No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM

2 September 2026
in Daerah, Muhammadiyah, Opini
Reading Time: 6 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Affan Al Quddus, S.Sos., M.Si.

Dosen FISIP UMSU Pemerhati Kebijakan Publik dan Pemberdayaan Masyarakat

 

Ada daerah yang tumbuh karena dirawat. Ada pula daerah yang bertahan karena warganya pantang menyerah. Kepulauan Nias termasuk yang kedua. Di tengah keterbatasan geografis, akses, sumber daya, dan kondisi demografis yang mayoritas non-Muslim, Muhammadiyah di Nias tetap bertahan. Para pimpinan, guru, mubalig, dan warga persyarikatan terus bergerak dengan kemampuan yang terbatas.

Tetapi pertanyaannya sekarang: sampai kapan mereka harus berjuang sendirian?

Inilah pertanyaan yang layak diajukan kepada PW Muhammadiyah Sumatera Utara. Bukan untuk menyalahkan siapa pun. Bukan pula untuk mengerdilkan perjuangan Muhammadiyah di Nias. Justru sebaliknya. Pertanyaan ini lahir dari kegelisahan: mengapa daerah yang membutuhkan sentuhan dakwah, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan justru belum menjadi prioritas yang serius?

Realitas di lapangan, di Kepulauan Nias; Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Selatan, dan Nias Barat Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) masih sangat terbatas. Di Kota Gunungsitoli terdapat TK, SD, dan SMP Muhammadiyah. Di Nias Utara terdapat TK, SD, Madrasah Ibtidaiyah, dan Madrasah Tsanawiyah. Namun di Kabupaten Nias, Nias Selatan, dan Nias Barat, AUM pendidikan belum tersedia.

Lebih memprihatinkan lagi, AUM di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi masih sangat minim, bahkan belum hadir secara nyata di sejumlah wilayah.

Ini bukan sekadar persoalan jumlah sekolah. Ini adalah persoalan masa depan kader dan keberlanjutan dakwah. Ketika anak-anak warga Muhammadiyah bersekolah di luar lingkungan pendidikan Muhammadiyah, tentu tidak otomatis mereka kehilangan identitas. Tetapi ruang pembinaan ideologi, karakter, kepemimpinan, dan kaderisasi Muhammadiyah menjadi jauh lebih terbatas. Padahal kaderisasi bukan pekerjaan satu atau dua tahun.
Kaderisasi adalah investasi puluhan tahun. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan siapa yang berdiri meneruskan Muhammadiyah 20 atau 30 tahun mendatang.

Karena itu, membiarkan keterbatasan AUM berlangsung terlalu lama sama artinya dengan menunda investasi terhadap masa depan persyarikatan.

 

Jangan Sampai Muhammadiyah Hanya Punya Nama

Muhammadiyah tidak boleh hanya hadir dalam bentuk papan nama organisasi, struktur kepengurusan, rapat, pengajian, dan kegiatan seremonial. Muhammadiyah harus hadir dalam kehidupan masyarakat.

Ada sekolah ketika masyarakat membutuhkan pendidikan; Ada klinik ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan; Ada pemberdayaan ekonomi ketika masyarakat membutuhkan penghidupan; Ada kader ketika umat membutuhkan penerus.

Di sinilah makna Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar menemukan bentuk konkretnya.

Khusus di Kepulauan Nias, tantangan itu jauh lebih besar. Dakwah tidak cukup hanya disampaikan dari mimbar ke mimbar. Dakwah harus hadir dalam bentuk pelayanan. Sebab masyarakat akan lebih mudah merasakan Islam melalui keteladanan, kualitas pelayanan, kejujuran, kepedulian, dan manfaat nyata.

Sekolah yang unggul adalah dakwah. Guru yang amanah adalah dakwah. Dokter dan tenaga kesehatan yang melayani dengan tulus adalah dakwah. Kader yang kembali ke kampung untuk membangun masyarakat adalah dakwah.

 

PW Muhammadiyah Sumut Harus Membuat “Program Khusus Nias”

Karena itu, sudah waktunya PW Muhammadiyah Sumatera Utara membuat kebijakan khusus:
Program Khusus Nias. Bukan program sesaat. Bukan sekadar kunjungan. Bukan sekadar seminar. Tetapi program lima tahun yang memiliki target, anggaran, SDM, indikator keberhasilan, dan evaluasi yang jelas.

