• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Rabu, Maret 11, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Khidmat Muhammadiyah dan Alarm Peradaban Bangsa

Jufri by Jufri
2026/03/10
in Jufri Daily, Muhammadiyah, Muktamar 49, Nasional, Opini
0
Kayu Gelondongan dan Hutan Kita
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

✍️ Jufri

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi

 

Sering kali sebuah bangsa baru menyadari tantangan peradabannya ketika tanda-tanda krisis mulai tampak di depan mata. Di tengah kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang terus didengungkan, Indonesia sesungguhnya sedang menghadapi sebuah persoalan mendasar: masa depan generasi mudanya.

Setiap tahun jutaan lulusan baru memasuki dunia kerja, namun peluang yang tersedia jauh lebih kecil dari jumlah mereka yang berharap mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Kesenjangan ini bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi alarm peradaban yang menuntut perhatian serius dari semua kekuatan sosial bangsa, termasuk Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang sejak awal berdiri menempatkan pendidikan, pencerahan, dan khidmat sosial sebagai jalan membangun masa depan umat dan bangsa.

Setiap gerakan besar dalam sejarah selalu bertumpu pada dua kekuatan utama: kejernihan gagasan dan ketulusan pengabdian. Tanpa gagasan yang kuat, sebuah gerakan akan kehilangan arah. Tanpa pengabdian yang nyata, gagasan hanya akan berhenti sebagai wacana.

Muhammadiyah sejak awal berdirinya memadukan keduanya, cara berpikir yang tajdid dan khidmat yang berkelanjutan, sehingga mampu bertahan lebih dari satu abad sebagai gerakan Islam yang memberi manfaat luas bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Dalam berbagai kesempatan, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir mengingatkan bahwa khidmat merupakan jembatan emas peradaban. Sehebat apa pun iman dan takwa, seluas apa pun ilmu yang dimiliki, dan setinggi apa pun semangat pembaruan, semuanya tidak akan membawa kemaslahatan jika tidak diwujudkan dalam kerja nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Pesan ini sejalan dengan ruh awal Muhammadiyah yang dirintis oleh KH. Ahmad Dahlan lebih dari satu abad yang lalu. Ketika Muhammadiyah berdiri pada tahun 1912, organisasi ini tidak hanya menghadirkan ceramah keagamaan, tetapi juga langsung menyentuh persoalan nyata masyarakat. Sekolah didirikan, rumah sakit dibangun, panti asuhan diselenggarakan, dan berbagai amal usaha dikembangkan. Islam tidak hanya diajarkan sebagai doktrin, tetapi diwujudkan sebagai solusi bagi kehidupan.

Namun khidmat dalam Muhammadiyah tidak berdiri sendiri. Ia bertumpu pada cara berpikir yang khas. Muhammadiyah bukan sekadar organisasi yang tertata secara struktural, tetapi juga merupakan manhaj pemikiran, yakni sistem ideologis dan metodologis yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah serta berorientasi pada tajdid, pembaruan yang terus-menerus agar Islam tetap relevan dalam menghadapi perkembangan zaman.

Cara berpikir tajdid inilah yang menuntut warga dan kader Muhammadiyah untuk tetap menjaga nalar kritis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nalar kritis bukan berarti sikap yang selalu menentang atau memusuhi kekuasaan, tetapi kemampuan untuk melihat persoalan secara jernih, objektif, dan bertanggung jawab demi kepentingan umat dan bangsa.

Dengan nalar kritis, kader Muhammadiyah dapat tetap menjadi kekuatan moral yang menjaga arah perjalanan bangsa agar tetap berada dalam koridor keadilan, kemajuan, dan kemaslahatan bersama.

Dalam perspektif ini, Muhammadiyah juga memandang dunia tidak secara sempit. Alam semesta tidak hanya dilihat sebagai objek yang dapat dieksploitasi, tetapi sebagai ciptaan Allah yang harus dihormati dan dijaga. Manusia diajak untuk bersahabat dengan alam dan berdialog dengan kehidupan, sehingga peradaban yang dibangun tidak merusak keseimbangan yang telah diciptakan Tuhan.

Di tengah perjalanan bangsa Indonesia hari ini, tantangan peradaban juga terlihat jelas dalam persoalan ketenagakerjaan. Data menunjukkan bahwa setiap tahun sekitar 5,17 juta lulusan baru dari berbagai jenjang pendidikan memasuki dunia kerja. Sementara itu, peluang kerja baru yang tersedia hanya sekitar 1,5 juta setiap tahunnya. Artinya terdapat kesenjangan lebih dari 3,6 juta tenaga kerja setiap tahun.

Angka ini bukan sekadar statistik ekonomi. Ia adalah alarm sosial dan alarm peradaban.

Jika kesenjangan ini terus berlangsung, maka jutaan generasi muda akan menghadapi ketidakpastian masa depan. Pengangguran, ketimpangan sosial, dan kekecewaan generasi muda dapat menjadi persoalan serius yang mempengaruhi stabilitas sosial dan arah pembangunan bangsa.

Bagi Muhammadiyah, situasi ini seharusnya menjadi panggilan moral dan intelektual. Sebagai gerakan yang sejak awal bergerak di bidang pendidikan, Muhammadiyah tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang mandiri, kreatif, dan mampu menciptakan lapangan kerja.

Di sinilah pendidikan Muhammadiyah perlu terus melakukan pembaruan. Sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta kerja, melalui penguatan kewirausahaan, inovasi teknologi, serta karakter kerja yang tangguh.

Dalam konteks itulah Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumatera Utara memiliki makna yang sangat penting. Muktamar bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan, tetapi momentum refleksi sejarah sekaligus perumusan arah masa depan gerakan.

Sumatera Utara sendiri memiliki jejak historis yang kuat dalam perjalanan Muhammadiyah. Sejak masa awal penyebarannya di wilayah Sumatera, kader-kader Muhammadiyah telah memainkan peran penting dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial. Amal usaha Muhammadiyah di daerah ini menjadi bukti bahwa semangat khidmat telah tumbuh dan berakar di tengah masyarakat.

Karena itu, Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumatera Utara bukan hanya peristiwa organisatoris, tetapi juga peneguhan arah peradaban. Muhammadiyah harus terus menjaga dua kekuatan utamanya: cara berpikir tajdid dan khidmat yang nyata.

Jika keduanya tetap hidup dalam diri para kadernya, maka Muhammadiyah akan terus menjadi kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang memberi pencerahan bagi bangsa Indonesia.

Dan dari Sumatera Utara, harapan itu kembali diteguhkan: bahwa Muhammadiyah akan terus melangkah menyalakan pencerahan, menjaga nalar kritis, serta menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. (*)

Silaturahmi-Kolaborasi-Sinergi-Harmoni

Tags: MuhammadiyahMuktamar 49
Previous Post

PT BNA Laksanakan Khatam Quran dan Buka Puasa Bersama

Next Post

Safari DMI Simalungun Bawa 3 Pesan di BKM Taqwa Serbalawan

Related Posts

Rektor UMSU Sosialisasikan Muktamar 49 Muhammadiyah di Pesantren Mu’allimin Riau

Rektor UMSU Sosialisasikan Muktamar 49 Muhammadiyah di Pesantren Mu’allimin Riau

10 Maret 2026
114
Muhammadiyah, Civil Society, dan Panggilan Sejarah Muktamar ke-49

Muhammadiyah, Civil Society, dan Panggilan Sejarah Muktamar ke-49

9 Maret 2026
118
Kekompakan Pemimpin, Kekuatan Organisasi

Kekompakan Pemimpin, Kekuatan Organisasi

8 Maret 2026
123
Napak Tilas Sejarah dan Membangkit Batang Terendam

Napak Tilas Sejarah dan Membangkit Batang Terendam

7 Maret 2026
128
UMSU Bangun Masjid KH Ahmad Dahlan di Kampus Terpadu, BSI Sumbang Rp2 M

UMSU Bangun Masjid KH Ahmad Dahlan di Kampus Terpadu, BSI Sumbang Rp2 M

1 Maret 2026
110
Menuju 70 Tahun UMSU dan Muktamar ke-49 tahun 2027: Ikhtiar Menyambut Indonesia Berkemajuan

Menuju 70 Tahun UMSU dan Muktamar ke-49 tahun 2027: Ikhtiar Menyambut Indonesia Berkemajuan

28 Februari 2026
128
Next Post
Safari DMI Simalungun Bawa 3 Pesan di BKM Taqwa Serbalawan

Safari DMI Simalungun Bawa 3 Pesan di BKM Taqwa Serbalawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In