TAJDID.ID~Medan || Muhammadiyah terus memperluas penguatan layanan kemanusiaan berbasis psikososial melalui pembentukan kepengurusan Relawan KawanMu di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan terbentuknya kepengurusan Relawan KawanMu wilayah Sumatera Utara yang diketuai Dr. Robie Fanreza, S.Pd.I., M.Pd.I. pada Selasa, 17 Februari 2026, di BBPPMPV-BBL Kota Medan.
Pembentukan struktur wilayah ini merupakan bagian dari konsolidasi nasional relawan psikososial yang diinisiasi Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kesiapsiagaan relawan dalam merespons bencana, khususnya pada aspek pemulihan mental dan sosial para penyintas.
Ketua Relawan KawanMu Sumatera Utara, Dr. Robie Fanreza, menegaskan bahwa mandat relawan psikososial tidak berhenti pada penyaluran bantuan logistik semata, melainkan menyentuh dimensi kemanusiaan yang lebih mendasar.
“Relawan bukan hanya hadir membawa bantuan, tetapi juga memulihkan harapan dan ketenangan penyintas, terutama anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kelompok rentan memerlukan pendekatan pendampingan yang lebih khusus, mengingat dampak trauma pascabencana kerap berlangsung lebih lama dan berpengaruh terhadap keberlanjutan kehidupan sosial mereka.
Sementara itu, Wakil Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Misran, S.Ag., menyampaikan bahwa selain penguatan kelembagaan relawan, pihaknya juga menyiapkan program lanjutan bertajuk “Ramadhan Ceria.” Program ini difokuskan pada pemberian dukungan psikososial ramah anak di wilayah terdampak bencana melalui berbagai kegiatan edukatif, rekreatif, serta pemulihan mental berbasis komunitas selama bulan Ramadan.
Program tersebut merupakan bagian dari strategi besar Muhammadiyah dalam membangun sistem relawan psikososial yang profesional, terlatih, dan siap siaga secara nasional. Melalui pelatihan berkelanjutan serta pembentukan kepengurusan di berbagai wilayah, Muhammadiyah menargetkan hadirnya layanan pemulihan mental yang lebih cepat, terstruktur, dan merata di setiap lokasi bencana.
Penguatan kapasitas relawan ini diharapkan tidak hanya mampu mempercepat proses pemulihan psikologis masyarakat terdampak, tetapi juga memperkokoh ketahanan sosial bangsa dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. (*)



