• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Minggu, Februari 22, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Prof Din Syamsuddin: Ekoteologi Harus Dirumuskan sebagai Solusi Krisis Global

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/02/22
in Internasional, Islam, Keislaman, Muhammadiyah, Nasional, PTM/A
0
Prof Din Syamsuddin: Ekoteologi Harus Dirumuskan sebagai Solusi Krisis Global
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Jember || Cendekiawan Muslim Indonesia, Din Syamsuddin, menegaskan pentingnya merumuskan konsep ekoteologi sebagai respons teologis terhadap krisis lingkungan global. Hal itu ia sampaikan dalam Kajian Ramadan PWM Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, isu lingkungan kini bukan lagi persoalan lokal, melainkan masalah peradaban dunia. Perubahan iklim (climate change), pemanasan global, hingga kerusakan ekosistem telah menjadi ancaman serius bagi masa depan manusia. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas agama untuk mengatasinya.

“Kita dulu berbagi teologi toleransi, sekarang saatnya berbagi teologi lingkungan hidup,” ujarnya.

Alam sebagai Subjek Ciptaan Allah

Din menjelaskan bahwa dalam perspektif Al-Qur’an, alam tidak boleh dipandang sekadar objek eksploitasi, melainkan subjek ciptaan Allah yang memiliki fungsi dalam sistem kehidupan. Istilah Al-Qur’an tentang alam menunjukkan posisi aktif ciptaan Tuhan dalam tatanan kosmis.

Ia mengutip firman Allah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi.” (QS. Fathir: 1)

Ayat ini, jelasnya, menegaskan bahwa penciptaan alam bukan peristiwa tanpa tujuan, melainkan mengandung fitrah keseimbangan yang harus dijaga manusia.

Ayat lain menegaskan prinsip keseimbangan:

وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ ۝ أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ

“Dan langit telah Dia tinggikan dan Dia letakkan keseimbangan, agar kamu tidak merusak keseimbangan itu.”
(QS. Ar-Rahman: 7–8)

Mandat Kekhalifahan Manusia

Ia juga menegaskan mandat kekhalifahan manusia di bumi:

إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”
(QS. Al-Baqarah: 30)

Menurut Din, kata khalifah tidak semata bermakna politik sebagaimana dipahami sebagian kalangan, melainkan bermakna peradaban manusia sebagai wakil Allah untuk membangun, memakmurkan, dan menjaga bumi. Ia menyebut konsep ini sebagai khilafah peradaban, bukan sekadar khilafah politik.

Ia menambahkan, konsep tanggung jawab menjaga bumi juga ditemukan dalam tradisi agama samawi lainnya, menandakan bahwa kepedulian lingkungan merupakan nilai universal lintas iman.

Bencana: Alamiah dan Akibat Ulah Manusia

Dalam kajian tafsir klasik seperti karya Fakhruddin ar-Razi dan Ahmad Mustafa al-Maraghi, dijelaskan bahwa musibah memiliki dua dimensi: ada yang terjadi karena proses alamiah dan ada yang merupakan akibat perbuatan manusia.

Al-Qur’an menegaskan:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia.” (QS. Ar-Rum: 41)

Karena itu, menurut Din, krisis lingkungan modern tidak bisa dilepaskan dari perilaku eksploitatif manusia seperti penggundulan hutan, pencemaran, dan eksploitasi sumber daya alam berlebihan.

Ia menilai Indonesia termasuk wilayah rawan bencana, baik karena faktor geologis maupun faktor manusia. Rentetan peristiwa seperti tsunami, gempa bumi, hingga erupsi gunung berapi menunjukkan bahwa keseimbangan alam sangat rentan terganggu.

Tanggung Jawab Kolektif Menjaga Kehidupan

Din menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW:

مَثَلُ القَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالوَاقِعِ فِيهَا، كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ…

“Perumpamaan orang yang menegakkan hukum Allah dan yang melanggarnya seperti kaum yang berada di kapal… Jika mereka membiarkan, semuanya binasa; jika mereka mencegah, semuanya selamat.” (HR. Bukhari)

Hadis tersebut, jelasnya, menunjukkan prinsip tanggung jawab sosial. Kerusakan yang dibiarkan oleh sebagian orang akan berdampak kepada semua.

Hadis lain memperingatkan pentingnya amar ma’ruf nahi mungkar:

لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ

“Sungguh kalian harus menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, atau Allah akan menimpakan azab kepada kalian.”
(HR. Tirmidzi)

Menurutnya, hadis tersebut menegaskan adanya hukum kausalitas moral: kerusakan sosial maupun lingkungan terjadi ketika kemungkaran dibiarkan.

Seruan Perumusan Ekoteologi Global

Din menekankan pentingnya merumuskan konsep ekoteologi secara sistematis agar dapat menjadi rujukan dunia internasional. Ia mendorong hasil kajian keislaman tentang lingkungan diterjemahkan ke berbagai bahasa dan dijadikan referensi global.

Ia juga menyoroti pentingnya transisi energi dari fosil menuju energi terbarukan untuk mencegah krisis iklim yang lebih parah di masa depan.

Perguruan tinggi, lembaga riset, dan organisasi keagamaan harus menjadi pelopor inovasi energi ramah lingkungan.

Menutup pemaparannya, ia menegaskan bahwa agama memiliki kekuatan moral besar untuk menyelamatkan bumi.

“Ekoteologi bukan sekadar konsep ilmiah, melainkan panggilan iman. Menjaga bumi adalah bagian dari ibadah,” tandasnya. (*)

✍️ Syahroni Nur Wachid

Tags: EkoteologiProf Din Syamsuddin
Previous Post

Kencing Cukong

Related Posts

UM Surabaya Dorong Kajian Ekoteologi sebagai Respons Krisis Lingkungan

UM Surabaya Dorong Kajian Ekoteologi sebagai Respons Krisis Lingkungan

21 November 2025
119

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In