TAJDID.ID~Lamongan || Biasanya, kehadiran mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) identik dengan papan tulis, buku absen, dan aktivitas mengajar di dalam kelas. Namun, fenomena berbeda tersaji di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah 09 Labuhan, Brondong, Lamongan.
Mahasiswa PPL dari Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Paciran membuktikan bahwa pengabdian mereka bisa melampaui kurikulum formal sekolah.
Kehadiran para mahasiswa ini tidak hanya membawa materi pelajaran, tetapi juga membawa misi transformasi literasi digital ke jantung sekolah. Inovasi ini bermula ketika pihak sekolah menyadari ada salah satu mahasiswa yang juga merupakan jurnalis di lingkungan Muhammadiyah.
Mahasiswa PPL tersebut adalah Iwan Abdul Gani. Mengetahui rekam jejaknya sebagai jurnalis aktif, Main, selaku Kepala MIM 09 Labuhan, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Ia menangkap peluang ini untuk meng-upgrade kapasitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah yang dipimpinnya.
Tepatnya pada Kamis (29/01/2026), Aula MIM 09 Labuhan nampak riuh dan antusias. Bukan rapat wali murid biasa, melainkan Pelatihan Konten Kreator dan Jurnalistik.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan jajaran guru sebagai garda depan pendidikan, tetapi juga merangkul orang tua siswa. Mahasiswa PPL STAIM Paciran pun bahu-membahu menjadi tim pelaksana, memastikan acara berjalan dengan lancar.
“Kami ingin kehadiran mahasiswa PPL di sini memberikan dampak yang lebih luas. Melalui pelatihan yang dipandu oleh Mas Iwan, kami berharap guru dan orang tua bisa lebih cakap dalam mempromosikan kegiatan positif sekolah melalui konten yang menarik dan tulisan yang informatif,” ujar Main dalam sambutannya.
“Harapannya, guru dan orang tua bisa menjadi agen informasi. Mereka harus cakap mempromosikan kegiatan positif sekolah melalui konten visual yang menarik dan tulisan berita yang informatif,” imbuhnya.
Dalam sesi tersebut, Iwan Abdul Gani berbagi resep praktis mengenai cara memotret momen, menulis berita yang menarik, hingga teknik dasar pembuatan konten video yang edukatif.
Ia langsung membedah resep dunia kreatif. Mulai dari teknik memotret momen agar memiliki nilai berita, cara menyusun narasi agar pembaca tidak sekadar tahu tapi juga terenyuh, hingga tips sederhana membuat konten video edukatif hanya bermodalkan smartphone.
Para peserta diajak untuk memahami bahwa setiap sudut madrasah adalah cerita, dan setiap prestasi siswa adalah konten yang berharga.
Sinergi antara mahasiswa, guru yang berdedikasi, dan wali murid yang suportif ini diharapkan mampu melambungkan citra MIM 09 Labuhan. Di tangan mereka, madrasah di pesisir Brondong ini bersiap bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga melek teknologi dan informatif di dunia digital. (*)
✒️ Iwan Abdul Gani




