TAJDID.ID~MADIUN || Lembaga Penjaminan Mutu (LJM) Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) melaksanakan monitoring evaluasi (Monev) pelaksanaan pembelajaran semester ganjil 2025-2026.
Monev oleh LJM UMMAD ini diikuti 13 program studi (prodi) yang dikelola di UMMAD, dilakukan secara daring maupun luring.
Bertindak sebagai evaluator adalah Sekretaris LJM UMMAD, Dian Ardifah Iswari, S.TP., M.Si., Serta evaluator LJM, Rury Narulita Sari M. Kes.
Evaluator LJM UMMAD, Rury Narulita Sari M. Kes menerangkan, pelaksanaan monev dilakukan terhadap ketersediaan dokumen pembelajaran program studi (prodi).
“Mulai dari ketersediaan dokumen pembelajaran seperti jadwal perkuliahan, jurnal perkuliahan RPS (rencana pembelajaran semester),” ujar Sekretaris FIK UMMAD tersebut.
Berikutnya, sarana prasarana proses pembelajaran seperti ketersediaan ruang kuliah, ruang laboratoriun, dosen pengampu juga menjadi bahan monev.
“Monev menghadirkan kaprodi dan dosen pengampu dan 13 prodi di UMMAD,” ujar Rury Narulita.
Mengenai temuan penting dalam pelaksanaan monev, Rury Narullita menyampaikan bahwa mayoritas prodi sudah menjalankan proses pembelajarannya dengan baik.
“Misalnya ketersediaan dosen yang sudah sesuai dengan rasio dosen. Lalu pembelajaran sudah terdokumentasi dengan baik, begitu pula fasilitas pembelajaran sudah memadai,” terang Rury.
Kaprodi Kebidanan UMMAD, Nisa Ardhianingtyas, M.Kes menyampaikan, ada 15 penilaian dalam monev pembelajaran yang harus disampaikan Prodi Kebidanan kepada evaluator.
Misalnya dari ketersediaan jadwal, akses jadwal, jurnal kuliah, jumlah ruang kelas dan peralatan pembelajarannya, jumlah ruang laboratorium, jumlah dosen pengampu yang sesuai kualifikasi.
“Ketersediaan RPS, ketersediaan SK Pengampu Mata Kuliah, jumlah mata kuliah yang sesuau RPS, jumlah mata kuliah yang memiliki jurnal kuliah dan jumlah mata kuliah yang mengintegrasikan hasil penelitian,” terang Nisa.
Sementara itu, Sekretaris LJM UMMAD, Dian Ardifah Iswari, S.TP., M.Si., memyampaikan, monev proses pembelarajn terhadap prodi-prodi yang dikelola di UMMAD memastikan proses belajar-mengajar berjalan sesuai standar yang mencakup input, proses, dan output.
“Kami melakukan evaluasi, monitoring proses pembelajaran prodi. Hasil dari monev ini sebagai masukan pemangku kepentingan, sesuai tupoksi. Kalau SDM ya ke bagian SDM, kalau soal sarpras ya ke bagian sarpras,” terang dosen Prodi Biokewirausahaan ini. (✍️PJ)








