• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Jumat, Februari 20, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

“Ojo Piya-Piye, Lakoni Wae” Just Do It dalam Spirit Ramadhan

Jufri by Jufri
2026/02/19
in Islam, Jufri Daily, Keislaman, Kemuhammadiyahan, Muhammadiyah, Opini
0
“Ojo Piya-Piye, Lakoni Wae” Just Do It dalam Spirit Ramadhan
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh : Jufri

“Ojo piya-piye, lakoni wae. Just do it .”

Kalimat sederhana itu menjadi penutup tulisan singkat Mas Abdul Mu’ti tentang puasa. Sederhana, membumi, tetapi menghunjam. Dalam bahasa Jawa yang akrab di telinga, ia mengingatkan: jangan terlalu banyak alasan—kerjakan saja.

Puasa, sebagaimana ia gambarkan, bukanlah beban administratif keislaman. Ia bukan sekadar perintah formal yang ditunaikan dengan wajah muram. Puasa adalah panggilan keimanan. Ia adalah bentuk perhatian dan kasih sayang Allah kepada orang-orang beriman. Sebuah kehormatan karena dipercaya menjaga diri. Sebuah penghargaan karena dianggap mampu menahan yang halal demi yang lebih mulia.

Karena itu, “ojo piya-piye” bukan ajakan untuk berpikir dangkal, tetapi seruan agar kita tidak terjebak dalam drama batin yang berlebihan. Kadang kita terlalu lama bernegosiasi dengan lapar, terlalu sibuk mengeluhkan lelah, terlalu mudah menjadikan kantuk sebagai alasan. Padahal puasa melatih ketegasan hati. Lakoni wae—just do it (lakukan saja).

Puasa mestinya dijalani dengan gembira. Puasa dengan spirit iman menuju taqwa dan Idul Fitri, bukan puasa penuh beban dan drama dengan tujuan sekadar lepas kewajiban lalu berujung pada “yang penting Lebaran”.

Idul Fitri berbeda dengan Lebaran. Idul Fitri adalah momentum spiritual—kembali kepada fitrah, kembali kepada kejernihan jiwa, kembali kepada komitmen ketaatan. Sementara Lebaran seringkali berhenti pada tradisi: pakaian baru, hidangan melimpah, dan suasana perayaan. Tidak salah dengan tradisi, tetapi jika puasa hanya ditujukan untuk sampai pada pesta, maka ruhnya hilang di tengah jalan.

Jika karena puasa kita lapar, itu memang wajar. Jika karena puasa kita lelah, itu biasa. Sejak awal kita tahu konsekuensinya. Tapi lapar bukan alasan untuk tidak produktif. Lelah bukan alasan untuk berhenti berbuat baik. Justru di situlah nilai puasa diuji: ketika keterbatasan fisik tidak mematikan produktivitas ruhani.

Puasa bukan proyek melemahkan diri. Ia adalah proses menguatkan kendali. Kita menahan makan bukan karena tidak mampu, tetapi karena memilih taat. Kita menahan amarah bukan karena tidak punya keberanian, tetapi karena memilih kematangan. Di situlah letak kemuliaannya: pada kesadaran, bukan keterpaksaan.

Ramadhan mengajarkan kita agar beriman tanpa banyak drama. Tidak perlu menunggu suasana sempurna untuk taat. Tidak perlu menunggu hati sepenuhnya ringan untuk beribadah. Kadang yang dibutuhkan hanyalah keputusan sederhana: saya jalani dengan cinta.

Ojo piya-piye. Lakoni wae.
Just do it — lakukan saja.

Puasa dengan gembira. Puasa dengan iman. Menuju taqwa. Menuju Idul Fitri yang sejati.

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Previous Post

Agama yang Menenangkan, Bukan Memenangkan

Related Posts

Agama yang Menenangkan, Bukan Memenangkan

Agama yang Menenangkan, Bukan Memenangkan

19 Februari 2026
108
Penyaluran Bantuan Daging Meugang Presiden Prabowo di Aceh Tengah Disorot, Pemuda Muhammadiyah Minta Transparansi

Penyaluran Bantuan Daging Meugang Presiden Prabowo di Aceh Tengah Disorot, Pemuda Muhammadiyah Minta Transparansi

19 Februari 2026
111
Muhammadiyah Perkuat Jaringan Relawan Psikososial Nasional, KawanMu Sumut Resmi Dibentuk

Muhammadiyah Perkuat Jaringan Relawan Psikososial Nasional, KawanMu Sumut Resmi Dibentuk

19 Februari 2026
108
Catatan Kritis 1 Tahun Duet Rico–Zakiyuddin: Kota Butuh Aksi, Bukan Sekadar Narasi

Catatan Kritis 1 Tahun Duet Rico–Zakiyuddin: Kota Butuh Aksi, Bukan Sekadar Narasi

19 Februari 2026
114
Belajar Dewasa dari Perbedaan

Belajar Dewasa dari Perbedaan

18 Februari 2026
106
Ketaatan Tanpa Validasi: Menyikapi Perbedaan Awal Ramadan

Ketaatan Tanpa Validasi: Menyikapi Perbedaan Awal Ramadan

18 Februari 2026
130

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In