• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Kamis, Maret 19, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Sirkel Pertemanan

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/01/30
in Islam, Nasional, Opini, Tilikan
0
Sirkel Pertemanan

Gambar ilustrasi.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: M. Risfan Sihaloho

 

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari)

 

Di zaman media sosial, kata sirkel terdengar lebih bergengsi daripada sekadar “teman”. Sirkel bukan cuma soal nongkrong bareng atau selera kopi yang sama, tapi juga soal akses, pengaruh, dan—sering kali—kepentingan. Orang-orang dalam satu sirkel merasa sefrekuensi, saling menguatkan, saling membenarkan, dan jika perlu, saling menutup mata. Di sinilah masalah bermula.

Islam sejak awal sudah memberi peringatan keras soal pergaulan. Nabi Muhammad SAW dengan metafora sederhana tapi tajam membandingkan teman baik dengan penjual minyak wangi, dan teman buruk dengan pandai besi. Pesannya jelas: pergaulan itu “menular”. Kalau bukan pakaianmu yang hangus, minimal hidungmu akan terbiasa dengan bau gosong. Dan yang lebih berbahaya: ketika bau itu lama-lama dianggap wajar.

Masalahnya, di era modern, bau besi sering dikemas seperti parfum mahal. Lingkaran pertemanan dibungkus istilah kolaborasi, sinergi, atau jejaring strategis. Padahal substansinya tetap sama: siapa berteman dengan siapa akan menentukan ke mana arah langkah, bahkan arah nurani.

Islam menekankan bahwa sirkel ideal bukan sekadar kumpulan orang “nyaman”, tapi kumpulan orang yang saling mengganggu—mengganggu dari kemalasan ibadah, dari kompromi moral, dari pembenaran dosa. Prinsip tawaashau bil haq menuntut keberanian untuk tidak selalu sepakat. Sirkel yang selalu kompak, selalu setuju, dan selalu tepuk tangan, justru patut dicurigai: jangan-jangan itu bukan lingkaran kebaikan, tapi lingkaran pembenaran.

Di titik ini, konsep sirkel menjadi sangat relevan ketika kita bicara politik. Kekuasaan, seperti pergaulan, tidak pernah netral. Ia selalu membentuk dan dibentuk oleh lingkaran. Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam sirkel global Board of Peace, misalnya, bisa dibaca sebagai upaya menempatkan diri dalam jejaring elite dunia dengan label mulia: perdamaian. Secara simbolik terdengar indah. Siapa yang berani menolak kata “peace”?

Namun, pertanyaannya bukan sekadar apa nama sirkel itu, melainkan nilai apa yang benar-benar bekerja di dalamnya. Apakah ia sungguh menjadi penjual minyak wangi yang menyebarkan aroma keadilan dan kemanusiaan? Atau jangan-jangan hanya ruang eksklusif tempat para elit saling menegaskan citra, sambil dunia di luar lingkaran tetap terbakar konflik dan ketimpangan?

Islam mengajarkan bahwa pertemanan—termasuk pergaulan politik—seharusnya berlandaskan ketakwaan, bukan sekadar prestise. Ukurannya bukan seberapa tinggi meja pertemuan, tapi seberapa jauh dampaknya bagi kemaslahatan umat. Kalau sebuah sirkel membuat seseorang semakin jauh dari keberpihakan pada yang lemah, semakin lihai merasionalisasi ketidakadilan, maka betapapun elegan namanya, ia lebih mirip bengkel pandai besi daripada toko parfum.

Satirnya, banyak orang hari ini bangga masuk sirkel tertentu, padahal yang mereka banggakan sebenarnya adalah bau yang sama. Bau kekuasaan, bau kepentingan, bau aman karena berada “di dalam”. Kritik dianggap pengkhianatan, nasihat dianggap gangguan. Padahal dalam Islam, teman sejati justru adalah yang berani mengingatkan dan berkata: “Ini salah!”.

Akhirnya, pertanyaan tentang sirkel bukan cuma soal dengan siapa kita duduk, tapi ke mana duduk itu membawa kita. Apakah pergaulan kita—di level pribadi maupun negara—mendekatkan pada Allah dan nilai-nilai keadilan, atau justru menjauh sambil meyakinkan diri bahwa semuanya “baik-baik saja”?

Karena seperti diingatkan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah haditsnya: “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”.

Begitulah. Dan dalam dunia yang makin penuh asap dan api, memilih sirkel bukan lagi soal gaya hidup, melainkan soal keselamatan iman dan masa depan.(*)

Tags: SirkelSirkel PertemananTulisan M. Risfan Sihaloho
Previous Post

Wisata Akademik Program Doktor Manajemen UMSU: Belajar Kebersamaan dan Multikulturalisme 

Next Post

Dosen FH UMSU Jadi Narasumber Penyuluhan Hukum di Kecamatan Sunggal

Related Posts

Belajar Dewasa dari Perbedaan

Belajar Dewasa dari Perbedaan

18 Februari 2026
114
The Epstein Files dan Dramaturgi

The Epstein Files dan Dramaturgi

5 Februari 2026
132
Antek

Antek

25 Januari 2026
157
Muhammadiyah Vibes

Muhammadiyah Vibes

19 Januari 2026
220
Merawat Nyali dalam Demokrasi

Merawat Nyali dalam Demokrasi

13 Januari 2026
152
Paling Bahagia, Apa Iya?

Paling Bahagia, Apa Iya?

8 Januari 2026
158
Next Post
Dosen FH UMSU Jadi Narasumber Penyuluhan Hukum di Kecamatan Sunggal

Dosen FH UMSU Jadi Narasumber Penyuluhan Hukum di Kecamatan Sunggal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In