• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Jumat, Februari 20, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Pidato Seabad Lebih HOS Tjokroaminoto

Shohibul Anshor Siregar by Shohibul Anshor Siregar
2020/12/08
in Kebangsaan, Keislaman, Opini, Ulasan
0
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Harapan Umat dan Bangsa

HOS Tjokroamninoto pada pidato Pembukaan KongresSjarikat Islam di Bandung, 17 Juni1916, antara lain berisi pemikiran penting demikian:

“…….Kita belum bisa menempati tempat yang layak di bawah matahari. Kita telah menyaksikan bagaimana kelemahan kita mewujudkan atau meningkatkan kehidupan dan keterampilan kita sesuai Islam. Itu semua disebabkan oleh pengabaian kita atas al-Quran, pendidikan, industri, pertanian, dan komersial.

Kondisi kita yang memprihatinkan inilah yang menyebabkan bangs aasing memandang rendah kita. Ketika perdagangan dan industry tetap berada di tangan orang asing, pengejaran kemajuan kita tidak akan membuahkan hasil.

Bersandar pada orang asing, jika kita menikahkan nasib dan kesengsaraan kita dengan orang asing. Pada titik ini hamper semua cabang bisnis ada di tangan yang longgar, dan kita biasanya adalah buruh (kuli), sehingga manfaat besar bertambah kepada orang asing dan menjadi semakin umum.

Orang asing menggunakan tenaga kita dan mereka memanfaatkannya, kita bekerja siang dan malam untuk kepentingan mereka.
Jelas bahwa orang-orang kita kelelahan untuk orang lain.”

Jika diukur secara cermat, pidato 114 tahun lalu itu ternyata masih sangat relevan untuk diucapkan dan diperbincangkan hari ini. Seakan tidak ada yang begitu berbeda di kolong langit Indonesia dalam kurun seabad lebih.

Ironisnya, setidaknya dalam 6 tahun terakhir, gagasan dan pemikiran Bung Karno juga sebetulnya cukup banyak diperbincangkan dan para pembijaksana negara cukup gencar menstir dalam pidato-pidatonya, serta para akademisi pun cukup rajin menyandarkan analisisnya pada pemikiran proklamator ini.

Sebutlah doktrin trisakti (berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya). Begitu dahsyat pemikiran itu sebetulnya. Tetapi mengapa tetap tidak begitu menggembirakan keadaan kita?

Apakah karena bangsa kita terlalu menikmati overdosis asupan demokrasi hingga kita lebih berelahati mencurahkan tenaga dan pikiran untuk pertarunga nmemperebutkan kekuasaan, dan di bawah semangat demokrasi liberal seperti saat ini kita telah tak menyadari ketibaan pada semangat yang berbeda karena lebih menikmati pertikaian demi pertikaian serius sesamea anak bangsa yang tak begitu hirau dengan cita-cita kebangsaan sesuai konstitusi?

Konsitusi kita secara imperatif menegaskan misi pedirian negara-bangsa yang tak tertawar, ialah melindoengi segenap bangsa dan seloeroeh toempah darah, memadjoekan kesedjahteraan oemoem, dan mentjerdaskan kehidoepan bangsa.

Jenis pertanggungjawaban apa yang dapat kitaberikan kepada bangsa dan Negara, dan terlebih kepada generasi pewaris atas keadaan yang amat tak menggembirakan ini? (Bersambung hal 3)

Page 2 of 5
Prev123...5Next
Tags: HOS TjokroaminotoIslamMUIshohibul anshor siregarumat islam
Previous Post

Prihatin Bentrok Polisi-FPI, Muhammadiyah Minta Masyarakat Menahan Diri

Next Post

Dannas KOKAM Sampaikan Seruan terkait Pilkada 2020

Related Posts

MUI Sumut 2025–2030: Di Antara Musyawarah, Isu Kekuasaan, dan Beban Amanah

Majelis Ulama Indonesia: Antara Jembatan Umat dan Bayang-bayang Kekuasaan

2 Februari 2026
119
Paradoks Kepercayaan Publik: Saat Polri Dipuji, Namun Reformasi Mendesak

Paradoks Kepercayaan Publik: Saat Polri Dipuji, Namun Reformasi Mendesak

13 Januari 2026
157
Shohibul: Protes Kampus terhadap Rezim Jokowi Penting, Tapi Sudah Sangat Terlambat

Oase Musyawarah: Menjemput Kembali Marwah Sila Keempat Pancasila dalam Arsitektur Kekuasaan

7 Januari 2026
132
MUI Sumut 2025–2030: Di Antara Musyawarah, Isu Kekuasaan, dan Beban Amanah

MUI Sumut 2025–2030: Di Antara Musyawarah, Isu Kekuasaan, dan Beban Amanah

29 Desember 2025
161
Puisi~puisi Fiana Winata (5)

Buya HAMKA: Ulama yang Tidak Silau oleh Jabatan

23 Desember 2025
125
Cegah Kriminalitas, Shohibul: Muhammadiyah Perlu Tentukan Prioritas Orientasi Dakwahnya

Negara Dinilai Sengaja Abai, Hak Masyarakat Adat Terus Dikorbankan

15 Desember 2025
155
Next Post
Dannas KOKAM Sampaikan Seruan terkait Pilkada 2020

Dannas KOKAM Sampaikan Seruan terkait Pilkada 2020

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In