Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Shohib: Perumusan Kebijakan Pandemi Harus Libatkan Orang Beriman dan Berilmu

Mujaddid by Mujaddid
2021/07/19
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Shohib: Perumusan Kebijakan Pandemi Harus Libatkan Orang Beriman dan Berilmu

Shohibul Anshor Siregar.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Karena itu, merujuk dari banyak hasil studi berskala global dalam komunikasi penangan Covid-19, Shohib menyimpulkan bahwa rekomendasi strategi penguatan komunikasi yang mengacu pada lensa disiplin beragam sangat penting dilakukan.

“Bahwa komunikasi krisis pemerintah yang efektif bergantung pada keterlibatan masyarakat. Mengarusutamakan proses komunikasi dua arah untuk tindakan dan kecepatan serta skala tanggapan pemerintah sangat penting,” kata Koordinator n’BASIS (Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya) ini.

Landasan pendekatan komunikasi menurut Shohib harus berbasis kepercayaan untuk dapat memanfaatkan kerjasama. Selain itu, mempertahankan perilaku transparansi, kejujuran menjadi prasyarat selain pentingnya pemilihan plafform media.

Shohib tidak menapik, dalam konteks komunikasi penangan krisis, ego sektoral memang sebuah tragedi. Tetapi menurut Shohib jauh lebih tragis lagi ketika muncul arogansi klaim diri sebagai lebih otoritatif hanya karena mandat kekuasaan, sehingga, misalnya, memperlakukan masyarakat sebagai awam yang seyogyanya hanya perlu loyal atas apa pun yang diinstruksikan.

“Padahal masyarakat itu memiliki segalanya. Mulai dari posisi tak tergantikan sebagai pemberi legitimasi politik sampai kepada kecerdasan-kecerdasan tersembunyi yang kerap selalu disepelekan. Tanpa disadari kerap basis pengetahuan masyarakat dapat saja lebih terandalkan dibanding apa pun yang dibanggakan oleh pemegang kekuasaan sebagai kemewahannya sendiri,” ungkap Shohib.

Kemudian, terkait adanya variasi pengalaman empiris sejumlah negara tertentu yang berhasil melandaikan kurva terinfeksi Covid-19 lebih awal dan yang lain kewalahan, Shohib mengatakan  alasannya sangat kompleks.

Tetapi, menurutnya keberhasilan respons sebagian negara terbukti bergantung pada, pertama, kecepatan dan skala intervensi; kedua, bagaimana masyarakat menerima, memahami, dan, ketiga, efektivitas rangsangan persuasi mendorong kegairahan bertindak berdasarkan informasi pemerintah dan lembaga lain.

“Negara dengan masyarakat ukuran besar yang meski sama-sama menghadapi masalah serupa (pandemi Covid-19), sesungguhnya menghendaki pendekatan beragam. Tak berguna mengandalkan cerita sukses di suatu tempat untuk replikasi di tempat lain. Ada ‘hukum besi keadaan’, bahwa tidak ada strategi komunikasi ‘satu ukuran yang cocok untuk semua,” sebutnya.

Shohib menegaskan, komunikasi khas pandemi terkait dengan studi lintas disiplin (komunikasi, psikologi sosial, dan studi kebijakan) dengan ditopang epidemiologi dan virologi. Karena itu komunikasi efektif era Covid-19 memerlukan perspektif lintas disiplin berdasar bukti dan mencerminkan nilai-nilai masyarakat demokratis.

Menurutnya, negara-negara yang terlalu ambisi menunggalkan penanganan dan pelaksanaan kebijakan kerap terjebak mengingkari kekuatan sendiri, yakni kekayaan kelembagaan sosial.

“Jika kelembagaan sosial merasa tak perlu dilibatkan, mereka akan merasa sebagai objek yang direndahkan,” kata Shohib.

Ia mengingatkan, organisasi pemerintah itu sangat terbatas baik dalam jaringan maupun kapasitas, dalam kondisi tertentu bahkan juga keterpercayaan. Karena itu, menurutnya menyanggah kekuatan kelembagaan sosial adalah proses sistematis bunuh diri politik.

“Selain itu, jangan sampai perumusan kebijakan disengaja tak melibatkan dua orang terpenting: orang beriman dan orang berilmu, disebabkan pemerioritasan transaksi oligarki,” tutupnya. (*)

 

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Komunikasi KrisisKomununikasi Kebencanaanshohibul anshor siregar
Previous Post

IMM Asahan Kembali Unjuk Rasa Minta Ketegasan Aparat Tutup Izin Opersional Judi

Next Post

Puisi~puisi Riska Widiana (2)

Related Posts

Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

1 Juli 2026
102
FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
146
Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

29 Juni 2026
104
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
Next Post
Puisi~puisi Riska Widiana (2)

Puisi~puisi Riska Widiana (2)

Muhammadiyah Tuban Laksanakan Penyembelihan Kurban dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
116
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan