TAJDID.ID~Madiun || Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) sukses menggelar workshop bertajuk Membangun Brand Kuat di Era Digital untuk Penerimaan Mahasiswa Baru pada (9/1). Acara yang diikuti oleh lebih dari para dosen ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang strategi branding kampus, khususnya dalam menghadapi tantangan digital bagi generasi Z.
Workshop ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan UMMAD dalam meningkatkan reputasi dan kualitas untuk penerimaan mahasiswa baru.
Workshop ini membahas penerapan branding dalam konteks pendidikan tinggi, dengan fokus pada bagaimana UMMAD dapat memanfaatkan kekuatannya untuk menarik calon mahasiswa baru. Peserta diajak untuk mendiskusikan berbagai aspek branding, mulai dari identitas visual hingga pengelolaan konten media sosial.
Salah satu highlight acara adalah sesi pemaparan dari narasumber, Fajar Junaedi, dari Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM).
Dalam pemaparannya, Fajar menyoroti urgensi pengelolaan brand yang terstruktur. “Di era digital seperti sekarang, setiap institusi, termasuk universitas, harus memiliki brand guideline yang jelas untuk menjaga konsistensi identitas.
Selain itu, content pillar sebagai fondasi utama konten harus didefinisikan dengan baik, agar pesan yang disampaikan tetap relevan dan berdampak. “Tanpa content planning yang matang, upaya branding bisa sia-sia karena konten menjadi acak dan tidak strategis,” ujarnya.
Sebagai salah satu universitas yang sedang tumbuh berkualitas di Jawa Timur, UMMAD memiliki keunggulan yang menonjol. Dengan akreditasi institusi “Baik Sekali”, UMMAD berdiri di atas empat pilar utama: Pusat Pendidikan Unggul yang menghasilkan lulusan inovatif dan siap berkontribusi di masyarakat, Islami dengan penanaman akhlak karimah, Digitalisasi Modern melalui integrasi teknologi seperti AI dan sistem informasi dalam kurikulum, serta Global dengan jaringan internasional dan program kompetisi.
UMMAD menawarkan beragam program studi (prodi) yang relevan dengan kebutuhan era digital dan industri saat ini, antara lain Program Sarjana (S1) BioKewirausahaan, Ilmu Aktuaria, Informatika (berbasis AI dan teknologi digital), Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi (terakreditasi B), Administrasi Kesehatan, Hukum, Psikologi, Manajemen, serta D3 Kebidanan, dan Desain Komunikasi Visual. “UMMAD terus mengembangkan perangkat kurikulum yang selaras dengan Outcomes Based Education, atmosfer kuliah yang inklusif, fasilitas yang terus ditingkatkan, dan suasana pembelajaran yang mendukung masa depan mahasiswa,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMMAD), Dr Eny Pemilu Kusparlina, M.Kes.
Saat ini, UMMAD sedang dalam proses transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), yang akan memperluas jangkauan dan fasilitasnya. Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal bagi UMMAD untuk memperkuat citra brand-nya dan menjadi pilihan terbaik bagi calon mahasiswa. (*)


