• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Sabtu, Agustus 30, 2025
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Dilema Bintang Mahaputera untuk Eks Koruptor: “Apakah Korupsi Bisa Ditebus?”

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2025/08/28
in Nasional
0
Dilema Bintang Mahaputera untuk Eks Koruptor: “Apakah Korupsi Bisa Ditebus?”
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Medan || Pemberian Bintang Mahaputera Adipradana kepada mantan Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, menuai kontroversi di tengah publik. Burhanuddin sebelumnya pernah divonis lima tahun penjara karena kasus korupsi pengelolaan dana Bank Indonesia yang merugikan negara ratusan miliar rupiah.

Penghargaan tersebut dianggap paradoksal, sebab di saat negara gencar memberantas korupsi, justru simbol kehormatan tertinggi diberikan kepada eks narapidana korupsi.

“Bagaimana mungkin seseorang yang pernah merampok kepercayaan dan uang rakyat dianugerahi penghargaan tertinggi negara? Ini mencederai rasa keadilan publik,” tegas Farid Wajdi, Founder Ethics of Care  kepada TAJDID.ID, Kamis (28/8).

Menurut Farid, pemberian penghargaan itu tidak hanya menimbulkan tanda tanya etis, tetapi juga merusak makna simbol negara. “Bintang Mahaputera adalah representasi nilai luhur bangsa. Jika diberikan kepada mantan koruptor, maka integritas simbol itu sendiri menjadi ternoda,” katanya.

Anggota Komisi Yudisial periode 2015–2020, mengakui pemerintah berdalih penghargaan diberikan karena kontribusi Burhanuddin di bidang stabilitas moneter, penguatan perbankan, hingga pendidikan ekonomi. Namun menurutnya, jasa setelah menjalani hukuman tidak otomatis menghapus kesalahan besar di masa lalu.

“Kontribusi pasca-korupsi tentu patut diapresiasi. Tapi pertanyaannya: bolehkah prestasi menebus perbuatan yang telah merugikan rakyat? Jika jawabannya iya, maka pesan yang sampai ke masyarakat sangat berbahaya: korupsi bisa ditebus dengan prestasi setelahnya,” ujar Farid.

Ia menambahkan, fenomena ini memperlihatkan paradoks pemberantasan korupsi di Indonesia. Di satu sisi aparat hukum gencar menindak kasus, namun di sisi lain legitimasi moral pelaku korupsi bisa kembali dipulihkan lewat penghargaan negara.

“Ini bukan hanya soal hukum formal, tapi soal etika publik. Ketika negara memberi tempat terhormat kepada mantan koruptor, kepercayaan masyarakat pada janji pemberantasan korupsi ikut runtuh,” ucap Farid.

Ia mengingatkan, pemberian penghargaan negara harus dilandasi transparansi dan konsistensi. Jika tidak, bangsa bisa kehilangan arah moral.

“Bintang Mahaputera bukan sekadar penghargaan. Ia adalah cermin moral bangsa. Jika cermin itu retak karena diberikan tanpa pertimbangan integritas, maka janji pemberantasan korupsi hanyalah slogan kosong,” pungkas Farid. (*)

Tags: Bintang MahaputeraBurhanuddinEthics of CareFarid Wajdi
Previous Post

Gelar Unjuk Rasa di Kejatisu, MAKI Sumut Desak Jaksa HPS Dinonaktifkan

Next Post

Fakultas Hukum UMSU dan Fordek FH-PTMI Berkunjung ke PCIM Malaysia

Related Posts

Affan Tewas, Impunitas, dan Negara yang Membisu

Affan Tewas, Impunitas, dan Negara yang Membisu

29 Agustus 2025
116
MK Larang Rangkap Jabatan, Ethics of Care: Saatnya Menolak Rente Kekuasaan

MK Larang Rangkap Jabatan, Ethics of Care: Saatnya Menolak Rente Kekuasaan

28 Agustus 2025
119
Pemberian Bintang Mahaputera Sarat Makna Politik Simbolik

Pemberian Bintang Mahaputera Sarat Makna Politik Simbolik

27 Agustus 2025
119
Kritisi Pembenahan Infrasutuktur Pemko Medan, Ethic of Care: Bukannya Lebih Baik, tapi Justru Memburuk

Ethics of Care: Janji Tinggal Janji, Medan Masih Kusam

24 Agustus 2025
116
Ethics of Care Desak Evaluasi Total Proyek Mangkrak Pemkot Medan: “Jangan Biarkan Rakyat Terus Jadi Korban”

Ethics of Care Desak Evaluasi Total Proyek Mangkrak Pemkot Medan: “Jangan Biarkan Rakyat Terus Jadi Korban”

18 Agustus 2025
124
Ethics Care: Perlu Sinergisitas Atasi Geng Motor/Begal

Ethics of Care: Guyon Berujung Resah, Berpotensi Menjadi Bom Waktu

13 Agustus 2025
108
Next Post
Fakultas Hukum UMSU dan Fordek FH-PTMI Berkunjung ke PCIM Malaysia

Fakultas Hukum UMSU dan Fordek FH-PTMI Berkunjung ke PCIM Malaysia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In