No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Dari Kongres ke-28 Medan Tahun 1939 Menuju Muktamar ke-49 Tahun 2027

"Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya"

19 September 2026
in 'Aisyiyah, Daerah, Jufri Daily, Kemuhammadiyahan, Muhammadiyah, Muktamar 49, Opini
Reading Time: 4 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Jufri

Ketua PDM Kota Tebing Tinggi

 

Ada alasan historis mengapa Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tahun 2027 di Sumatera Utara terasa istimewa.

Muktamar bukan sekadar agenda lima tahunan untuk memilih pimpinan, menyusun program dan mengevaluasi perjalanan Persyarikatan. Muktamar adalah momentum untuk membaca kembali sejarah, melihat keadaan hari ini dan menyiapkan langkah Muhammadiyah menghadapi masa depan.

Apalagi Muktamar ke-49 yang akan berlangsung di Sumatera Utara mengusung tema “Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya.”

Tema yang sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan cita-cita besar: bagaimana Muhammadiyah melalui dakwah Islam berkemajuan terus ikut mencerdaskan bangsa, mencerahkan kehidupan dan menghadirkan manfaat bagi semesta.

 

Medan dan Jejak Sejarah Muhammadiyah

Ada catatan sejarah yang menarik. Medan sebenarnya bukan tempat yang baru bagi permusyawaratan besar Muhammadiyah. Pada 19–25 Juli 1939, ketika Indonesia masih berada dalam era Hindia Belanda, Muhammadiyah menyelenggarakan Kongres ke-28 di Medan. Pada masa itu istilah yang digunakan masih “Kongres”, bukan “Muktamar”.

Perubahan istilah itu terjadi kemudian. Pada tahun 1950, dalam permusyawaratan ke-31 di Yogyakarta, istilah “Kongres” berubah menjadi “Muktamar”. Sejak itulah istilah Muktamar digunakan sebagai nama permusyawaratan tertinggi Muhammadiyah.

Maka ada perjalanan sejarah yang menarik:

  • 1939: Kongres ke-28 di Medan.
  • 1950: Kongres berubah menjadi Muktamar.
  • 1995: Muktamar ke-43 di Banda Aceh.
  • 2027: Muktamar ke-49 di Sumatera Utara.

Muktamar ke-49 dengan demikian memiliki makna tersendiri. Medan kembali menjadi tempat permusyawaratan besar Muhammadiyah setelah Kongres 1939, tetapi kali ini dengan nama Muktamar. Rentang waktunya hampir sembilan dekade.

Lebih jauh lagi, Muktamar ke-49 menjadi Muktamar pertama di Pulau Sumatera setelah Muktamar ke-43 di Banda Aceh tahun 1995, sekaligus menjadi momentum kembalinya Muktamar ke Pulau Sumatera setelah era Orde Baru.

Kalau boleh sedikit bernostalgia, Muhammadiyah pernah datang ke Medan pada zaman Hindia Belanda. Kini Muhammadiyah datang kembali ke Sumatera Utara dalam sebuah Indonesia yang sudah merdeka.

Zamannya berubah, tantangannya berubah, tetapi semangat tajdid tidak boleh berhenti.

 

Gebyar Muktamar Sudah Dimulai

Yang menarik, meskipun Muktamar ke-49 masih sekitar setahun lagi, suasana Muktamar sesungguhnya sudah mulai terasa. Gebyar dan syiarnya sudah berlangsung, dan insya Allah akan terus berlangsung hingga hari pelaksanaannya.

Spanduk mulai terlihat. Logo mulai dikenal. Tema mulai diperbincangkan. Gagasan mulai disampaikan. Berbagai kegiatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sumatera Utara pun perlahan ikut menjadi bagian dari denyut menuju Muktamar.

Dan memang begitulah seharusnya sebuah Muktamar. Muktamar tidak semestinya baru terasa ketika panggung sudah berdiri dan para tamu mulai berdatangan. Muktamar harus hidup sejak gagasannya mulai dibicarakan.

BACA JUGA

PDA Lamongan Launching Pojok Literasi LBSO

Tersangkakan Pejabat Pemprovsu, IMM Apresiasi Kajari Langkat

LKSA Muhammadiyah Nyai Walidah Bagikan Parsel dan THR

Proaktif Tekan Angka Penderita TB, ‘Aisyiyah Sumut Terima Penghargaan dari Pemerintah

Tercatat Sebagai Bacaleg Tapi Belum Mundur dari Jabatan Bupati, IMM: Ashari Tambunan Tak Taat Aturan

KAUM

Syiarnya bukan hanya tentang mempromosikan sebuah agenda, tetapi juga tentang menyebarluaskan nilai, gagasan dan semangat yang dibawa Muktamar.

