hati adalah kondisi makam Imam Syafi’i, seorang ulama besar yang ajarannya menjadi mazhab mayoritas bagi umat Islam di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Makam yang seharusnya menjadi tempat ziarah penuh hormat dan penghargaan itu kini berdiri di tengah kawasan yang penuh reruntuhan makam tua yang tidak terurus.

Pembangunan New Cairo memang sedang berlangsung sebuah ambisi besar untuk menghadirkan wajah modern dan “western” bagi Mesir. Tetapi proyek ini masih sangat kecil dibandingkan dengan skala ketertinggalan Kairo secara keseluruhan. Untuk saat ini, ia belum mampu menjawab tantangan keseharian masyarakat urban Mesir yang hidup dalam tekanan ekonomi, keterbatasan layanan publik, dan lingkungan yang nyaris tanpa harapan perbaikan cepat.

Yang paling simbolik adalah Sungai Nil. Sungai yang begitu indah, lebar, dan sarat dengan kisah sejarah. Ia tampak tenang, gagah, dan jernih di beberapa sisi seakan menyembunyikan kesenjangan dan ketertinggalan yang mengelilinginya. Sungai Nil menjadi metafora Mesir itu sendiri: megah dalam bayangan sejarah, tetapi rapuh dalam kenyataan hari ini.

Namun di tengah-tengah wajah kota yang kumuh dan penuh ironi itu, satu hal yang sungguh membuat saya terkesan adalah Perpustakaan Alexandria Bibliotheca Alexandrina. Bangunannya megah, arsitekturnya modern, dan koleksi literatur serta bukunya sangat lengkap. Di tengah hiruk-pikuk Alexandria yang padat dan berantakan, perpustakaan ini hadir bagaikan oasis ilmu pengetahuan yang sejuk dan menginspirasi. Ia bukan hanya simbol kejayaan intelektual masa lalu, tetapi juga harapan bahwa Mesir masih menyimpan bara semangat untuk bangkit melalui ilmu dan budaya.

Saat berkunjung ke National Research Institute of Astronomy and Geophysics (NRIAG) di Helwan.

Selain itu, saya juga berkesempatan mengunjungi National Research Institute of Astronomy and Geophysics (NRIAG) di Helwan, sekitar satu jam perjalanan dari Kairo. Terletak di tengah padang pasir yang gersang, lembaga ini menyimpan fasilitas riset yang mengagumkan: mulai dari observatorium astronomi yang canggih, hingga laboratorium geofisika yang meneliti struktur bumi dan fenomena alam. Saya bertemu dengan para profesor dan peneliti yang bekerja mendalami langit dan inti bumi sebuah pengingat bahwa di balik wajah kota yang kumuh, peradaban ilmu pengetahuan dan teknologi di Mesir tetap hidup dan terus berdenyut. Tempat ini adalah bukti bahwa Mesir masih menjadi rumah bagi riset-riset besar dan mimpi-mimpi sains yang melampaui batas zaman.

Mesir tetaplah negeri yang luar biasa dalam narasi sejarah dan spiritualitas. Tetapi di balik warisan agung itu, ia juga menghadirkan kenyataan yang pahit. Mesir adalah negeri paradoks: tempat lahirnya peradaban, namun terjebak dalam ketertinggalan yang nyata.

Di antara reruntuhan dan kesemrawutan, masih ada titik-titik cahaya dan Universitas Al Azhar, perpustakaan Alexandria serta NRIAG adalah sebagian di antaranya. (*)

Tags: MesirRudianto
Previous Post

UM Bandung Libatkan Dinkes dan Praktisi UMKM dalam Pembekalan KKN 2025

Next Post

PWA Sumut Gelar Seminar ‘Pemberdayaan Perempuan Melalui Aksi Nyata Aisyiyah”

Related Posts

Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Kunjungi UMSU, Chosun University Korea Selatan Gelar Pertunjukan Tari Tradisional

Kunjungi UMSU, Chosun University Korea Selatan Gelar Pertunjukan Tari Tradisional

30 Juni 2026
103
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Next Post
PWA Sumut Gelar Seminar ‘Pemberdayaan Perempuan Melalui Aksi Nyata Aisyiyah”

PWA Sumut Gelar Seminar 'Pemberdayaan Perempuan Melalui Aksi Nyata Aisyiyah"

Alexandria: Eksotisme Sejarah The Great Alexander

Alexandria: Eksotisme Sejarah The Great Alexander

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan