• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Selasa, Maret 10, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Eco Bhinneka Muhammadiyah~WWF Dorong Konservasi Inklusif Libatkan Difabel di Pontianak

Redaksi~1 by Redaksi~1
2026/03/09
in Daerah, Muhammadiyah
0
Eco Bhinneka Muhammadiyah~WWF Dorong Konservasi Inklusif Libatkan Difabel di Pontianak
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Pontianak 🔳 Gerakan konservasi lingkungan yang inklusif mulai diperkuat di Kalimantan Barat. Melalui program Together for People and Planet (ToPP) GreenAbility, Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama WWF Indonesia menggelar kegiatan Silaturahmi dan Asesmen Program di Pontianak pada Jumat–Sabtu, 6–7 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memetakan kebutuhan komunitas penyandang difabel sekaligus membangun kolaborasi lintas iman dan komunitas dalam memperkuat gerakan konservasi yang lebih inklusif dan berkeadilan sosial. Asesmen ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, organisasi perempuan, Himpunan Difabel Muhammadiyah (Hidimu), Yayasan Parapreneur Indonesia Bahagia, komunitas lokal, organisasi masyarakat sipil, tokoh-pemuda lintas iman, hingga perwakilan Dinas Sosial Provinsi dan Kota Pontianak.

Dr. Samsul Hidayat, M.A. dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari isu keadilan sosial dan keberpihakan kepada kelompok rentan. “Persoalan lingkungan hari ini bukan hanya soal alam, tetapi juga soal keadilan sosial. Kita tidak boleh membiarkan kelompok rentan, termasuk saudara-saudara kita penyandang difabel, berada di pinggir dari upaya menjaga bumi. Program ini menjadi langkah penting agar gerakan konservasi benar-benar inklusif,” ujarnya saat membuka kegiatan secara resmi.

Ia menambahkan bahwa dakwah Muhammadiyah harus hadir dalam berbagai persoalan kemanusiaan, termasuk krisis lingkungan. “Melalui kolaborasi ini kita ingin menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya berbicara soal ibadah ritual, tetapi juga tentang cara merawat bumi dan memberdayakan masyarakat, termasuk penyandang difabel agar memiliki ruang yang setara dalam pembangunan,” kata Samsul Hidayat yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak serta Ketua ICMI Orda Kota Pontianak.

Sementara itu, Mupahir dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pontianak menilai Pontianak dan Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk menjadi model gerakan lingkungan berbasis komunitas. “Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Program ToPP GreenAbility sendiri bertujuan mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi komunitas, khususnya bagi penyandang difabel.

Menurut Intan Mustikasari, Program Manager ToPP GreenAbility Eco Bhinneka Muhammadiyah, Kalimantan Barat dipilih sebagai salah satu area penting karena memiliki kekayaan biodiversitas yang tinggi sekaligus menghadapi tekanan lingkungan yang serius.

“Kalimantan Barat merupakan bagian penting dari bentang alam Borneo yang memiliki keanekaragaman hayati luar biasa. Namun kawasan ini juga menghadapi berbagai tekanan seperti deforestasi, perubahan penggunaan lahan, serta dampak perubahan iklim,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kelompok difabel sering menjadi pihak yang paling rentan saat terjadi krisis lingkungan. “Mulai dari keterbatasan akses terhadap informasi bencana hingga hambatan mobilitas dalam memperoleh sumber daya, penyandang difabel sering kali menghadapi tantangan yang lebih besar ketika terjadi krisis lingkungan,” kata Intan.

Melalui kegiatan silaturahmi dan asesmen ini, para fasilitator program memetakan jaringan komunitas difabel lintas iman, organisasi masyarakat sipil, serta peluang kolaborasi dalam isu konservasi dan pemberdayaan ekonomi.

Silaturahmi dan Asesmen Bersama Komunitas Pemuda Lintas Iman

Pada hari kedua kegiatan, tim program juga melakukan asesmen lapangan dan silaturahmi komunitas di Kafe ½ (Satuperdua) Kopi Tiam Pontianak untuk memperdalam pemetaan kebutuhan serta peluang pengembangan program. Kafe yang telah aktif sejak pertengahan 2024 ini dikenal sebagai salah satu episentrum gerakan pemberdayaan penyandang difabel di Pontianak. Sebagian besar karyawannya merupakan penyandang difabel yang terlibat langsung dalam pengelolaan usaha dan pelayanan kepada pelanggan.

Selain mengelola usaha kafe, komunitas ini juga mengembangkan berbagai pelatihan keterampilan hidup bagi penyandang difabel, seperti menjahit, tata rias (make up artist), produksi makanan ringan dengan standar rasa dan kemasan yang menarik, hingga pelatihan keterampilan teknis seperti bengkel, pertanian, dan peternakan.

“Inisiatif ini menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu menjadi pelaku utama dalam kegiatan ekonomi produktif dan pemberdayaan komunitas,” kata

Mustaat Saman, pendiri Yayasan Parapreneur Indonesia Bahagia sekaligus Pembina Himpunan Difabel Muhammadiyah Kalimantan Barat.

Wayan perwakilan dari Pemuda Hindu menyampaikan bahwa secara formal belum ada kebijakan khusus mengenai gerakan inklusi dalam organisasinya. Namun, landasan dasarnya ada pada ajaran agama, yaitu Tat Twam Asi (Aku adalah engkau), bahwa semua manusia setara sebagai ciptaan Tuhan, Ahimsa (tidak menyakiti), dan Tri Hita Karana (hubungan harmonis antara Tuhan, manusia, dan alam). Ketiga hal ini melarang adanya diskriminasi.

Wayan berharap dengan adanya program ToPP GreenAbility, teman-teman Hindu bisa lebih terlibat dalam gerakan inklusi dan konservasi lingkungan.

Hasil asesmen ini nantinya akan menjadi dasar pengembangan program ToPP GreenAbility yang akan berlangsung selama 35 bulan, dengan fokus pada integrasi konservasi lingkungan, inklusi sosial, serta pemberdayaan ekonomi komunitas difabel di Kalimantan Barat.

Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat gerakan konservasi, tetapi juga membangun solidaritas lintas komunitas untuk merawat bumi secara bersama. (*)

✍️ Herma/Winda

 

Tags: Eco Bhinneka Muhammadiyah
Previous Post

Buka Puasa Bersama CV Anak Muda Mandiri Pererat Ukhuwah Pemuda Muhammadiyah Cabang Bumiayu

Next Post

Pakar Hukum Nilai Putusan Bebas Delpedro dkk Belum Berkekuatan Hukum Tetap

Related Posts

Keadilan Iklim dan Ekofeminisme: Pesan Gerakan Subuh Mengaji ‘Aisyiyah Jabar

Keadilan Iklim dan Ekofeminisme: Pesan Gerakan Subuh Mengaji ‘Aisyiyah Jabar

2 Januari 2026
116
Peluncuran Buku Spiritual Changemakers: Lentera Perubahan dari Keberagaman untuk Bumi dan Kemanusiaan

Peluncuran Buku Spiritual Changemakers: Lentera Perubahan dari Keberagaman untuk Bumi dan Kemanusiaan

13 September 2025
119
UMMU dan Eco Bhinneka Muhammadiyah Gelar Kuliah Umum: Merawat Bumi, Merajut Perdamaian

UMMU dan Eco Bhinneka Muhammadiyah Gelar Kuliah Umum: Merawat Bumi, Merajut Perdamaian

1 September 2025
121
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Berbasis Lingkungan Eco Bhinneka Muhammadiyah di Kota Ternate

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Berbasis Lingkungan Eco Bhinneka Muhammadiyah di Kota Ternate

27 Agustus 2025
126
Rancang Program Penguatan Pemuda Lintas Iman di Banyuwangi, Eco Bhinneka Muhammadiyah Lakukan Kajian Kewilayahan

Rancang Program Penguatan Pemuda Lintas Iman di Banyuwangi, Eco Bhinneka Muhammadiyah Lakukan Kajian Kewilayahan

13 Agustus 2025
119
Dari Jambore Lintas Iman dan Jadi bagian Sederek Eco Bhinneka, Pelajar ini Ubah Pandangan tentang Muhammadiyah

Dari Jambore Lintas Iman dan Jadi bagian Sederek Eco Bhinneka, Pelajar ini Ubah Pandangan tentang Muhammadiyah

13 Agustus 2025
129
Next Post
Dr Alpi Sahari: Penegakan Hukum terhadap Penghasutan Bukan Ancaman Kebebasan Sipil

Pakar Hukum Nilai Putusan Bebas Delpedro dkk Belum Berkekuatan Hukum Tetap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In