Oleh: Jufri
Ketua PDM Kota Tebing Tinggi
Selesai menunaikan Sholat Jum’at, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke telepon genggam saya. Sahabat kami, Kombes Pol. Dr. Bayu Wicaksono, Direktur Siber Polda Sumatera Utara, ternyata sedang berada di Tapanuli Tengah. Beliau mengirimkan sebuah foto bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tapanuli Tengah, Bapak Yusri, di Masjid Taqwa Muhammadiyah Pandan.
Karena penasaran, saya pun bertanya melalui pesan singkat.
“Ada bahas soal bencana, Mas?”
Beliau menjawab singkat: “Soliditas dan Muktamar, Bang. Kerja sama dengan Polri.”
Saya kembali memastikan apakah foto itu memang diambil hari itu di Masjid Taqwa Muhammadiyah Pandan. Beliau menjawab, “Iya, betul.”
Lalu saya menuliskan sebuah kalimat yang muncul begitu saja dari hati, “Baru kali ini perwira Polda ke mana pun pasti jumpa pimpinan Muhammadiyah.”
Beliau membalas, “Alhamdulillah, Bang.”
Dari jawaban-jawaban singkat itu, saya menangkap satu pesan yang sangat penting. Mas Bayu mengatakan bahwa Polri terus membangun soliditas dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Tentu saja Muhammadiyah menjadi salah satu mitra strategis yang selama ini dekat dengannya. Bahkan, dengan penuh kehangatan beliau mengatakan bahwa Muhammadiyah sudah beliau anggap sebagai rumahnya sendiri. Ungkapan sederhana itu terasa begitu dalam. Sebab, seseorang hanya akan menyebut sebuah tempat sebagai rumah apabila di sana ia merasakan kehangatan, persaudaraan, dan ketulusan.
Saya pun menitipkan salam kepada keluarga besar Muhammadiyah di Tapanuli Tengah. Beliau mengatakan bahwa salam itu akan disampaikan. Hanya saja, beliau tidak sempat singgah untuk bertemu dengan jajaran PDM Sibolga karena harus segera kembali ke Medan.
Percakapan itu memang sederhana. Namun, dari percakapan singkat tersebut tersimpan sebuah makna yang jauh lebih besar.
Muhammadiyah memang bukan sekadar organisasi yang memiliki sekolah, kampus, rumah sakit, atau masjid. Muhammadiyah adalah gerakan dakwah yang menghadirkan keluarga besar hingga ke cabang dan ranting. Di mana pun seseorang berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia, hampir selalu ada sahabat dan saudara yang siap menyambut dengan penuh kehangatan.
Inilah kekuatan yang dibangun selama lebih dari satu abad. Kekuatan yang lahir bukan karena kekuasaan ataupun kekayaan, melainkan karena keikhlasan para kader yang terus merawat persyarikatan dari generasi ke generasi.
Menjelang Muktamar 49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sumatera Utara, soliditas menjadi modal yang sangat penting. Muktamar bukan hanya agenda lima tahunan, tetapi juga momentum untuk memperlihatkan wajah Islam Berkemajuan yang mengedepankan persaudaraan, kolaborasi, serta kemanfaatan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Polri, merupakan sesuatu yang sangat wajar. Muhammadiyah sejak awal berdirinya hadir untuk membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai, cerdas, dan berkemajuan. Karena itu, sinergi dengan seluruh elemen bangsa merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan kemaslahatan.
Saya merasa bersyukur melihat komunikasi yang hangat antara para pimpinan Muhammadiyah di daerah dengan berbagai unsur pemerintah dan aparat. Hubungan seperti ini bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi menjadi jembatan untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, bangsa ini membutuhkan lebih banyak ruang dialog daripada ruang konflik, lebih banyak kolaborasi daripada saling mencurigai, dan lebih banyak silaturahmi daripada sekadar bertukar kepentingan.
Barangkali inilah makna soliditas yang sesungguhnya. Bukan sekadar kuat di dalam organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan rasa memiliki. Ketika sebuah organisasi tidak hanya menjadi tempat berjuang, tetapi juga menjadi rumah yang selalu dirindukan untuk kembali.
Semoga setiap langkah yang dilakukan untuk memperkuat persaudaraan, menjaga soliditas organisasi, serta membangun kolaborasi demi kemaslahatan umat dan bangsa benar-benar menjadi amal saleh yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT. (*)
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

















