TAJDID.ID~Medan || Rabu, 11 Februari 2026. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) menerima kunjungan akademik dari mahasiswa Fakultas Hukum Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dalam rangka sosialisasi program internasional bertajuk “ASEAN Classroom”. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Hadir dalam kegiatan tersebut mahasiswa Fakultas Hukum USIM, yakni Ahmad Adham bin Ismail, Ahmad Nabil bin Ahmad Hasnol, dan Raja Ilyas bin Raja Izaham. Rombongan turut didampingi oleh Assoc. Prof. Dr. Mohd Hazmi Mohd Rusli yang memberikan penjelasan komprehensif terkait substansi dan arah pengembangan program tersebut.
Dalam pemaparannya, para mahasiswa USIM menjelaskan bahwa ASEAN Classroom merupakan program akademik internasional yang dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dan dosen dari negara-negara ASEAN dalam kegiatan pembelajaran kolaboratif. Program ini mendorong pertukaran gagasan, diskusi lintas sistem hukum, serta penguatan perspektif komparatif antarnegara di kawasan.
Assoc. Prof. Dr. Mohd Hazmi Mohd Rusli menegaskan bahwa ASEAN Classroom bukan sekadar program mobilitas mahasiswa, tetapi juga wadah integrasi keilmuan yang menekankan pada dialog akademik dan kolaborasi riset. “Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memahami praktik dan dinamika hukum di negara lain secara langsung,” ujarnya.
Program tersebut terbuka bagi mahasiswa FH UMSU yang berminat untuk bergabung. Sejumlah manfaat yang ditawarkan antara lain kesempatan mengikuti perkuliahan mata kuliah hukum di Malaysia, melakukan penelitian di perpustakaan kampus USIM, hingga riset lapangan di berbagai institusi yang relevan bagi mahasiswa yang ingin melakukan studi komparasi hukum.
Selain penguatan akademik, program ini juga memberikan pengalaman internasional yang lebih luas, termasuk pengenalan budaya dan sistem sosial Malaysia sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengayaan akademik, tetapi juga memperluas wawasan global dan jejaring profesional di kawasan ASEAN.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari sivitas akademika FH UMSU. Kehadiran ASEAN Classroom dinilai sejalan dengan komitmen internasionalisasi kampus serta upaya peningkatan kualitas lulusan melalui pengalaman akademik lintas negara.
Melalui inisiatif seperti ini, kerja sama antarperguruan tinggi di kawasan ASEAN diharapkan semakin intensif dan berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan generasi sarjana hukum yang adaptif, kompetitif, dan memiliki perspektif regional dalam menjawab tantangan hukum di era globalisasi. (*)







