TAJDID.ID~OKU Timur 🔳 Lazismu OKU Timur mengadakan Kajian Ramadhan Section 2 dilaksanakan di Zoom Meeting (daring) dan Live streaming Youtube pada Sabtu (07/03/2026).
Kajian Ramadhan Section 2 kali ini Lazismu OKU Timur menghadirkan narasumber inspiratif yakni Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I.. Beliau merupakan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan, dan juga Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Palembang.
Pemateri Kajian Section 2 Lazismu, Dr. Suroso PR, S.Ag., M.Pd.I. menyampaikan zakat itu adalah perintah dan bahkan Allah katakan dalam surah at-Taubah ayat 103. Jadi kata Allah ambil sebagian atau zakat. Kaidah bahasa Arab Fi’il amr perintah ambillah sebagian hartamu untuk membersihkan harta kita.
Jadi kalau kita mempunyai misalnya uang sebanyak 400 juta, maka ambil 2,5% dari 400 juta, 10 juta harus dikeluarkan. Nah, metode mengeluarkannya ini sudah dalam surah at-Taubah ayat 60 bahwa Allah memerintahkan kepada kita zakat itu diberikan, istilahnya delapan asnaf. Delapan asnaf diantaranya yakni: Fakir, Miskin, Amil, Muallaf, Riqab, Gharimin, Sabilillah, dan Ibnu Sabil (musafir).
Dalam Hadist Muslim, Hadis Bukhari, ada penghuni kubur yang saat itu dia berteriak-teriak untuk minta kembali ke dunia hanya persoalan ingin bersedekah. Karena sedekah itulah yang akan menolong kita. Zakat infak itu yang akan menolong kita.
Ada hadis yang popular, bagi kita kalau soal kematian. Apa kata Rasulullah? Jadi ketika anak Adam ini mati maka putuslah hubungan di dunia kecuali tiga perkara yaitu sedekah.
Kami mengajak kepada kita semua dan Lazismu adalah lembaga yang resmi milik Persyarikatan Muhammadiyah yang telah diputuskan pada Muktamar Muhammadiyah dan ini sudah masif mulai dari Pimpinan Pusat sampai Wilayah bahkan ke Daerah-Daerah.
“Kita punya Lembaga Lazismu ini banyak kader-kader kita yang ingin melanjutkan. Mungkin ada yang S1, ada yang S2, ada yang S3 yang tentu membutuhkan biaya untuk kegiatan kependidikannya itu, Beasiswa Mentari, Beasiswa Sang Surya. Nah, masuk di mana itu? Masuk di fisabilillah. Mereka berjuang di jalan Allah. Kenapa? Nanti ketika dia mendapatkan ilmu itu tentu akan ditransfernya ilmu itu. Nah, hal inilah yang menjadikan orang-orang yang berjuang di jalan Allah lewat dunia Pendidikan,” ujar Suroso.
“Karena Ahmad Dahlan sebagai top leader Muhammadiyah awal atau Founding Fathers kita yang mencanangkan dengan istilah teologi Al-Maun itu bagaimana membangkitkan semangat pendidikan. Karena dengan pendidikan itu kita akan terhindar dari atau pengentasan kebodohan tadi. Jauh dari kebodohan kita akan menjadi orang yang paham, orang yang tahu, orang yang mengerti. Nah, tugas dari lazismu tadi bagaimana fisabilillah ini diopeni, diurusi, ya. bukan yang lain diabaikan,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Lazismu OKU Timur, Preli Yulianto, SP mengatakan Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar, melainkan momentum terbaik untuk menanam investasi masa depan di akhirat.
Melalui Kajian Ramadhan mengusung tema “Investasi Akhirat: Memutus Rantai Kemiskinan melalui Pendidikan”. Kami ingin menekankan bahwa kemiskinan sering kali merupakan lingkaran yang hanya bisa diputus dengan ilmu.
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh. Ketika kita menyisihkan sebagian harta melalui zakat, infak, dan sedekah untuk menyekolahkan anak-anak dari keluarga kurang mampu, kita tidak hanya memberi mereka makan untuk hari ini, tetapi kita sedang membangun kemandirian ekonomi mereka di masa depan. Inilah bentuk nyata dari amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan bantuan yang mengubah nasib seseorang secara berkelanjutan, mari kita wujudkan komitmen melalui beasiswa Mentari dan beasiswa sang surya,” ujar Prely pada awak media pada Senin (09/03/2026).
“Lazismu OKU Timur berkomitmen menjadikan dana kedermawanan Anda sebagai jembatan bagi anak-anak di daerah kita untuk meraih pendidikan tinggi, sehingga kelak mereka mampu mengangkat martabat keluarganya dan keluar dari jerat kemiskinan. Mari jadikan Ramadhan ini sebagai langkah awal investasi akhirat kita yang paling strategis,” tutupnya. (Laz)








