No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Stop Ekstraksi Modal! Saatnya Bank Wajib Pihaki Ekonomi Daerah

31 Agustus 2026
in Daerah, Nasional, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Gambar ilustratif

Gambar ilustratif

Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Affan Al Quddus, S.Sos. M.Si

 

Pembangunan daerah hari ini seperti menimba air dengan ember bocor. Di satu sisi APBD dan tabungan masyarakat terus naik. Di sisi lain, kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan tidak kunjung turun.

Di mana bocornya? Jawabannya ada di sistem perbankan kita.

BACA JUGA

Dosen FISIP UMSU jadi Pembicara “Jurnalistik Go To School” di SMA Negeri 13 Medan

FKIP UMSU Gelar Pelepasan PLP dan KKN Internasional

Tingkatkan Ketahanan Pangan, LazisMu Sumut Distribusikan Hewan Kurban Ke 11 Daerah Terpecil

BikersMu Chapter Surabaya Warnai Milad ke-113 Muhammadiyah

Farid Wajdi Diamanahi Sebagai Koordinator Tim Hukum Binjai BerDoa

Zulfahmi Alwi Dorong Muballigh Muhammadiyah Perkuat Dakwah Berlandas Manhaj Tarjih

 

Data Mengungkap: Dana Daerah Dihimpun, Tapi Diputar di Luar

Berdasarkan data BPS Sumatera Utara 2024, total Dana Pihak Ketiga / DPK yang dihimpun bank umum dan BPD di Sumut mencapai Rp 234,5 Triliun. Angka yang sangat besar.

Namun ironisnya, menurut Statistik Perbankan Indonesia OJK Desember 2023, rasio Loan to Deposit Ratio / LDR Sumut hanya 78,3%. Artinya dari setiap Rp 100 dana masyarakat yang ditabung di bank Sumut, hanya Rp 78 yang dipinjamkan kembali di Sumut. Sisanya Rp 22 lari keluar daerah.

Kondisi serupa terjadi di Aceh. BPS Aceh 2024 mencatat pertumbuhan DPK 11,2% YoY. Tapi investasi PMDN di sektor industri pengolahan justru stagnan.

Ke mana larinya? Jawabannya: ke proyek-proyek besar di Jawa, ke surat berharga, dan ke pembiayaan korporasi nasional. Ini yang kita sebut “ekstraksi modal daerah”.

Realitas di lapangan menunjukkan skim kredit yang digulirkan bank di daerah hanya mentok di tataran mikro kecil. Plafon Rp 5 – 50 juta untuk warung, bengkel, dan UMKM.

Kita pro UMKM. Tapi pembangunan daerah tidak akan maju jika hanya mengandalkan kredit mikro.

Untuk membangun pabrik pengolahan sawit, cold storage perikanan, atau industri kopi butuh modal Rp 10 Miliar – Rp 100 Miliar. Pelaku usaha skala menengah dan besar di daerah hari ini mati kutu karena tidak ada bank yang berani membiayai.

Akibatnya, bahan baku unggulan daerah seperti CPO, kopi, dan ikan tetap dijual mentah dengan harga murah. Nilai tambahnya dinikmati oleh pabrik dan brand di luar daerah. Daerah hanya jadi pemasok bahan baku dan pasar.

Sudah saatnya pemerintah pusat, OJK, dan pemerintah daerah melakukan proteksi dan pengawasan ketat.
Langkah urgen yang harus dilakukan, yakni; Kebijakan LDR Daerah Wajib. OJK harus mewajibkan setiap bank yang beroperasi di suatu kabupaten/kota untuk menyalurkan minimal 70% dari DPK yang dihimpunnya kembali ke daerah tersebut.

Ini bukan melanggar prinsip bisnis. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial bank atas dana masyarakat daerah. Kemudian Transformasi BPD menjadi “Bank Pembangunan Daerah”.

Stop menjadikan BPD sebagai bank konsumtif. Fokuskan BPD untuk membiayai proyek-proyek strategis daerah: infrastruktur hulu, Koperasi besar, dan industri pengolahan milik daerah. Selanjutnya, Insentif Pajak dan Perda.

Pemerintah Daerah berikan insentif pajak bagi bank yang mencapai target LDR Daerah. Dan berikan sanksi bagi bank yang hanya jadi “kantor penghimpun dana”.

Ironisnya, semangat otonomi daerah yang seharusnya menjadi wujud percepatan peningkatan ekonomi daerah dan kesejahteraan, hari ini hanya tinggal utopia semata.

Bagaimana mungkin daerah bisa maju dan sejahtera jika “mesin uangnya” sendiri tidak berpihak? Bagaimana mungkin kepala daerah bisa membangun jika modal rakyatnya terus diekstraksi oleh sistem perbankan yang sentralistik?

Otonomi tanpa kendali atas sumber pembiayaan adalah otonomi yang buntung. Kita diberi kewenangan mengatur, tapi tidak diberi alat untuk membangun. Selama praktik pelarian modal ini dibiarkan maka daerah tidak akan memiliki daya dukung yang cukup untuk mewujudkan peningkatan kemajuan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Penutup: Kemajuan Daerah Dimulai dari Mengunci Modal di Rumah Sendiri

Kita tidak akan pernah bicara kemajuan daerah, lapangan kerja baru, dan penurunan kemiskinan jika modal kita terus-menerus dilarikan keluar.
Dana Rp 234 Triliun di Sumut itu cukup untuk membangun 20 pabrik besar. Dana itu cukup untuk memutus rantai tengkulak. Dana itu cukup untuk membuat anak-anak daerah tidak perlu lagi merantau.
Maka tuntutan kita jelas: Bank beroperasi di Daerah, Wajib Biayai Ekonomi Daerah.

Jika tidak, maka jargon “membangun dari desa” dan “Indonesia Sentris” hanya akan jadi slogan di atas kertas.(*)

 

Tags: Affan Al-QuddusEkonomi DaerahEkstraksi Modal
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

by Mujaddid
8 September 2026
30
Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM
Daerah

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM

by Mujaddid
2 September 2026
49
Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah
Daerah

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah

by Mujaddid
31 Agustus 2026
18
Ekonomi Umat Tanpa Dominasi Hulu Tak Berdaulat
Islam

Ekonomi Umat Tanpa Dominasi Hulu Tak Berdaulat

by Mujaddid
29 Agustus 2026
33

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Kampus Berdampak, Prodi Biokewirausahaan UMJT Gelorakan Literasi Numerasi di SMAN Mejayan Madiun
  • UMSU Melejit
  • Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
  • Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
  • Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.