Minimal ada beberapa agenda besar yang harus dimulai yakni: Kejar Ketertinggalan AUM Target lima tahun harus konkret.

Pertama, berdirinya minimal satu SMA Muhammadiyah di Gunungsitoli.

Kedua, merintis SD/MI Muhammadiyah di Nias Selatan dan Nias Barat.

Ketiga, membangun embrio layanan kesehatan melalui Klinik Pelayanan Kesehatan Muhammadiyah di Gunungsitoli.

Setelah itu, secara bertahap dikembangkan AUM sosial dan ekonomi. Kita tidak boleh lagi berpikir, “Nanti kalau sudah ada dana.” Kalau selalu menunggu dana tersedia, kapan akan dimulai? Program besar selalu dimulai dari keberanian untuk menetapkan prioritas. Jika Nias menjadi prioritas, maka sumber daya pasti harus dicarikan.

 

Kirim SDM Terbaik Muhammadiyah ke Nias.

Gedung tidak akan menghidupkan Muhammadiyah. Manusialah yang menghidupkannya. Karena itu, PW Muhammadiyah Sumut perlu membuat program: “Guru, Kepala Sekolah, dan Tenaga Kesehatan Mengabdi untuk Nias.”

Kirim guru terbaik; Kirim kepala sekolah yang berpengalaman.; Kirim tenaga kesehatan.; Kirim kader profesional.; Kirim mubalig.; Kirim anak-anak muda Muhammadiyah yang memiliki kompetensi.

Mereka tidak harus menetap seumur hidup. Bisa melalui skema pengabdian satu, dua, atau tiga tahun dengan dukungan pembiayaan dan sistem pendampingan yang jelas. Dengan cara itu, transfer pengetahuan dan pengalaman dapat berlangsung. Yang kita bangun bukan hanya sekolah. Kita sedang membangun ekosistem.

 

Putra-Putri Nias Harus Kembali

BACA JUGA

Sepekan di Batang Toru, MDMC Layani Ribuan Penyintas Banjir Bandang Tapsel

Cegah Penularan Virus Corona, PK IMM Se-Unimed Berbagi Masker Gratis kepada Masyarakat

Gebyar Milad Ke-89, PDPM Deliserdang Lakukan Gerakan Al-Ma’un

PC Muhammadiyah Serbelawan Bagikan 185 Paket Sembako kepada Warga yang Terdampak Covid-19

Muhammadiyah Serbalawan Haflah Tahfidz Quran

Ketika Pohon Kelapa Tumbang, Katak Pun Ikut Memanjat

Sebagai Kader Ini jauh lebih penting. Jangan sampai Muhammadiyah hanya mengirim orang dari luar Nias tanpa menyiapkan kader lokal. Kita membutuhkan kader yang lahir dari Nias, memahami Nias, mencintai Nias, dan mau pulang membangun Nias.

Karena itu, perlu dibentuk beasiswa: “Putra-Putri Nias Mengabdi.” Anak-anak Nias diberikan kesempatan kuliah di UMSU, UMTS, dan perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya. Mereka dapat belajar pendidikan, kesehatan, ekonomi, hukum, teknologi, komunikasi, pertanian, dan berbagai bidang keahlian yang dibutuhkan masyarakat.

Tetapi beasiswa itu jangan berhenti pada ijazah. Harus ada komitmen: Belajar di kota, pulang membangun kampung. Inilah investasi kader yang sesungguhnya. Bayangkan jika dalam lima tahun lahir puluhan sarjana asal Nias yang kembali sebagai guru, kepala sekolah, tenaga kesehatan, pengusaha, dai, akademisi, dan aktivis sosial Muhammadiyah. Dalam sepuluh atau dua puluh tahun, dampaknya akan jauh lebih besar daripada sekadar membangun beberapa gedung.

Selanjutnya Konsolidasikan ZIS, Wakaf, dan CSR Kita juga tidak boleh berpikir bahwa seluruh pembiayaan harus dibebankan kepada PW Muhammadiyah Sumut. Tidak. Harus ada gerakan kolektif. Dana ZIS, wakaf produktif, CSR perusahaan, filantropi warga Muhammadiyah, donatur, alumni perguruan tinggi Muhammadiyah, dan berbagai sumber pembiayaan lainnya harus dikonsolidasikan. Jika setiap PDM di Sumatera Utara mengambil satu bagian kecil dari tanggung jawab ini, bebannya tidak akan terasa berat. Ada PDM yang membantu guru; ada yang membantu pembangunan sekolah; ada yang membantu beasiswa; ada yang membantu alat kesehatan; ada yang membantu pengembangan ekonomi.

Nias tidak membutuhkan belas kasihan. Nias membutuhkan solidaritas.

 

Jadikan AUM sebagai Wajah Islam Berkemajuan

Ini yang tidak kalah penting.
Muhammadiyah harus memahami konteks Nias. Di daerah dengan mayoritas masyarakat non-Muslim, AUM tidak boleh tampil eksklusif. Sekolah Muhammadiyah harus menjadi sekolah yang berkualitas dan terbuka bagi semua. Klinik Muhammadiyah harus melayani semua pasien dengan profesional dan penuh kasih. Kegiatan sosial Muhammadiyah harus menyentuh siapa saja yang membutuhkan.

Inilah dakwah bil hal. Masyarakat tidak perlu terlebih dahulu menjadi Muhammadiyah untuk merasakan manfaat Muhammadiyah. Justru melalui pelayanan yang unggul, amanah, dan berakhlak, masyarakat akan melihat bahwa Islam membawa rahmat dan kemajuan.

Dakwah tidak selalu harus dimulai dengan kata-kata. Kadang ia dimulai dengan pelayanan yang tulus.

 

Jangan Biarkan PDM di Kepulauan Nias Berjuang Sendiri

PW Muhammadiyah Sumut juga harus menggerakkan seluruh PDM di luar Kepulauan Nias. Jangan biarkan PDM di Nias berjalan sendirian. Muhammadiyah adalah satu tubuh. Jika satu bagian sakit, bagian yang lain harus ikut merasakan.

PDM yang kuat harus membantu PDM yang sedang tumbuh.

Sekolah Muhammadiyah yang maju harus membantu sekolah Muhammadiyah yang sedang merintis.

Rumah sakit Muhammadiyah yang kuat harus membantu pengembangan layanan kesehatan di Nias.

Kader profesional harus berbagi ilmu. Alumni harus kembali memberi kontribusi.

Pengusaha Muhammadiyah harus membuka ruang pemberdayaan. Inilah makna persyarikatan.

 

Mengapa Harus Nias?

Jawabannya sederhana: Karena Nias adalah bagian dari Sumatera Utara. Warga Muhammadiyah di Nias adalah bagian dari keluarga besar Muhammadiyah Sumatera Utara.

Jarak geografis tidak boleh berubah menjadi jarak emosional.

Keterbatasan akses tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan. Justru daerah yang tertinggal harus mendapatkan perhatian lebih besar.

Jika Muhammadiyah hanya membangun di daerah yang sudah maju, lalu siapa yang akan hadir di daerah yang membutuhkan? Di situlah ukuran kebesaran sebuah organisasi diuji. Bukan ketika membangun di tempat yang mudah. Tetapi ketika berani hadir di tempat yang sulit.

 

Jangan Tunggu Nanti

Kita sering berbicara tentang Islam Berkemajuan. Kita berbicara tentang pendidikan unggul. Kita berbicara tentang kesehatan. Kita berbicara tentang kaderisasi. Kita berbicara tentang dakwah berkemajuan.

Pertanyaannya: Apakah semua itu sudah benar-benar dirasakan oleh saudara-saudara kita di Kepulauan Nias?

Kalau belum, maka sekaranglah waktunya bergerak. Jangan menunggu satu tahun lagi. Jangan menunggu lima tahun lagi. Sebab lima tahun yang hilang berarti satu generasi anak-anak yang tumbuh tanpa cukup ruang pembinaan Muhammadiyah. Dan sepuluh tahun yang berlalu tanpa perubahan dapat membuat kita kehilangan lebih banyak lagi.

 

Penutup

Wahai Pimpinan dan warga Muhammadiyah Sumatera Utara. Muhammadiyah Nias sedang menunggu.

Mereka tidak meminta dikasihani. Mereka hanya membutuhkan pendampingan.

Mereka tidak meminta dipuji. Mereka membutuhkan kesempatan.

Mereka tidak membutuhkan janji. Mereka membutuhkan kehadiran.

