Oleh: Datuk Muda Halbay dan Jufri
Bila sebuah benda bergerak menurut ilmu fisika, maka benda tersebut akan mengalami perubahan posisi dari titik asalnya terhadap suatu titik acuan. Dari gerak itu kita mengenal berbagai besaran seperti jarak, perpindahan dan waktu. Dari besaran-besaran pokok tersebut kemudian lahirlah besaran turunan seperti kecepatan dan percepatan.
Menariknya, konsep sederhana dalam fisika ini dapat menjadi sebuah perumpamaan untuk memahami perjalanan panjang Muhammadiyah.
Muhammadiyah telah bergerak selama 114 tahun. Waktu yang panjang itu menunjukkan bahwa sebuah gerakan yang terus bergerak akan menghasilkan perubahan, pertumbuhan dan berbagai capaian yang semakin besar. Dari gerakan yang konsisten akan muncul kecepatan, percepatan, usaha, energi dan berbagai bentuk kekuatan lainnya.
Begitu pula Muhammadiyah. Ia bukan organisasi yang hanya berdiri dan menunggu perubahan datang. Muhammadiyah adalah gerakan. Sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan, Muhammadiyah terus bergerak menjawab persoalan umat dan bangsa sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Gerakan itu kemudian melahirkan berbagai amal nyata. Kita mengenal Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, panti asuhan, dakwah, ekonomi dan berbagai bidang kehidupan lainnya. Bahkan kini berkembang berbagai usaha produktif yang semakin memperkuat kemandirian organisasi.
Semua itu menunjukkan satu hal: gerakan yang terus dipelihara akan melahirkan energi perubahan.
Tetapi dalam sebuah gerakan, bukan hanya soal seberapa cepat kita bergerak. Yang tidak kalah penting adalah ke mana kita bergerak dan untuk apa kita bergerak.
Dalam fisika, kecepatan memiliki arah. Maka Muhammadiyah pun tidak cukup hanya menjadi organisasi yang besar dan bergerak cepat. Muhammadiyah harus senantiasa memiliki arah perjuangan yang jelas.
Arah itu adalah Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta diwujudkan melalui gerakan dakwah dan tajdid untuk menghadirkan kemaslahatan bagi manusia.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qamar ayat 49: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa alam semesta memiliki keteraturan dan ketetapan. Para ilmuwan kemudian menemukan berbagai hukum dan konstanta yang bekerja secara teratur di alam.
Begitu pula sebuah gerakan sosial tidak mungkin bertahan selama lebih dari satu abad tanpa memiliki nilai, prinsip dan karakter perjuangan.
Muhammadiyah mempunyai nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu: keikhlasan, ilmu, amal, tajdid, dakwah, pendidikan dan kepedulian terhadap kehidupan manusia. Nilai-nilai inilah yang harus terus dijaga oleh setiap generasi.
Karena itu, semakin besar Muhammadiyah, semakin besar pula amanah yang harus dipikul.
Gerak Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada pertambahan jumlah aset. Gerak Muhammadiyah harus menghasilkan pertambahan manfaat.
Tidak cukup hanya bertambah besar, tetapi harus bertambah baik. Tidak cukup hanya bertambah banyak, tetapi harus semakin berkualitas.
Di sinilah semangat Islam Berkemajuan menemukan maknanya. Berkemajuan berarti terbuka terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, perubahan dan inovasi, tetapi tetap memiliki pijakan nilai-nilai Islam.
Dan kemajuan itu harus berkelanjutan. Apa yang kita bangun hari ini jangan hanya bermanfaat untuk kita, tetapi juga harus dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Sekolah, rumah sakit, masjid, panti, lembaga sosial, usaha dan seluruh amal Muhammadiyah harus terus hidup, berkembang dan memberi manfaat dalam jangka panjang.
Muhammadiyah telah bergerak selama 114 tahun. Tugas kita bukan sekadar menikmati hasil perjuangan para pendahulu, tetapi melanjutkan gerakan itu agar generasi berikutnya menerima Muhammadiyah dalam keadaan yang lebih baik.
Mari kita terus bergerak dengan ilmu, keikhlasan, amanah dan profesionalitas. Bergerak dalam semangat Islam Berkemajuan, membangun Muhammadiyah yang kuat, mandiri dan berkelanjutan.
Muhammadiyah Gerakanku
Bukan hanya bergerak karena waktu terus berjalan, tetapi bergerak karena ada cita-cita besar yang harus diwujudkan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah, petunjuk, kekuatan dan keikhlasan kepada kita semua untuk menjaga dan mengembangkan gerakan Muhammadiyah. Aamiin. (*)
Penulis adalah Ketua PDM Kota Kota Tanjung Balai dan Ketua PDM Kota Tebing Tinggi

