Karena itu, waktu setahun bukanlah waktu untuk sekadar menunggu. Ia adalah kesempatan untuk menyiapkan gagasan, memperkuat kader, membangun kolaborasi, memperbaiki amal usaha dan memperluas manfaat Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Kalau gebyar Muktamar semakin terasa dari hari ke hari, mudah-mudahan bukan hanya gebyar spanduknya yang semakin banyak, tetapi juga gebyar gagasannya, gebyar dakwahnya, gebyar kaderisasinya dan gebyar manfaatnya.

Sebab yang kita harapkan bukan Muktamar yang ramai hanya selama beberapa hari, kemudian kembali senyap setelah para peserta pulang.

Kita ingin semangat Muktamar menjadi energi yang bertahan jauh lebih lama.

 

Islam Berkemajuan dan Gerakan Pencerahan

Mendakwahkan Islam berkemajuan bukan sekadar menyampaikan ceramah dari mimbar ke mimbar.

Dakwah harus hadir dalam bentuk ilmu pengetahuan, pendidikan yang bermutu, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, penguatan keluarga, kepedulian sosial serta keberanian menghadirkan solusi bagi persoalan bangsa.

Sekolah adalah dakwah. Universitas adalah dakwah. Rumah sakit adalah dakwah. Pemberdayaan ekonomi adalah dakwah. Kaderisasi adalah dakwah. Bahkan mengelola organisasi dengan amanah, profesional dan transparan pun merupakan bagian dari dakwah.

Sebab Islam yang berkemajuan bukan Islam yang hanya terdengar suaranya, tetapi Islam yang terlihat manfaatnya.

Di sinilah tema “Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya” menemukan relevansinya.

Bangsa yang cerdas tidak hanya diukur dari banyaknya orang yang memperoleh gelar akademik. Kecerdasan harus melahirkan kemampuan membaca persoalan, mencari solusi, menghargai perbedaan dan menggunakan ilmu untuk kemaslahatan.

Sementara semesta yang bercahaya bukan berarti seluruh persoalan kehidupan tiba-tiba selesai. Ia adalah cita-cita agar kehidupan manusia semakin tercerahkan oleh ilmu, iman, akhlak, keadilan dan kemanusiaan.

Muktamar ke-49 juga menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk melihat masa depan Persyarikatan secara lebih utuh. Keduanya memiliki sejarah panjang dalam mencerdaskan bangsa, memberdayakan masyarakat dan menghadirkan dakwah yang nyata.

Karena itu, Muktamar jangan sampai hanya menjadi panggung pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, Muktamar harus menjadi ruang pertukaran gagasan dan pembaruan gerakan.

Muhammadiyah perlu terus bertanya: apakah pendidikan kita sudah menjawab kebutuhan zaman? Apakah kaderisasi kita mampu melahirkan generasi yang tangguh? Apakah amal usaha kita semakin memberi dampak? Apakah dakwah kita mampu menjangkau generasi digital? Apakah ekonomi umat semakin berdaya? Dan apakah kehadiran Muhammadiyah benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu mungkin lebih penting daripada sekadar siapa yang nanti duduk di kursi pimpinan.

Sebab pimpinan akan berganti. Generasi akan berganti. Zaman akan berganti.

Tetapi misi Muhammadiyah untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya harus terus berjalan.

 

Dari Medan 1939 ke Sumatera Utara 2027

Sumatera Utara tentu tidak ingin hanya dikenal sebagai tuan rumah yang sukses secara teknis. Kita ingin Muktamar ke-49 meninggalkan sesuatu yang lebih panjang daripada spanduk, panggung dan dokumentasi.

Kita ingin ada gagasan. Ada gerakan. Ada kaderisasi. Ada pencerahan. Ada amal nyata. Dan ada warisan pemikiran untuk generasi setelah kita.

Sebab kalau pada tahun 1939 Muhammadiyah pernah datang ke Medan membawa semangat pembaruan di zaman Hindia Belanda, maka pada tahun 2027 Muhammadiyah kembali ke Sumatera Utara dengan tantangan yang jauh berbeda.

Dari Kongres menuju Muktamar. Dari zaman kolonial menuju Indonesia merdeka. Dari perjuangan menghadapi keterbelakangan menuju perjuangan menghadapi kompleksitas zaman.

Dan hari ini, bahkan sebelum Muktamar itu tiba, gebyar dan syiarnya sudah mulai dinyalakan. Semoga nyala itu bukan sekadar kemeriahan, tetapi menjadi cahaya yang menerangi gagasan, menguatkan kaderisasi, memperluas dakwah dan menambah manfaat Muhammadiyah bagi masyarakat.

