• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Senin, Maret 16, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Negara Dinilai Sengaja Abai, Hak Masyarakat Adat Terus Dikorbankan

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2025/12/15
in Daerah, Muhammadiyah, Nasional
0
Cegah Kriminalitas, Shohibul: Muhammadiyah Perlu Tentukan Prioritas Orientasi Dakwahnya

Shohibul Anshor Siregar.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Medan || TAJDID, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (LHKP PWM Sumut), Shohibul Anshor Siregar, menilai negara menunjukkan legal indifference atau sikap abai yang disengaja terhadap hak-hak masyarakat adat.

Sikap ini, menurutnya, bukan sekadar kelemahan administrasi, melainkan pilihan politik yang berulang dan sistematis.

“Ini bukan kekosongan hukum, tetapi pengosongan keberpihakan,” ujar Siregar dalam paparannya dalam forum diskusi yang diselenggarakan oleh FORMADANA di Medan, Senin (14/12).

Ia memaparkan bagaimana pengakuan konstitusional terhadap masyarakat adat berhenti sebagai teks tanpa perlindungan nyata di lapangan .

Siregar menegaskan bahwa berbagai regulasi sektoral—mulai dari kehutanan, pertambangan, hingga tata ruang—secara konsisten menempatkan masyarakat adat sebagai penghalang pembangunan.

Negara, katanya, lebih memilih menjadikan hukum sebagai alat legitimasi perampasan ruang hidup ketimbang instrumen keadilan.

“Pengakuan adat selalu bersyarat, selalu menunggu verifikasi birokrasi yang tak pernah selesai.

Sementara izin korporasi berjalan cepat, masif, dan dilindungi aparat,” kata Siregar.

Inti paparannya menunjukkan bahwa mekanisme pengakuan masyarakat adat justru dirancang berbelit, menciptakan jebakan administratif yang pada akhirnya menggugurkan klaim hak ulayat.

Dalam praktiknya, negara hadir kuat untuk investasi, tetapi melemah saat warga adat menuntut keadilan.

Siregar menilai situasi ini berbahaya bagi masa depan demokrasi dan ekologi.

Menurutnya, konflik agraria, deforestasi, hingga bencana ekologis di Sumatera dan wilayah lain tidak bisa dilepaskan dari penyingkiran masyarakat adat dari tanah leluhurnya.

“Ketika adat disingkirkan, yang runtuh bukan hanya budaya, tetapi sistem penjaga alam.

Negara sedang menyiapkan krisis jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga mengkritik absennya kemauan politik untuk meloloskan undang-undang perlindungan masyarakat adat yang kuat dan operasional.

Tanpa itu, kata Siregar, hukum akan terus menjadi bahasa elite, bukan alat pembebasan rakyat.

“Jika negara terus berpura-pura netral, sesungguhnya ia sedang berpihak. Dan keberpihakan itu jelas: kepada modal, bukan kepada warga adat. Karena itu revitalisasi nilai dan organisasi masyarakat Adat terasa sekali sebagai keniscayaan tak terelakkan,” tegasnya. (*)

Tags: Hak Masyarakat Adatshohibul anshor siregar
Previous Post

PP Muhammadiyah Soroti Penulisan Sejarah Dinamis, PDM Tuban Raih Penghargaan Pengelola Medsos Terbaik se-Jatim

Next Post

Salurkan Rp6 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera, Ketum PP Muhammadiyah: Kebersamaan Kunci Pemulihan

Related Posts

Kegagalan Sistemik dan Devaluasi Gotong Royong Hambat Pembangunan Nasional

Kegagalan Sistemik dan Devaluasi Gotong Royong Hambat Pembangunan Nasional

13 Maret 2026
130
Sejarah 1400 Tahun Upaya Rekonsiliasi Sunni-Syiah yang Terlupakan

Sejarah 1400 Tahun Upaya Rekonsiliasi Sunni-Syiah yang Terlupakan

7 Maret 2026
117
Babi, Agama, dan Politik Identitas di Era Global

Babi, Agama, dan Politik Identitas di Era Global

4 Maret 2026
138
Menjaga Oksigen Demokrasi: Membongkar Krisis Struktural Keselamatan Jurnalis di Indonesia

Menjaga Oksigen Demokrasi: Membongkar Krisis Struktural Keselamatan Jurnalis di Indonesia

22 Februari 2026
150
Paradoks Kepercayaan Publik: Saat Polri Dipuji, Namun Reformasi Mendesak

Paradoks Kepercayaan Publik: Saat Polri Dipuji, Namun Reformasi Mendesak

13 Januari 2026
167
Shohibul: Protes Kampus terhadap Rezim Jokowi Penting, Tapi Sudah Sangat Terlambat

Oase Musyawarah: Menjemput Kembali Marwah Sila Keempat Pancasila dalam Arsitektur Kekuasaan

7 Januari 2026
141
Next Post
Salurkan Rp6 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera, Ketum PP Muhammadiyah: Kebersamaan Kunci Pemulihan

Salurkan Rp6 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera, Ketum PP Muhammadiyah: Kebersamaan Kunci Pemulihan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In