Oleh: Jufri
Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi
Siang ini, langkah silaturahmi bergerak dari ruang institusi menuju hamparan kandang sapi di Serdang Bedagai. Direktur Siber Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Dr Bayu Wicaksono, hadir bersama Ketua PD Muhammadiyah Serdang Bedagai Akhyar MSP, untuk mengunjungi peternakan sapi milik warga Persyarikatan, Arie Tukiman, di Pematang Pelintahan, Sei Rampah, dengan kandang di Desa Simpang Empat Senayan.
Kunjungan ini mungkin terlihat sederhana: meninjau peternakan, berdialog santai, dan meneguk kopi desa. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan pesan besar tentang masa depan bangsa—bahwa keamanan, ekonomi umat, dan literasi digital tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
Ketika Polisi Datang Bukan untuk Menangkap, Tapi Menyapa
Ada pesan psikologis yang kuat ketika aparat keamanan hadir di tengah aktivitas ekonomi rakyat. Polisi bukan hanya simbol penegakan hukum, tetapi juga mitra masyarakat. Kehadiran Direktur Siber di kandang sapi memberi makna bahwa keamanan hari ini tidak hanya soal patroli jalanan, tetapi juga perlindungan ruang digital yang semakin dekat dengan kehidupan warga desa.
Peternakan sapi adalah simbol ketahanan pangan. Sementara dunia siber adalah simbol ketahanan masa depan. Pertemuan keduanya menghadirkan narasi baru: desa tidak boleh tertinggal dalam transformasi digital, dan keamanan siber harus menjangkau hingga ke akar rumput.
Muhammadiyah, Ekonomi Umat, dan Spirit Kemandirian
Bagi Muhammadiyah, usaha ekonomi warga bukan sekadar aktivitas bisnis. Ia adalah gerakan kemandirian. Peternakan milik warga Persyarikatan adalah bukti bahwa dakwah tidak hanya dilakukan di mimbar, tetapi juga di ladang, kandang, sekolah, dan ruang usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PD Muhammadiyah Serdang Bedagai Akhyar MSP menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan persaudaraan dari Mas Bayu. Ia berharap pertemuan ini menjadi bagian penting dari kolaborasi dan sinergi antara Muhammadiyah dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam membangun masyarakat yang aman, berdaya, dan berkemajuan.
Dari Desa untuk Indonesia
Di tengah kandang sapi, percakapan tentang keamanan siber mungkin terdengar tidak biasa. Namun justru di sanalah letak kekuatannya. Indonesia tidak dibangun hanya dari ruang rapat dan gedung tinggi, tetapi dari desa-desa yang produktif, aman, dan berdaya.
Silaturahmi ini mengajarkan satu hal penting: membangun bangsa tidak selalu harus dengan pidato besar. Kadang cukup dengan datang, menyapa, mendengar, dan berjalan bersama. Dari kandang sapi di Serdang Bedagai, kita diingatkan bahwa masa depan Indonesia lahir dari kolaborasi—antara negara, masyarakat, dan semangat gotong royong yang tak pernah padam. (*)
Silaturahmi Kolaborasi sinergi Harmoni







