Oleh: Affan Al Quddus, S.Sos. M.Si
Islam Berkemajuan tidak cukup hanya menjadi jargon muktamar. Ia harus menjelma dalam amal nyata. Dan yang mewujudkannya di lapangan adalah alumni Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Puluhan PTM telah melahirkan ratusan ribu alumni. Mereka kini ada di desa, di kota, di kantor pemerintahan, di perusahaan, di berbagai profesi, usaha, dan wirausaha.
Mereka inilah garda terdepan yang membawa panji Muhammadiyah ke tengah masyarakat.
Di sekeliling kita ada yang jadi guru, ada dosen, ada dokter dan perawat.
Alumni juga menjadi kontributor utama dalam pengembangan kaderisasi di Daerah, Cabang, Ranting, dan Ortom.
Banyak di antara alumni PTM yang membawa ilmu dari kampus lalu mengamalkannya di pusat pencernaan masyarakat, majelis taklim dan kegiatan sosial.
Terutama di daerah tertinggal di pelosok negeri, alumni adalah harapan. Mereka adalah andalan utama Islam Berkemajuan yang berani tampil mengabdi di tempat yang paling membutuhkan.
Alumni Adalah Duta Islam Berkemajuan di Ranah Publik.
Mereka kini ada di DPR, Pemda, BUMN, kampus negeri, perusahaan, dan dunia usaha.
Mereka membawa nilai: amanah, disiplin, kerja cerdas, dan moderat.
Kehadiran mereka membuktikan bahwa Muhammadiyah tidak hanya kuat di internal, tapi juga memberi kontribusi besar untuk bangsa dan negara.
Hari ini dan kedepan kita dihadapkan pada tantangan global: disrupsi teknologi, krisis iklim, radikalisme, sekularisme, dan melemahnya karakter generasi.
Di titik inilah aktualisasi Islam Berkemajuan diuji. Alumni PTM dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara spiritual dan adaptif secara sosial.
Alumni harus hadir sebagai solusi: melahirkan inovasi di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi syariah, dan dakwah digital.
Jangan sampai Muhammadiyah hanya menjadi penonton. Alumni lah yang harus menjadi nahkoda, membawa Islam Berkemajuan menjawab problem umat dan bangsa di abad 21.
Jalin Sinergi PTM dan Muhammadiyah Untuk Rangkul Alumni
Namun ada pekerjaan rumah. Setelah wisuda, banyak alumni yang putus komunikasi dengan PTM dan persyarikatan Muhammadiyah. Ketika ikatan melemah maka niscaya semangat mengabdi memudar.
Agar alumni tetap menjadi garda terdepan pemberdayaan misi persyarikatan Muhammadiyah di tengah masyarakat, maka Universitas dan Muhammadiyah harus bersinergi. Ada 3 hal yang harus dikuatkan:
1. Perkuat Ikatan Alumni PTM
IKA atau Forum Komunikasi Alumni PTM harus bergerak, bukan hanya reuni. Buat program “Alumni Mengabdi”. Buat database alumni untuk disalurkan ke AUM yang kekurangan SDM. Khusus untuk daerah tertinggal di pelosok negeri, kirim alumni sebagai “Guru dan Tenaga Kesehatan Mengabdi”.
2. PTM Wajib Cetak Lulusan “Siap Pakai dan Siap Mengabdi”
Selain akademik, tanamkan ruh Muhammadiyah. Kebangkan Prodi yang dibutuhkan umat: Keguruan, Kesehatan, Pertanian, Teknologi Tepat Guna yang berorientasi dakwah. Beri beasiswa khusus untuk putra-putri daerah tertinggal dengan ikatan pulang membangun daerah.
3. Bangun Koneksitas dan Sinergi Universitas dan Muhammadiyah
Rektor dan Pimpinan Wilayah/Pusat harus duduk satu meja. PTM fokus mencetak SDM, Muhammadiyah fokus menyiapkan ladang pengabdian.
Buat MoU penempatan alumni. Libatkan alumni dalam program PWM, PDM, PCM dan PRt. Jadikan mereka pengurus, trainer, dan penggerak misi luhur Muhammadiyah dengan visi Islam Berkemajuan.
Jangan sampai universitas hanya meluluskan, dan Muhammadiyah hanya membutuhkan. Harus ada jembatan yang kuat.
Penutup: Masa Depan Muhammadiyah Ada di Tangan Alumni
20 tahun ke depan, wajah Muhammadiyah ditentukan oleh alumni hari ini. Jika alumni PTM kembali ke kampung halaman, membangun sekolah, klinik, dan memimpin umat, maka Islam Berkemajuan akan dirasakan nyata oleh masyarakat. Jika tidak, maka kita hanya akan menjadi organisasi besar di atas kertas.
Wahai para alumni. Almamater menantimu. Umat menantimu. Persyarikatan menantimu.
Jangan hanya bangga dengan ijazah. Buktikan dengan pengabdian.
Karena alumni bukan sekadar lulusan. Alumni adalah gerakan peradaban Islam, nusa dan bangsa. (*)
Penulis: Pemerhati Kebijakan Publik & Pemberdayaan Masyarakat

















