Dengan hormat,
Saya menulis protes ini bukan semata membela individu, melainkan untuk menegur praktik berpolitik yang menutup mata terhadap akar persoalan bangsa.
Pertama, anggota yang kini Anda beri sanksi adalah orang-orang yang partai Anda rekrut, andalkan, dan gunakan dalam mesin elektoral untuk menggelembungkan suara. Mereka berjasa besar bagi keberlangsungan partai. Menjatuhkan sanksi kepada mereka sama artinya dengan berusaha membohongi rakyat: seolah-olah masalah terletak pada segelintir individu, padahal ia bersifat sistemik.
Kedua, setidaknya selama sepuluh tahun terakhir, ketika Anda bersama Presiden Jokowi berada di lingkar kekuasaan, partai Anda mendukung banyak kebijakan yang jelas-jelas berdampak negatif bagi rakyat. Dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menggusur rakyat kecil, proses legislasi yang nihil partisipasi publik, hingga ketergantungan pada pinjaman luar negeri—semuanya merupakan produk dari order neoliberalisme yang Anda dukung dan jalankan.
Ketiga, karena itu penjatuhan sanksi terhadap kader yang dianggap memiliki andil psikologis atas demonstrasi akhir Agustus 2025 hanya akan dipandang sebagai upaya cuci tangan elite politik. Padahal justru elite dan institusi partai lah yang paling bertanggung jawab atas ketimpangan sosial-ekonomi yang kini membakar kemarahan rakyat.
Saya meminta partai Anda merevisi keputusan tersebut, memulihkan hak anggota yang diberi sanksi, dan berhenti menjadikan mereka kambing hitam.
Jika partai Anda ingin dikenang sebagai institusi negarawan, maka tugas besar yang menanti bukanlah menghukum anggota sendiri, melainkan menjawab pertanyaan mendasar yang menggema dari hati rakyat:
“How rich your country, how green your valley, but how poor your people?”
Demikian protes ini saya sampaikan dengan harapan partai Anda memilih jalan kebenaran, bukan jalan pengkhianatan terhadap rakyat.
Hormat saya,
Shohibul Anshor Siregar