• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Minggu, Maret 22, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Ketika Negara Merasa Mampu

Jufri by Jufri
2025/12/19
in Daerah, Jufri Daily, Muhammadiyah, Nasional, Opini
0
Ketika Negara Merasa Mampu

Foto karikatur ilustratif. (by AI)

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Jufri

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi

 

Negara memilih kalimat yang tegas di tengah bencana: Indonesia mampu menangani musibah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tanpa bantuan asing. Pernyataan itu terdengar meyakinkan. Ia menenangkan di tingkat wacana. Namun bencana tidak hidup di wacana. Ia hidup di rumah-rumah yang terendam, di jalan yang terputus, dan di tubuh warga yang menunggu terlalu lama.

Hari-hari pascabencana di tiga provinsi itu berjalan lambat. Di banyak wilayah, listrik belum kembali menyala. Air bersih menjadi barang langka. Layanan kesehatan tersendat, sekolah terhenti, dan aktivitas ekonomi lumpuh. Warga bertahan dengan logistik seadanya, dibantu relawan lokal yang bergerak lebih cepat dari mekanisme resmi negara. Koordinasi ada, tetapi eksekusi kerap tertinggal.

Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat bukan wilayah asing bagi bencana. Sejarah panjang gempa, banjir, dan longsor seharusnya membentuk sistem penanganan yang matang. Namun pola lama terus berulang: pendataan lambat, distribusi bantuan tersendat, dan komunikasi publik yang lebih sibuk menjaga citra ketimbang menjelaskan kenyataan apa adanya.

Dalam konteks inilah penolakan bantuan asing menjadi problematis. Kemandirian negara tidak seharusnya diukur dari keberanian berkata tidak, melainkan dari kecepatan menyelamatkan warga. Kerja sama kemanusiaan tidak pernah mengurangi kedaulatan. Banyak negara kuat justru memperlihatkan kebesaran dengan membuka pintu bantuan, tanpa kehilangan kendali dan martabat.

Di lapangan, batas provinsi tak berarti apa-apa bagi korban. Air yang merendam rumah di Aceh sama dinginnya dengan yang menggenangi kampung-kampung di Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Rasa takut, lapar, dan cemas juga serupa. Yang berbeda hanyalah seberapa cepat negara hadir untuk memastikan penderitaan itu tidak berlarut.

Di tenda-tenda pengungsian yang pengap, rakyat masih menggenggam keyakinan pada negara. Mereka menyebut nama Indonesia dengan suara pelan, sambil menunggu air bersih, sambil menggendong anak yang demam, sambil berharap listrik kembali menyala. Tidak ada tuntutan berlebihan, yang ada doa. Tidak ada kemarahan terbuka, yang ada harapan sederhana: negara jangan pergi. Mereka mencintai Presidennya, menyebut nama Prabowo bukan sebagai simbol kekuasaan, melainkan sebagai sandaran terakhir—bahwa negara akan turun tangan sepenuhnya, tanpa ragu dan tanpa gengsi.

Presiden Prabowo patut menerima ini sebagai peringatan yang lahir dari kesetiaan, bukan dari sikap memusuhi. Rakyat tidak menuntut negara tampak perkasa di hadapan dunia, mereka hanya ingin negara hadir lebih cepat di hadapan penderitaan. Jika klaim kemandirian terus diucapkan sementara di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat warga masih menunggu listrik, air bersih, dan layanan kesehatan yang layak, maka yang tergerus bukanlah martabat bangsa di mata asing, melainkan kepercayaan rakyat kepada negara sendiri.

Kita mencintai Prabowo, dan justru karena cinta itulah Indonesia harus diingatkan. Dalam bencana, kebesaran negara tidak diukur dari keberanian menolak bantuan, melainkan dari kesediaan menyelamatkan nyawa—tanpa menunda, tanpa gengsi, dan tanpa menjadikan penderitaan rakyat sebagai panggung pernyataan. (*)

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Previous Post

Relawan Aisyiyah Sumut Sortir 10 Ton Pakaian Layak Pakai

Next Post

Ethics of Care: Bencana di Sumatera Sudah Jadi Krisis Kemanusiaan

Related Posts

Silaturahmi: Ngopi Santai, Membaca Arah Dakwah Muhammadiyah dari Warung Kopi

Silaturahmi: Ngopi Santai, Membaca Arah Dakwah Muhammadiyah dari Warung Kopi

22 Maret 2026
104
Allah itu Romantis Sekali

Allah itu Romantis Sekali

22 Maret 2026
112
MAARIF Institute Kecam Persekusi Shalat Idulfitri Muhammadiyah di Sejumlah Daerah

MAARIF Institute Kecam Persekusi Shalat Idulfitri Muhammadiyah di Sejumlah Daerah

22 Maret 2026
127
Haedar Nashir: KHGT merupakan Respons terhadap Keniscayaan Globalisasi

Haedar Nashir: KHGT merupakan Respons terhadap Keniscayaan Globalisasi

22 Maret 2026
149
Belajar Memaknai Perbedaan di Jalan Pulang: Catatan Personal Menjumpai Dua Kali 1 Syawal

Belajar Memaknai Perbedaan di Jalan Pulang: Catatan Personal Menjumpai Dua Kali 1 Syawal

21 Maret 2026
120
Khidmatnya Idul Fitri di Masjid Taqwa Kecamatan Bilah Hulu

Khidmatnya Idul Fitri di Masjid Taqwa Kecamatan Bilah Hulu

21 Maret 2026
141
Next Post
Ethics of Care: Bencana di Sumatera Sudah Jadi Krisis Kemanusiaan

Ethics of Care: Bencana di Sumatera Sudah Jadi Krisis Kemanusiaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In