• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Sabtu, Agustus 30, 2025
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Dari Jalanan ke Nurani : IPM dan Panggilan Kemanusiaan

Muhammad Fijri Nurfadilah by Muhammad Fijri Nurfadilah
2025/08/29
in IPM, Muhammadiyah, Nasional, Opini
0
Dari Jalanan ke Nurani : IPM dan Panggilan Kemanusiaan

Muhammad Fijri Nurfadilah

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oeh: Muhammad Fijri Nurfadilah

Ketua Advokasi dan Kebijakan Publik PD IPM Garut

 

Di jalanan ibu kota, suara rakyat berkumpul menjadi riuh. Mereka datang bukan untuk sekadar berteriak, melainkan untuk menagih janji bahwa demokrasi bukan milik segelintir orang di kursi empuk, melainkan milik semua yang hidup di tanah air ini.

Namun, sejarah kembali menulis dengan tinta yang pahit. Di tengah lautan manusia yang berdiri dengan keberanian, satu nyawa melayang seorang pengemudi ojek online, yang tubuhnya terhempas di bawah roda mobil Brimob. Ia tak menyerukan aspirasinya dengan penuh kekuatan.

 

Demokrasi dan Luka yang Terbuka

Kita sering mendengar bahwa demokrasi adalah ruang dialog. Tapi mengapa di jalan-jalan itu, suara rakyat justru dijawab dengan gas air mata, dengan sirine, dengan kendaraan yang tak lagi peduli arah? Demokrasi, yang seharusnya tumbuh dari kesadaran akan nilai manusia, justru terjebak dalam labirin kekerasan.

Socrates pernah berkata, “Keadilan berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya.” Maka, apakah adil ketika suara rakyat ditempatkan sebagai ancaman, bukan aspirasi? Apakah adil ketika aparat lebih sibuk menjaga bangunan, bukan menjaga manusia?

 

Nyawa ialah Harga yang Tak Terganti

Seorang driver ojol yang jatuh itu mengajarkan kita betapa rapuhnya hidup di tengah sistem yang abai. Ia bukan sekadar statistik korban, ia seorang anak, mungkin ayah, mungkin suami yang mimpinya diputus bukan oleh takdir murni, melainkan oleh kelalaian.

Dalam filsafat, ada gagasan bahwa hidup manusia adalah nilai tertinggi. Karena dari kehidupanlah lahir cinta, harapan, dan masa depan. Hilangnya satu nyawa seharusnya cukup untuk mengguncang nurani sebuah bangsa.

 

Dari Jalanan Menuju Hati Nurani

Tragedi ini adalah cermin yang retak. Ia memperlihatkan bahwa kita belum sungguh-sungguh belajar: bahwa rakyat bukan musuh, bahwa aksi bukan ancaman, bahwa keamanan tidak boleh menelan korban.

Jika demokrasi ingin tetap bernyawa, ia harus berakar pada kemanusiaan. Polisi tidak boleh hanya menjadi tangan besi, tapi juga harus menjadi telinga yang mendengar, mata yang jernih, dan hati yang penuh kasih. Sebab tugas mereka bukan menjaga gedung, melainkan menjaga kehidupan.

 

Jejak yang Tak Boleh Hilang

Di jalanan itu, seorang driver ojol telah meninggalkan jejaknya. Ia pergi membawa pesan bahwa kelalaian bukan sekadar kesalahan teknis, tetapi pengkhianatan pada nilai kemanusiaan.
Mungkin tubuhnya telah tiada, tapi suaranya menyatu dengan gema rakyat bahwa tak ada demokrasi tanpa penghormatan pada nyawa. Tak ada keadilan tanpa keberpihakan pada manusia. Dan tak ada bangsa yang benar-benar hidup jika rakyatnya bisa mati sia-sia di jalanan

Menanggapi hal ini Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) memandang dengan penuh duka atas peristiwa yang merenggut nyawa seorang pengemudi ojek online dalam kericuhan demonstrasi di sekitar gedung DPR. Bagi kami, tragedi ini bukan hanya soal kelalaian aparat, tetapi juga potret buram bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi kerap terabaikan.

Kami percaya, pelajar harus tumbuh dengan kesadaran kritis bahwa setiap nyawa adalah suci, setiap manusia adalah amanah, dan setiap bentuk kekuasaan sejatinya ditujukan untuk menjaga kehidupan, bukan menghilangkannya.

Demokrasi tidak boleh dilumuri darah rakyat kecil. Aksi massa bukan musuh negara, melainkan bagian dari denyut sehat kehidupan berbangsa. Ketika aparat bertindak lalai hingga menelan korban, itu bukan sekadar kesalahan prosedur melainkan luka moral yang harus segera diobati dengan kejujuran, tanggung jawab, dan perbaikan nyata.

Sebagai pelajar, kami belajar dari tragedi ini bahwa memperjuangkan kebenaran bukan sekadar berada di jalanan, melainkan juga membangun kesadaran, menebarkan keberanian, dan menegakkan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap benturan kepentingan, yang paling rentan selalu rakyat kecil. Dan dari situlah pelajar harus hadir menjadi mata nurani bangsa, menyuarakan kebenaran, serta menolak segala bentuk kekerasan atas nama apa pun.(*)

 

Previous Post

Ketua Umum APSKAR PTMA: Alumni adalah Aset Berharga Perguruan Tinggi

Next Post

Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Content Writer: Bentuk Extrajudicial Killing

Related Posts

Sekolah Tarjih Perdana Muhammadiyah Jatim Akan Segera Digelar

Sekolah Tarjih Perdana Muhammadiyah Jatim Akan Segera Digelar

29 Agustus 2025
115
Pasca Tragedi Demo 28 Agustus, Ketum DPP IMM Sinyalir Ada Upaya Pengalihan Isu

Pasca Tragedi Demo 28 Agustus, Ketum DPP IMM Sinyalir Ada Upaya Pengalihan Isu

29 Agustus 2025
118
Teguhkan Komitmen Dakwah Kekinian, PWM DI Yogyakarta Kirim Utusan pada Pelatihan Reputasi Digital

Teguhkan Komitmen Dakwah Kekinian, PWM DI Yogyakarta Kirim Utusan pada Pelatihan Reputasi Digital

29 Agustus 2025
104
Aliansi Mahasiswa Sumut Bersatu Laporkan Tindakan Represif Aparat Kepolisian

Aliansi Mahasiswa Sumut Bersatu Laporkan Tindakan Represif Aparat Kepolisian

29 Agustus 2025
120
Urgensi Hukum Profetik di Tengah Carut-marut Penegakan Hukum di Indonesia

Forum Dekan FH PTM Se-Indonesia Kecam Brutalitas Aparat

29 Agustus 2025
142
Hentikan Brutalitas Aparat!

Hentikan Brutalitas Aparat!

29 Agustus 2025
115
Next Post
Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Content Writer: Bentuk Extrajudicial Killing

Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Content Writer: Bentuk Extrajudicial Killing

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In