• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Sabtu, Maret 21, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Kafilah itu Bernama Muhammadiyah

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/03/21
in Islam, Kemuhammadiyahan, Muhammadiyah, Opini, Tilikan
0
Kafilah itu Bernama Muhammadiyah
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

✍️ M. Risfan Sihaloho

 

Selama ini, Muhammadiyah kerap dipuji sebagai organisasi Islam yang rapi, modern, dan unggul dalam tata kelola. Pujian itu bukan basa-basi. Lihat saja jejaknya: sekolah bertebaran, perguruan tinggi bertumbuh, rumah sakit menjamur, dan semuanya dikelola dengan standar profesional yang bahkan kerap melampaui lembaga negara.

Ini bukan kebetulan. Ini hasil dari satu hal yang jarang dimiliki banyak organisasi: visi yang dijalankan, bukan sekadar dipajang.

Visi itu bernama ‘Islam Berkemajuan”.

Namun masalahnya, “berkemajuan” tidak pernah menjadi istilah yang netral. Ia selalu mengandung konsekuensi: bergerak ke depan, meninggalkan yang usang, dan—ini yang sering bikin panas—mungkin tidak selalu sejalan dengan arus utama.

Muhammadiyah tidak hanya menjadikan “berkemajuan” sebagai slogan, tetapi sebagai karakter. Ia tampak dalam keberanian mengambil keputusan berbasis ilmu, termasuk dalam hal yang sensitif seperti penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri yang memicu polemik publik, ketika organisasi ini menggunakan hisab, sebuah metode astronomi yang presisi.

Sebagian orang melihatnya sebagai kecanggihan. Tapi sebagian lain, entah karena tidak paham atau tidak siap, buru-buru memberi label: menyimpang, berbeda sendiri, bahkan “membangkang”.

Padahal, sejak kapan perbedaan metode ilmiah menjadi bentuk pembangkangan?

Di sini letak problemnya. Di negeri yang katanya menjunjung ilmu, keputusan berbasis sains justru sering diperlakukan seperti ancaman. Muhammadiyah, dengan segala konsistensinya, seperti mengganggu kenyamanan sebagian pihak yang lebih betah dalam zona tradisi tanpa evaluasi.

Lebih ironis lagi, kritik yang dilontarkan seringkali bukan berbasis argumen, melainkan sentimen. Seolah-olah, kebenaran harus menunggu keseragaman. Seolah-olah, berbeda itu dosa.

Padahal kalau mau jujur, yang benar-benar mengkhawatirkan bukanlah mereka yang bergerak maju, tapi mereka yang diam—atau lebih buruk, berjalan mundur sambil merasa paling benar.

“Berkemajuan” memang punya sejumlah antonim: seperti mundur,  jumud, stagnan, dan alergi terhadap perubahan. Dan dalam banyak kasus, resistensi terhadap Muhammadiyah lebih mencerminkan kegamangan pihak lain menghadapi perubahan, bukan kesalahan Muhammadiyah itu sendiri.

Muhammadiyah sudah memilih jalannya sejak lama—jauh sebelum republik ini berdiri. Ia tidak lahir dari ruang kosong, tetapi dari kegelisahan terhadap kejumudan umat. Maka tidak heran jika DNA-nya adalah pembaruan (tajdid), bukan pengulangan.

Dan soal loyalitas? Tidak perlu diragukan. Organisasi ini sudah berkontribusi bahkan ketika negara belum punya bentuk.

Jadi, tudingan “pembangkangan” itu terasa bukan hanya berlebihan, tapi juga ahistoris—seolah lupa siapa yang sudah lama bekerja dalam diam.

Yang menarik, Muhammadiyah tampaknya tidak terlalu peduli dengan cibiran. Ia tetap berjalan. Tidak reaktif, tidak baper, tidak sibuk klarifikasi berlebihan. Ini mungkin karena satu kesadaran sederhana: kemajuan tidak pernah lahir dari keramaian tepuk tangan, tapi dari keteguhan memegang prinsip.

Akhirnya, kita sampai pada pertanyaan yang lebih jujur:
yang bermasalah itu Muhammadiyah, atau cara kelompok tertentu dalam memandang perbedaan?

Kalau “berkemajuan” terus dianggap ancaman, mungkin yang perlu diperbaiki bukan Muhammadiyah—melainkan cara berpikir kelompok yang masih nyaman hidup di masa lalu.

Dan di tengah riuhnya suara-suara sumbang yang gemar mencibir setiap langkah maju, ada satu pepatah lama yang tampaknya masih relevan—meski terdengar sedikit pedas: “anjing menggonggong, kafilah berlalu”.

Dalam konteks ini,  Muhammadiyah tampaknya memilih menjadi kafilah itu—tetap berjalan dengan style berkemajuannya, tanpa perlu repot menghitung berapa banyak intensitas gonggongan yang tertinggal di belakang.

Ya. Muhammadiyah akan tetap istiqomah di jalur  berkemajuannya—dengan atau tanpa persetujuan. (*)

Tags: Islam BerkemajuanMuhammadiyah
Previous Post

Khatib Shalat Id di Krida Mangkubumen, Ustadz Dwi Jatmiko Ungkap 5 Kunci Negeri yang Berkah

Related Posts

Kayu Gelondongan dan Hutan Kita

Khidmat Muhammadiyah dan Alarm Peradaban Bangsa

10 Maret 2026
123
Ranting Muhammadiyah Penting Wujudkan Lingkungan ASRI di Hari Peduli Sampah Nasional

Ranting Muhammadiyah Penting Wujudkan Lingkungan ASRI di Hari Peduli Sampah Nasional

22 Februari 2026
130
Kayu Gelondongan dan Hutan Kita

Bermuhammadiyah yang Ikhlas: Spirit Kader Muhammadiyah Berkemajuan

6 Februari 2026
129
Bermuhammadiyah: Antara Amal, Kuasa, dan Ujian Akhlak

Bermuhammadiyah: Antara Amal, Kuasa, dan Ujian Akhlak

25 Januari 2026
136
Muhammadiyah Cinta Indonesia: Darul Ahdi wa Syahadah sebagai Jalan Bernegara

Muhammadiyah Cinta Indonesia: Darul Ahdi wa Syahadah sebagai Jalan Bernegara

24 Januari 2026
135
Muhammadiyah Vibes

Muhammadiyah Vibes

19 Januari 2026
221

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In