• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Sabtu, Agustus 30, 2025
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Dicari! Politisi Tanpa Make-up

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2025/08/28
in Nasional, Opini, Tilikan
0
Dicari! Politisi Tanpa Make-up

Foto ilustrasi.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: M. Risfan Sihaloho

Pengerajin Anyaman Kata di GERAM (Gerakan Rakyat Menulis)

 

Mengapa jumlah politisi perempuan lebih sedikit dibanding laki-laki? Pertanyaan klasik ini biasanya dijawab dengan analisis bernada serius: misalnya dikarenakan kultur patriarki, minimnya dukungan partai, atau ruang politik yang terlalu bercorak maskulin.

Namun, Maureen Murphy, seorang aktor humoris berdarah Australia, punya jawaban jenaka terhadap pertanyaan di atas. Dikatakannya, penyebab perempuan lebih sedikit disbanding laki-laki jadi politisi dikarenakan perempuan kesulitan memoles (make-up) dua wajah sekaligus.

Tentu maksudnya bukan soal literal memulas foundation atau eyeliner. Yang dimaksud Murphy adalah wajah politik itu sendiri. Politisi, kata banyak orang, terbiasa hidup dengan dua wajah: satu untuk publik—penuh senyum, janji, dan kepedulian—dan satu lagi untuk ruang tertutup—penuh kalkulasi, intrik, bahkan kepentingan pribadi.

Baca Juga:

  • Penjilat

  • Jogetokrasi

 

Nah, di titik inilah perempuan mengalami kesulitanya. Lazimnya, perempuan dikenal sebagai makhluk yang suka berdandan dan memoles wajahnya agar terlihat cantik. Jika mau jadi politisi, maka dalam waktu bersamaan ia dituntut memoles wajahnya dua kali. Pertama ia memoles wajahnya biar terlihat lebih cantik di mata laki-laki. Kedua ia juga dituntut merias wajah politisnya agar tampak menarik di hadapan publik.

Hal serupa tentu tidak berlaku pada politisi laki-laki. Ia cukup memoles wajahnya sekali saja untuk modal pencitraan politik.

Ya. Politik memang arena dua wajah. Wajah yang satu harus menebar harapan, wajah yang lain mengatur strategi agar tetap bertahan. Di arena politik, memoles diri adalah skill yang seolah wajib dimiliki politisi, sebab ketulusan dan kepolosan yang telanjang kadang sama berbahayanya dengan masuk ring tinju tanpa sarung tangan.

Maka benarlah guyonan Murphy, di politik, merias dua wajah itu pekerjaan berat. Perempuan yang sehari-hari sudah dituntut multi-tasking di rumah, di kerja, di komunitas, kini harus ditambah beban memoles wajah politik.

Apakah itu alasan jumlah politisi perempuan lebih sedikit? Bisa jadi. Tetapi justru karena alasan itulah kehadiran mereka penting.

Baca juga: Topeng Kekuasaan

Terlepas dari itu, yang jelas hari ini panggung politik menjadi pertunjukan glamor pesta-pora demokrasi yang narsistik. Dengan make-up yang norak, para aktor  tampil memukau, tapi sering kali hanya memainkan peran, bukan memperjuangkan gagasan.

Di tengah situasi ini, kebutuhan akan politik otentik menjadi mendesak. Untuk itu dibutuhkan lebih banyak sosok politisi yang tampilannya lebih tulus dan apa adanya. Tampil percaya diri tanpa topeng dan tanpa make-up berlebihan. (*)

 

 

Tags: Make-uppolitisiTulisan M. Risfan Sihaloho
Previous Post

Puisi Karya Agus Yulianto (2)

Next Post

DPP IMM Desak Kapolri Pecat Aparat yang Represif terhadap Demonstran di DPR

Related Posts

Hentikan Brutalitas Aparat!

Hentikan Brutalitas Aparat!

29 Agustus 2025
115
Rakyat Butuh Kebajikan, Bukan Kebijakan

Rakyat Butuh Kebajikan, Bukan Kebijakan

31 Juli 2025
126
Surplus Politisi, Defisit Negarawan

Surplus Politisi, Defisit Negarawan

26 September 2022
542
9/11: Politisi dan Media Mengubah Terorisme Jadi Isu Islam

9/11: Politisi dan Media Mengubah Terorisme Jadi Isu Islam

12 September 2021
173
Posisi Ganda Antara Ilmuan dan Cendikia Politisi

Posisi Ganda Antara Ilmuan dan Cendikia Politisi

9 November 2020
317

Politisi di Indonesia Kebanyakan Berpikiran Teknokratis

2 September 2019
281
Next Post
DPP IMM Desak Kapolri Pecat Aparat yang Represif terhadap Demonstran di DPR

DPP IMM Desak Kapolri Pecat Aparat yang Represif terhadap Demonstran di DPR

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In