TAJDID.ID-Medan || Dengan memperhatikan protokol kesehatan yang cukup ketat, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar wisuda ke II tahun 2020.
Kali ini ada UMSU mewisuda sebanyak 1.653 mahasiswa untuk tingkatan Magister, dokter, Sarjana dan Ahli Madya. Wisuda akan berlangsung selama empat hari, dimulai Sabtu (19/12), Senin (21/12), Selasa ( 22/12) dan Rabu (23/12) di Auditorium Kampus Utama, Jl Muhtar Basri, Medan.
Wisuda hari pertama berlangsung dua sesi. Sesi pertama Fakultas Kedokteran dan Fakultas Hukum sebanyak 218 orang, disusul sesi kedua pada siang harinya untuk Pascasarjana dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 220 orang. Pada sesi pertama, acara dihadiri Ketua L2Dikti Wilayah I Sumut Prof Dr Ibnu Hajar MSi.
Adapun total jumlah 1.653 mahasiswa yang diwisuda selama empat hari berasal dari Program Pascasarjana sebanyak 87 orang, Fakultas Kedokteran 59 orang, Fakultas Teknik 166 orang, Fakultas Hukum 156 orang, Fakultas FKIP 356 orang, Fakultas FISIP 135 orang. Fakultas Agama Islam 107 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 401 orang, Fakultas Pertanian 169 orang.
Pelaksanaan wisuda UMSU berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat. Tidak seperti acara wisuda lazismnya yang dihadiri orang tua dan keluarga. Orang tua dan keluarga hanya bisa menyaksikannya melalui tayangan live streaming Youtube atau melalui UMSUtv.
Selain orangtua dan keluarga yang tidak bisa hadir di ruang wisuda panitia juga tidak mengundang banyak tokoh. Demikian juga dengan petugas, yang bisa memasuki ruangan adalah petugas khusus dengan jumlah yang terbatas.
Seluruh orang yang hadir di ruangan sudah harus melalui pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, menggunakan masker dan faceshield dengan tempat duduk berjarak. Proses wisuda pun tidak berlangsung panjang seperti tradisi UMSU selama ini melainkan hanya protololer acara penting saja yang dilakukan.
***

Dalam pidato wisudanya Rektor UMSU Dr. Agussani MAP menyampaikan ucapkan selamat kepada seluruh wisudawan beserta orang tua dan keluarga wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan studi di UMSU.
“Atas nama pimpinan universitas dan seluruh civitas akademika UMSU, saya menyampaikan permohonan maaf, karena disebabkan kondisi yang masih pandemi Covid-19 maka acara wisuda ini kita gelar dengan penuh pembatasan, salahsatunya dengan tidak ada pendampingan orang tua. Tapi kita tetap berupaya untuk menyelenggarakannya secara maksimal, salah satunya dengan menayangkan wisuda ini melalui aplikasi zoom dan youtube,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa pandemi Covid19 telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Penerapan PSBB dibanyak daerah telah mengubah prilaku hidup masyarakat. Salah satunya adalah, semakin berkurangnya orang berkunjung kerumah sakit, Mengutip rilis MarkPlus, pada Juni 2020, sebanyak 71,8 persen responden mengaku tak lagi mengunjungi rumah sakit.
“Sekarang masyarakat telah mengucap cara mendapatkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan berbagai aplikasi seperti e-Kesehatan, hallodok, halodokter serta pulse. Perubahan ini harus menjdi perhatian semua wisudawan terkhusus lulusan dari Fakultas Kedokteran,” ujarnya.
Agussani juga menyinggung soal kebijakan pemerintah melalui UU No.11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dimana jumlah pembayaran dengan menggunakan transaksi elektronik dan kartu digital terus meningkat.
“Tentunya kecenderungan ini dipastikan membawa perubahan dibidang ekonomi. Karena itu semua wisudawan perlu memahami perubahan dan cepat melakukan perubahan polapikir,” katanya.
Diakhir pidatonya, kepada para wisudawan dan wisudawati Agussani menyampaikan, ia yakin seluruh ikhtiar yang telah dilalui para wisudawan/i semasa kuliah telah membentuk karakter, kompetensi, keilmuan dan keterampilan untuk mampu menciptakan dan memanfaatkan peluang sebagai momentum juntuk bisa sukses dan memberikan manfaat serta kebanggaan bagi keluarga dan bangsa.
***

Dalam sambutannya, Kepala L2DIKTI Wilayah 1 Sumut Prof Dr Ibnu Hajar MSi menjelaskan tentang Program Kampus Merdeka yang menjadi kebijakan Kemendikbud Nadiem Makarim,
Menurutnya, Program Kampus Merdeka adalah sebuah keniscayaan yang membuat setiap kampus harus terus berupaya melakukan transformasi dan akselerasi dalam tatakelola perguruan tinggi.
“Kampus merdeka memiliki tujuan untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan jamannya,” ujarnya.
Melalui Kampus Merdek, kata Ibnu Hajar, akan diciptakan ruang kepada dosen dan mahasiswa sebuah proses pendidikan yang fleksibel dimana nantinya adanya kesempatan memberikan mahasiswa untuk belajar di luar progam studinya disamping memberi ruang untuk proses belajar dilapangan seperti magang untuk mendapatkan pengalaman baru.
Ia memberi contoh adanya kampus Fakultas Kedokteran yang melakukan intership antar kampus dan antar negara. Diharapkan UMSU sudah dan akan melakukan program itu, harap Kepala L2DIKTI itu.
***
Pelaksanaan wisuda sesi pertama dan kedua pada Sabtu (19/12) ditandai dengan tampilnya mahasiswa terbaik dan mahasiswa berprestasi dari Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran, Pascasarjana dan Fakultas FISIP.
Wisuda Periode ke II tahun 2020 sesi pertama dan kedua dihadiri para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan masing-masing Fakultas. (*)