 

Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya

Maka menyambut Muktamar ke-49 bukan berarti kita hanya menghitung hari menuju November 2027. Kita sedang menyiapkan sebuah momentum sejarah. Momentum untuk mendakwahkan Islam berkemajuan, memperkuat gerakan pencerahan, mencerdaskan bangsa dan menghadirkan Muhammadiyah yang semakin bermanfaat bagi umat, bangsa dan kemanusiaan semesta.

Muktamar masih setahun lagi, tetapi semangatnya sudah dimulai hari ini. Semoga dari Sumatera Utara lahir bukan hanya Muktamar yang sukses, tetapi juga gagasan-gagasan besar untuk Indonesia yang maju, berkeadaban dan tercerahkan.

Selamat datang Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Sumatera Utara menyambut. Sejarah menyaksikan. Masa depan menanti. Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya. (*)

Tags: Cerdas Bangsa Semesta BercahayaKongres ke-28 Medan 1939Muktamar 49Muktamar 49 Muhammadiyah Aisyiyah
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Pelantikan PW IPM Sumut Periode 2026–2028, Rektor UMSU Ajak Kader Sukseskan Muktamar 49 Muhammadiyah
'Aisyiyah

Pelantikan PW IPM Sumut Periode 2026–2028, Rektor UMSU Ajak Kader Sukseskan Muktamar 49 Muhammadiyah

by Mujaddid
12 Oktober 2026
57
Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah: Merawat Kebersamaan, Menjaga Ruh Islam Berkemajuan
'Aisyiyah

Marhaban Muktamar 49 dan Tantangan Tata Kelola Lingkungan

by Mujaddid
2 Oktober 2026
61
Persiapkan Muktamar 49 Muhammadiyah & Aisyiyah, Panitia Daerah Gelar Konsolidasi
'Aisyiyah

Persiapkan Muktamar 49 Muhammadiyah & Aisyiyah, Panitia Daerah Gelar Konsolidasi

by Mujaddid
30 September 2026
63
Jurnalistik Berkemajuan Menyambut Muktamar 49
'Aisyiyah

Jurnalistik Berkemajuan Menyambut Muktamar 49

by Mujaddid
25 September 2026
84
Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah: Merawat Kebersamaan, Menjaga Ruh Islam Berkemajuan
'Aisyiyah

Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah: Merawat Kebersamaan, Menjaga Ruh Islam Berkemajuan

by Mujaddid
18 September 2026
67
UMSU Bangga Jadi Tuan Rumah Pengukuhan Raja Muda Perlis sebagai Canselor UMAM
Internasional

UMSU Bangga Jadi Tuan Rumah Pengukuhan Raja Muda Perlis sebagai Canselor UMAM

by Mujaddid
14 September 2026
63
PT KIM Siap Dukung Sukses Muktamar 49 Muhammadiyah 2027
Daerah

PT KIM Siap Dukung Sukses Muktamar 49 Muhammadiyah 2027

by Mujaddid
12 September 2026
70
Perkuat Tim Liputan Muktamar 49, MPI PWM dan PW IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda
Daerah

Perkuat Tim Liputan Muktamar 49, MPI PWM dan PW IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda

by Mujaddid
4 September 2026
58
Bingkisan Usaha Kecil, Semangat Besar: UMKM Serdang Bedagai Menyambut Muktamar 49
Daerah

Bingkisan Usaha Kecil, Semangat Besar: UMKM Serdang Bedagai Menyambut Muktamar 49

by Mujaddid
31 Agustus 2026
66
Enam PDM Penyangga Mulai Satukan Langkah Sambut Muktamar 49 Muhammadiyah-Aisyiyah
'Aisyiyah

Enam PDM Penyangga Mulai Satukan Langkah Sambut Muktamar 49 Muhammadiyah-Aisyiyah

by Mujaddid
30 Agustus 2026
103

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?
  • Jadi Role Model SMP Unggulan, Muhammadiyah Rawamangun Studi Tiru ke SMP UMP
  • Rislah Islam Kesemestaan
  • Perkuat Keterampilan Praktik 516 Mahasiswa, Laboratorium Hukum FH UMSU Bekali Puluhan Asisten
  • UMSU Vibes
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?
Daerah

Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?

Rislah Islam Kesemestaan
'Aisyiyah

Rislah Islam Kesemestaan

UMSU Vibes
Muhammadiyah

UMSU Vibes

Jangan Polos Memandang Politik
Nasional

Jangan Polos Memandang Politik

Muhammadiyah sebagai Kekuatan Ekonomi Strategis Bangsa: Dari Jasa Kemerdekaan menuju Kedaulatan Hulu-Hilir
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah sebagai Kekuatan Ekonomi Strategis Bangsa: Dari Jasa Kemerdekaan menuju Kedaulatan Hulu-Hilir

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
Jufri Daily

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.