Mari kita ubah “kerakap tumbuh di atas batu” menjadi pohon besar yang tumbuh kokoh, rindang, dan menjadi peneduh bagi banyak orang.

Caranya tidak rumit: Fokus. Dana. SDM. Fokuskan program untuk Nias. Konsolidasikan dana untuk Nias. Kirim SDM terbaik untuk Nias.

Dan yang paling penting, sekolahkan putra-putri Nias ke UMSU, UMTS, dan perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya. Setelah mereka selesai, panggil mereka pulang. Pulangkan sebagai guru. Pulangkan sebagai dokter dan tenaga kesehatan. Pulangkan sebagai pengusaha. Pulangkan sebagai akademisi. Pulangkan sebagai dai. Pulangkan sebagai kader pelopor Muhammadiyah. Sebab masa depan Muhammadiyah di Nias tidak boleh selamanya bergantung kepada orang-orang yang datang dari luar. Nias harus melahirkan kadernya sendiri.

Dan kepada PW Muhammadiyah Sumatera Utara, pesan ini sederhana: Jangan hanya datang ke Nias untuk berkunjung. Datanglah untuk membangun. Datanglah untuk mendampingi. Datanglah untuk menanam. Sebab mungkin kita tidak langsung melihat pohon itu menjadi besar. Tetapi generasi Muhammadiyah di Nias kelak akan menikmati teduhnya. Nias bukan halaman belakang Muhammadiyah Sumatera Utara.

Nias adalah bagian dari masa depan Muhammadiyah Sumatera Utara. Sudah saatnya PW Muhammadiyah Sumut turun tangan. Sekarang. Bukan nanti. (*)

Wassalam.

 

 

Tags: Affan Al-QuddusMuhammadiyah NiasMuhammadiyah SumutPWM Sumut
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Perkuat Tim Liputan Muktamar 49, MPI PWM dan PW IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda
Daerah

Perkuat Tim Liputan Muktamar 49, MPI PWM dan PW IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda

by Mujaddid
4 September 2026
2
Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah
Daerah

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah

by Mujaddid
31 Agustus 2026
17
Stop Ekstraksi Modal! Saatnya Bank Wajib Pihaki Ekonomi Daerah
Daerah

Stop Ekstraksi Modal! Saatnya Bank Wajib Pihaki Ekonomi Daerah

by Mujaddid
31 Agustus 2026
12
Ekonomi Umat Tanpa Dominasi Hulu Tak Berdaulat
Islam

Ekonomi Umat Tanpa Dominasi Hulu Tak Berdaulat

by Mujaddid
29 Agustus 2026
33
Dorong Visi World Class University, UMSU Teken Kerja Sama Internasional dengan PCIM Britania Raya dan Irlandia
Internasional

Dari Tanah Deli ke London: Sebuah Jembatan Muhammadiyah Menuju Dunia

by Mujaddid
29 Agustus 2026
10
Medan 1939 ke Sumatera Utara 2027: Menyambungkan Semangat Masa Lalu dengan Masa Depan
Daerah

Medan 1939 ke Sumatera Utara 2027: Menyambungkan Semangat Masa Lalu dengan Masa Depan

by Mujaddid
21 Agustus 2026
11
Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
Jufri Daily

Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan

by Mujaddid
12 Agustus 2026
42
Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas
Daerah

Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas

by Mujaddid
7 Agustus 2026
30
Membangun Semangat dari Daerah Penyangga, Menyongsong Sejarah Muktamar 49 Muhammadiyah
'Aisyiyah

Membangun Semangat dari Daerah Penyangga, Menyongsong Sejarah Muktamar 49 Muhammadiyah

by Mujaddid
3 Agustus 2026
26
Ketika Amanah itu Datang kepada Muhammadiyah
Daerah

Ketika Amanah itu Datang kepada Muhammadiyah

by Mujaddid
30 Juli 2026
25

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Pemuda Muhammadiyah Sumut Desak Investigasi Total Kebakaran PT Evyap di Sei Mangke
  • Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT
  • Lazismu Himpun Dana Bantuan Rp 6 Miliar untuk Korban Gempa NTT
  • Dosen UMJT Ingatkan Mitigasi Penyalahgunaan Kekuasaan dalam RUU Perampasan Aset
  • Dosen Ilmu Lingkungan UMJT Madiun: Efek Kebakaran Hutan Harus Diwaspadai
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM
Daerah

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah
Daerah

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.