No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Desil dan Bantuan: Antara Tepat Sasaran dan Gaya Hidup

8 September 2026
in Daerah, Nasional, Opini
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Rahman Kamal Siregar SPd

Ketua BM PAN Labuhanbatu dan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Labuhanbatu

 

Di tengah geliat pembangunan Kabupaten Labuhanbatu dan pertumbuhan Kota Rantauprapat, persoalan bantuan sosial tetap menjadi isu yang penting untuk dibicarakan. Bukan karena bantuan sosial itu keliru, tetapi karena bantuan negara harus ditempatkan secara proporsional: siapa yang berhak menerima, berapa lama membutuhkan bantuan, dan kapan harus mulai didorong menuju kemandirian. Kebijakan desil melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sesungguhnya merupakan langkah menuju tata kelola bantuan yang lebih tertib. DTSEN menjadi basis data tunggal individu dan/atau keluarga untuk mendukung kebijakan sosial dan ekonomi.

Namun, di tingkat daerah seperti Labuhanbatu, kebijakan tersebut tidak cukup hanya berhenti pada angka dan sistem. Ia harus diterjemahkan menjadi realitas sosial.

 

Rantauprapat Berubah, Data Sosial Ekonomi Juga Harus Berubah

Rantauprapat bukan kota yang diam. Pertumbuhan penduduk, perdagangan, jasa, UMKM, transportasi, dan aktivitas ekonomi membuat kondisi sosial ekonomi masyarakat terus bergerak. Karena itu, data penerima bantuan tidak boleh dianggap sebagai data yang berlaku selamanya.

Keluarga yang beberapa tahun lalu berada dalam kondisi sulit bisa saja hari ini sudah memiliki usaha kecil. Begitu juga sebaliknya, keluarga yang dahulu relatif mampu dapat mengalami penurunan pendapatan karena kehilangan pekerjaan, musibah, atau persoalan ekonomi lainnya.

Masyarakat berubah, maka data juga harus berubah. Jangan Sampai Bansos Menjadi Identitas Sosial. Di sinilah kita perlu berbicara sedikit lebih keras.

Bantuan sosial adalah instrumen perlindungan negara, bukan identitas sosial. Menerima bantuan bukan sesuatu yang memalukan. Justru ketika seseorang benar-benar membutuhkan, negara memang wajib hadir.

Tetapi jika kondisi ekonomi sudah membaik, semangat untuk keluar dari status penerima bantuan juga harus tumbuh.

Jangan sampai muncul pola pikir: “Selama masih bisa menerima bantuan, mengapa harus berusaha lebih?”

Mentalitas seperti itu jauh lebih berbahaya daripada sekadar persoalan salah data. Sebab bantuan yang seharusnya menjadi jembatan menuju kemandirian dapat berubah menjadi ketergantungan.

Kita tidak sedang menyalahkan masyarakat miskin. Yang perlu dikritik adalah sistem dan pola pikir yang memungkinkan kemiskinan berlangsung tanpa strategi keluar yang jelas.

BACA JUGA

UU Pesantren Ramai Digugat, PKAD: Karena Publik Menduga Ada Agenda Terselubung Dibalik Pengesahannya

Fordek FH PTMA Dukung Otokritik dan Usulan Busyro Muqaddas

LP2M PWM Jateng Gelar Sarasehan Budaya dan Ekonomi Pesantren

Hukum Lingkungan Perspektif Islam dan Kontemporer: Membangun Paradigma Hukum yang Berkeadilan Ekologis

Menteri PKP Sosialisasi Kredit Program Perumahan di UMSU

Narasumber Kuliah Umum di UMSU, GM PLN UID Sumut Bahas Energi dan Kebaikan

 

Desil Bukan Alat untuk Menghakimi

Masyarakat juga perlu memahami bahwa desil tidak sesederhana melihat seseorang memiliki sepeda motor, telepon genggam, rumah permanen, atau bekerja sebagai pedagang.

Yang dibutuhkan adalah data yang benar dan verifikasi yang benar. Jangan sampai orang miskin yang memiliki kendaraan untuk bekerja langsung dianggap tidak layak menerima bantuan. Sebaliknya, jangan pula seseorang yang secara ekonomi sudah relatif mampu tetap dipertahankan sebagai penerima hanya karena datanya belum diperbarui. Keadilan membutuhkan penilaian yang utuh.

 

Pemerintah Daerah Harus Berani Membuat Sistem Evaluasi

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu sebenarnya sudah memiliki kerangka untuk bergerak ke arah tersebut. Pemkab tengah menyusun Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah 2025–2029, sementara dalam arah pembangunan 2027 pemerintah juga menempatkan perlindungan sosial, penguatan ketahanan pangan, pembangunan desa, serta pengembangan ekonomi sebagai bagian dari prioritas.

Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian menerjemahkan kebijakan tersebut menjadi mekanisme yang terukur.

Ada beberapa langkah konkret yang layak dilakukan.

Pertama, lakukan verifikasi penerima secara berkala

Kedua, buat mekanisme “graduasi bantuan”

Ketiga, hubungkan bansos dengan program pemberdayaan.

Keempat, buat “dashboard kemiskinan” tingkat kecamatan.

Kelima, ukur keberhasilan dari jumlah keluarga yang mandiri.

Ke-enam buka ruang pengaduan dan koreksi data.

Pertanyaan yang harus diajukan setiap tahun adalah: Berapa keluarga yang tahun lalu menerima bantuan, tetapi tahun ini sudah mampu berdiri sendiri? Kalau angka tersebut meningkat, berarti program berjalan. Kalau tidak bergerak, pemerintah harus berani mengevaluasi pendekatannya.

Dengan begitu, masyarakat dapat menjadi bagian dari pengawasan sekaligus membantu pemerintah memperbaiki data.(*)

Tags: DesilRahman Kamal Siregar
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?
  • Jadi Role Model SMP Unggulan, Muhammadiyah Rawamangun Studi Tiru ke SMP UMP
  • Rislah Islam Kesemestaan
  • Perkuat Keterampilan Praktik 516 Mahasiswa, Laboratorium Hukum FH UMSU Bekali Puluhan Asisten
  • UMSU Vibes
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?
Daerah

Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?

Rislah Islam Kesemestaan
'Aisyiyah

Rislah Islam Kesemestaan

UMSU Vibes
Muhammadiyah

UMSU Vibes

Jangan Polos Memandang Politik
Nasional

Jangan Polos Memandang Politik

Muhammadiyah sebagai Kekuatan Ekonomi Strategis Bangsa: Dari Jasa Kemerdekaan menuju Kedaulatan Hulu-Hilir
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah sebagai Kekuatan Ekonomi Strategis Bangsa: Dari Jasa Kemerdekaan menuju Kedaulatan Hulu-Hilir

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
Jufri Daily

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.