TAJDID.ID~Takengon || Tim Medis Muhammadiyah yang tergabung dalam MDMC (Muhammadiyah Disaster Managemen Center) Aceh Tengah harus merujuk lima pasien dari kawasan terdampak ke ibukota Kabupaten di RSU Datu Beru, di Takengon. Rujukan harus dilakukan karena kondisi pasien yang semakin lemah dan membutuhkan rawatan yang intensif.
Demikian disampaikan Ketua MDMC Aceh Tengah, Yan Budiyanto kepada media, Sabtu (10/1) terkait dengan proses layanan medis yang yang dilakukan Muhammadiyah di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah itu. Kata Yan Budianto, Muhammadiyah terus fokus pada hal rehabilitasi amal usaha pendidikan, penyaluran logistik dan pelayanan kesehatan.
Usaha ini akan terus dilakaukan selama masa tanggap darurat masih berlangsung. Untuk pelayanan kesehatan ini berbagai tim kesehatan Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa hadir silih berganti di Aceh Tengah.
Yan Budianto menjelaskan, terkait pendistribusian tim kesehatan, dijelaskan saat ini tim dari Universitas Muhamadiyah Makasar yang ditempatkan di Desa Serule Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah. Tim ini sudah melayani pengobatan sekitar 300 pasien di tiga desa yakni : Serule, Atu Payung dan Jamur Konyel.
Tim kesehatan yang terdiri dari dokter bidan perawat dan apoteker ini mendirikan Puskesmas Mini di Desa Serule dan melayani pasien secara mobilling ke rumah pasien di Desa Atu Payung dan Jamur Konyel yang jauhnya mencapai 5 Km dari Serule dengan kondisi jalan berlumpur. (SHd)








