TAJDID.ID 🔳 Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, memberikan pesan tegas kepada anak asuhnya usai kemenangan telak 6-0 atas Persikus Kudus pada laga lanjutan Liga 2 di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (20/9). Meski meraih hasil positif, Coach Eko mengingatkan agar tim tidak cepat berpuas diri karena perjalanan kompetisi masih panjang.
“Pesan untuk pemain, jangan berpuas diri. Pertandingan masih panjang, kita butuh semangat yang kuat untuk pertandingan selanjutnya. Tentu target kita adalah meraih poin maksimal di setiap laganya. Kemenangan ini juga tak lepas dari support luar biasa para suporter untuk tim PSMS ini,” ujar Eko Purdjianto dalam sesi Press Conference After Match.
Eko juga memberikan penjelasan mengenai strategi pergantian pemain, termasuk tidak dimainkannya Javier Siverio secara penuh. “Javier Siverio sengaja tidak kita mainkan full untuk menyimpan tenaganya untuk pertandingan selanjutnya,” jelasnya.
Menanggapi soal pemilihan kapten, Eko menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan matang. “Mengenai Angelo, kita memiliki kapten yang cukup tenang. Jadi kita tidak asal memilih kapten, meskipun kita punya empat kandidat kapten yang cukup mumpuni di dalam tim,” tambahnya.
Optimisme juga disampaikan bek PSMS, Ashraq Gufron. “Semoga kedepannya bisa meraih hasil yang positif lagi dan semoga bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sumatera Utara pencinta PSMS Medan, serta jajaran pelatih yang sudah memberikan taktik terbaik,” kata Gufron.
Mental Persikus Runtuh Akibat Gol Cepat
Sementara itu, pelatih Persikus Kudus, Kahudi Wahyu Widodo, mengakui ketangguhan PSMS Medan. Ia menyebut gol cepat Ayam Kinantan di awal laga menjadi faktor utama runtuhnya mental dan konsentrasi anak asuhnya.
“Kami datang dengan percaya diri. Namun, gol cepat PSMS membuat buyar konsentrasi pemain. Fokus terpecah sehingga menimbulkan banyak celah yang dimanfaatkan PSMS untuk mencetak gol di menit-menit awal. Kekuatan PSMS memang lebih siap untuk pertandingan sore ini,” ungkap Kahudi.
Ia menambahkan, faktor mental sangat berpengaruh dalam pertandingan sepak bola. “Di babak kedua kami sudah mencoba memaksimalkan permainan, namun hanya sampai di situ batas maksimal pemain,” tuturnya.
Kekecewaan mendalam juga disampaikan pemain Persikus, Bhima Wibnu Fiki Ramadhan, yang meminta maaf kepada masyarakat dan suporter Kota Kudus.
“Atas nama pemain, saya minta maaf. Kami sangat kecewa dengan hasil sore ini, karena ini bukan hasil yang kita inginkan. Kita datang kesini untuk mencuri poin, tetapi tim lawan sudah sangat siap. Pertandingan hari ini akan kami jadikan evaluasi agar bisa kembali lebih baik di pertandingan selanjutnya,” pungkas Bhima. (*)
✍️ Wira















