• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Selasa, Februari 24, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Di Antara Tulisan, Prasangka, dan Kedewasaan Bermedia Sosial

Jufri by Jufri
2026/02/23
in Jufri Daily, Nasional, Opini
0
Di Antara Tulisan, Prasangka, dan Kedewasaan Bermedia Sosial
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

✍️ Jufri

 

Ketika kita menulis sesuatu di media sosial, sesungguhnya kita sedang melepaskan pikiran ke ruang yang sangat luas. Ia bisa dibaca oleh kawan dekat, oleh orang yang hanya sekadar kenal nama, bahkan oleh mereka yang sama sekali tidak pernah kita temui. Di ruang itu, tulisan berdiri sendiri—tanpa nada suara, tanpa ekspresi wajah, tanpa penjelasan tambahan.

Ada yang membaca dengan seksama. Mengunyah kalimat demi kalimat. Memahami konteks dan maksudnya. Tetapi tidak sedikit pula yang membaca dengan membawa prasangkanya sendiri. Bahkan ada yang tidak benar-benar membaca, hanya menangkap satu dua kata, lalu membangun kesimpulan.

Namun, apakah itu sepenuhnya salah? Tidak juga.

Media sosial—sebagaimana namanya—adalah ruang sosial. Ia bukan ruang akademik yang steril, bukan pula forum ilmiah yang penuh tata tertib metodologis. Ia adalah ruang perjumpaan. Orang datang dengan latar belakang berbeda, dengan kepentingan berbeda, dengan beban pikiran yang juga berbeda. Di sana, interaksi berlangsung begitu saja. Sebagian bahkan tidak saling mengenal. Tidak tahu karakter satu sama lain. Tidak tahu jalan pikiran dan pengalaman hidup masing-masing.

Di sinilah sering terjadi pergeseran konteks.

Kita menulis tentang kebersamaan untuk menyukseskan sebuah agenda organisasi tingkat nasional. Yang kita maksud adalah gotong royong, partisipasi, dan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Tetapi tiba-tiba ada yang berkomentar tentang pentingnya berdakwah kepada wali kota agar jangan korupsi. Secara nilai mungkin sama-sama berbicara tentang kebaikan, tetapi secara konteks jelas tidak nyambung.

Kadang lain yang kita tulis, lain pula yang dibahas.

Inilah dinamika ruang maya. Tidak semua orang masuk untuk berdialog; sebagian masuk untuk melampiaskan. Ada yang membawa kegelisahan pribadi, ada yang membawa sentimen politik, ada pula yang memang gemar menggeser isu. Tulisan kita hanya menjadi pintu masuk bagi pikiran mereka sendiri.

Begitu pula dengan asumsi-asumsi yang dibangun hanya dari foto atau pertemuan. Ada yang menganggap kedekatan hanya karena duduk berdampingan. Padahal dalam diplomasi internasional, para pemimpin yang negaranya berkonflik pun bisa duduk satu meja. Dalam konflik panjang antara Israel dan Palestina misalnya, para tokohnya pernah hadir dalam forum yang sama. Duduk bersama bukan selalu tanda sepakat. Kadang itu justru bagian dari ikhtiar mencari titik temu.

Tetapi di media sosial, gambar sering dianggap kesimpulan. Duduk bersama dianggap satu barisan. Senyum dianggap dukungan total. Padahal hidup tidak sesederhana itu.

Karena itu, kedewasaan bermedia sosial menjadi penting.

Pertama, kita perlu sadar bahwa setelah tulisan dipublikasikan, ia bukan lagi sepenuhnya milik kita. Orang akan menafsirkannya dengan kerangka pikir masing-masing. Kita tidak bisa mengontrol semua pembacaan.

Kedua, jangan terlalu cepat tersulut oleh komentar yang melenceng. Tidak semua komentar harus diluruskan. Tidak semua kesalahpahaman harus dibalas. Ada kalanya diam adalah bentuk kebijaksanaan.

Ketiga, tetaplah konsisten pada gagasan. Jika kita menulis tentang kebersamaan, maka fokuslah pada kebersamaan. Jangan terpancing untuk keluar jalur hanya karena komentar yang ingin menggeser arah.

Keempat, perkuat niat. Jika niat kita adalah kebaikan, membangun organisasi, menguatkan ukhuwah, atau memberi edukasi, maka biarlah itu menjadi pegangan batin. Orang boleh berprasangka, tetapi kita tidak boleh kehilangan kejernihan.

Pada akhirnya, media sosial adalah cermin kematangan diri. Ia menguji kesabaran, menguji konsistensi, bahkan menguji keikhlasan. Di sana kita belajar bahwa tidak semua orang akan memahami, tidak semua orang akan sepakat, dan tidak semua orang akan membaca dengan adil.

Tetapi bukan berarti kita berhenti menulis.

Justru di tengah riuhnya prasangka dan salah paham, tulisan yang jernih dan berniat baik menjadi semakin penting. Bukan untuk memuaskan semua orang, tetapi untuk tetap menghadirkan nilai di ruang yang sering kali penuh kebisingan.

Karena tugas kita bukan memastikan semua orang setuju.

Tugas kita adalah menjaga agar pikiran tetap waras, hati tetap bersih, dan kata-kata tetap bermartabat.

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Tags: Media SosialTulisan Jufri
Previous Post

Siswa 14 Tahun di Tual Tewas, Mahupiki Soroti Mentalitas Aparat dan Desak Proses Pidana Transparan

Related Posts

Ramadan yang Menyatukan: Moderasi, Ilmu, dan Persaudaraan

Ramadan yang Menyatukan: Moderasi, Ilmu, dan Persaudaraan

17 Februari 2026
134
Nama yang Ditinggalkan, Makna yang Ditinggikan

Nama yang Ditinggalkan, Makna yang Ditinggikan

17 Februari 2026
128
Sabar dalam Konsep Islam Berkemajuan

Sabar dalam Konsep Islam Berkemajuan

13 Februari 2026
128
Kayu Gelondongan dan Hutan Kita

Bermuhammadiyah yang Ikhlas: Spirit Kader Muhammadiyah Berkemajuan

6 Februari 2026
128
MUI Sumut 2025–2030: Di Antara Musyawarah, Isu Kekuasaan, dan Beban Amanah

Majelis Ulama Indonesia: Antara Jembatan Umat dan Bayang-bayang Kekuasaan

2 Februari 2026
120
Berbeda sebagai Tradisi, Bersatu sebagai Etika

Berbeda sebagai Tradisi, Bersatu sebagai Etika

1 Februari 2026
124

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In