TAJDID.ID 🔳 Laga pamungkas Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Lao National Stadium KM16, Laos, Ahad (6/9/2026), menjadi panggung pembuktian bagi skuad Garuda Muda. Menghadapi lawan tangguh, Timnas U-20 Australia, anak-anak asuh coach Nova ini tampil solid dan spartan.
Tensi tinggi menyelimuti sepanjang laga. Setelah Theodore Evan Leeming membuka keunggulan di menit ke-28, Australia terus melancarkan tekanan demi menyamakan kedudukan. Namun, momen pamungkas yang menyegel kemenangan Garuda Muda lahir di masa injury time. Tepat pada menit ke-90+2, Amar Rayhan Brkic melepaskan tembakan terukur yang mengoyak jala gawang Young Socceroos.
Gol penutup yang menjadi killing the game tersebut memastikan kemenangan 2-0 untuk Indonesia, sekaligus mengunci status juara Grup H dengan raihan tujuh poin dari tiga laga—lengkap dengan rekor impresif mencetak lima gol tanpa pernah kebobolan. Tiket menuju putaran final Piala Asia U-20 2027 pun resmi digenggam.

Siapakah Amar Rayhan Brkic?
Nama Amar Rayhan Brkic kini bertengger sebagai salah satu penggawa muda yang paling hangat diperbincangkan publik sepak bola Tanah Air. Bakat pemain kelahiran Frankfurt am Main, Jerman, 11 Juni 2007 ini sejatinya telah terpantau sejak beberapa tahun lalu ketika ia menempa ilmu di akademi TSG 1899 Hoffenheim, sebelum akhirnya dipercaya mengenakan jersi Merah Putih di level U-17.
Perjalanan karier usianya di Jerman terbilang matang. Sebelum menembus Hoffenheim Jugend, Amar mengasah fondasi teknis dan visi bertandingnya bersama klub-klub junior setempat, seperti SG Rot-Weiss Frankfurt Jugend dan Kickers Offenbach Jugend.

Diaspora Keluarga Muhammadiyah
Di balik ketajamannya di lapangan hijau, Amar tumbuh dalam lingkungan keluarga diaspora yang menginspirasi. Ayahnya adalah seorang dokter berdarah Bosnia-Jerman. Sementara sang ibu, dr. Diyah Nahdiyati, M.Kes., Sp.A., merupakan dokter spesialis anak asal Kebumen yang kini berpraktik di Frankfurt.
Tak sekadar berprofesi sebagai tenaga medis internasional, dr. Diyah juga mengemban amanah penting sebagai Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman. Nilai-nilai kedisiplinan, kerja keras, dan religiusitas yang ditanamkan dalam keluarga besar Muhammadiyah di perantauan turut membentuk karakter bertanding Amar di lapangan.
Darah olahraga dan semangat kompetitif juga mengalir deras di keluarga ini. Adik Amar, Said Aalim Brkic, saat ini tengah meniti karier sepak bolanya bersama akademi Eintracht Frankfurt U-13.

Tumpuan Masa Depan Garuda Muda
Kombinasi antara tempaan taktik sepak bola modern ala Bundesliga dan mentalitas pantang menyerah menjadikannya aset berharga bagi Timnas Indonesia U-20.
Kehadiran Amar Brkic tidak hanya memberi dimensi permainan yang lebih hidup di lini serang, tetapi juga menyalakan inspirasi bagi ribuan anak muda diaspora Indonesia di seluruh penjuru dunia untuk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa. (*)







