No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Sinergi MPKSDI, Lazismu, dan GKBI, 356 Kader Muhammadiyah Terima Beasiswa 2026

21 Agustus 2026
in 'Aisyiyah, Muhammadiyah, Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~Yogyakarta || Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama LAZISMU Pusat dan PT Gabungan Korporasi Batik Indonesia (GKBI) Investment kembali memperkuat komitmen dalam mendukung keberlanjutan kaderisasi melalui program Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Persyarikatan terhadap pendidikan kader sekaligus upaya menyiapkan generasi penerus yang memiliki kapasitas akademik, integritas, kompetensi, dan komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Pentasyarufan Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026 berlangsung di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Yogyakarta, Kamis (20/8). Pada tahun ini, sebanyak 356 kader Muhammadiyah menerima beasiswa dengan total nilai mencapai Rp3 miliar.

Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, mengatakan pemberian beasiswa merupakan bagian dari proses pembinaan kader yang dilakukan secara terencana. Menurutnya, penerima beasiswa dipilih melalui proses seleksi dan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan kebutuhan pembinaan serta potensi masing-masing kader.

Ia menegaskan, beasiswa tidak diberikan berdasarkan kedekatan personal, melainkan sebagai bagian dari ikhtiar Persyarikatan dalam mendukung kader yang memiliki kemampuan, talenta, dan kebutuhan untuk mendapatkan dukungan pendidikan.

“Beasiswa kader ini adalah sebuah keniscayaan. Kami membina kader bukan hanya dari segi ideologi, tapi juga memperhatikan mereka yang memiliki kemampuan atau talenta yang kemudian kami beri beasiswa,” ujar Bachtiar, yang akrab disapa Gus Bach.

Sekretaris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut menjelaskan bahwa proses kaderisasi tidak dapat hanya dilakukan melalui aktivitas organisasi. Pendidikan juga menjadi aspek penting yang harus diperhatikan agar kader memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

“Setiap kader perlu diperhatikan secara langsung untuk kesuksesan studinya,” tegasnya.

Menurut Gus Bach, keberadaan kader berkualitas menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan Persyarikatan. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern membutuhkan kader yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman sekaligus tetap memiliki pijakan nilai dan ideologi yang kuat.

Karena itu, MPKSDI terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat dukungan terhadap pendidikan kader. Sinergi bersama PT GKBI Investment dan LAZISMU menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut.

Ia menilai, peningkatan kualitas pendidikan pada akhirnya akan berkontribusi terhadap kualitas kader yang dihasilkan. Oleh sebab itu, program pentasyarufan beasiswa akan terus diupayakan agar dapat menjangkau kader Muhammadiyah di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini adalah program majelis kader untuk menyapa, memperhatikan, dan bentuk cinta kepada para kader. Agar ikatan ini terus terjaga,” ungkapnya.

Gus Bach juga berpesan kepada para penerima beasiswa agar tidak melihat program tersebut hanya dari sisi nominal bantuan yang diterima. Lebih dari itu, beasiswa merupakan simbol perhatian dan kepedulian Persyarikatan terhadap proses pendidikan serta masa depan para kader.

“Saya berpesan kepada para kader yang menerima beasiswa, jangan lihat besaran nominalnya, tapi lihatlah besarnya perhatian Muhammadiyah kepada kalian semua,” pesannya.

BACA JUGA

Tampilkan 101 Film dari 21 Festival, Kineidoscope 2023 Resmi Dibuka

Sebulan Jalani Masa ‘Madatukar’, Pelajar SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban Dilantik Jadi Taruna-Taruni

Jalin Kerjasama dengan MQA Malaysia, Haedar Nashir: Semoga Mampu Memobilisasi Potensi UMSU untuk Go Internasional

Asal Genteng Kodok Sokka Kebumen

Kondisi Bangsa Masih Dhuafa, Amien Rais: Kalau Soekarno-Hatta Masih Hidup Akan Marah

UMSU Raih Penghargaan di Ajang Anugerah Merdeka Belajar 2023

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menekankan bahwa kaderisasi Muhammadiyah harus berlangsung secara berkesinambungan. Kader yang dipersiapkan tidak hanya dituntut memiliki prestasi akademik, tetapi juga harus mempunyai kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia mengapresiasi program beasiswa yang digagas MPKSDI karena dinilai tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi penerima, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan Persyarikatan.

“Beasiswa ini tentunya bukan sekadar hak, tetapi juga sebuah amanah yang besar. Bagi Muhammadiyah, ini adalah investasi yang luar biasa untuk mempersiapkan kader-kader yang unggul dan berkualitas,” kata Salmah.

Salmah mengingatkan bahwa para penerima beasiswa memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Pengembangan kapasitas tersebut tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik, tetapi harus diwujudkan dalam kontribusi nyata di tengah masyarakat dan kehidupan Persyarikatan.

Menurutnya, setidaknya terdapat empat kompetensi utama yang perlu dikembangkan oleh kader Muhammadiyah, yakni kompetensi pendidikan, keagamaan, kemasyarakatan, dan kepemimpinan.

“Para kader harus mampu menguasai bidang studinya secara total dan tidak setengah-setengah. Hal ini karena kader Muhammadiyah harus hadir di masyarakat, mendampingi masyarakat, dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Salmah juga mengingatkan kembali pesan KH Ahmad Dahlan mengenai pentingnya mengembalikan ilmu dan keahlian yang diperoleh untuk kepentingan Persyarikatan.

“Jadilah guru, tapi kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah,” tuturnya.

Pesan tersebut, lanjut Salmah, mengandung makna bahwa keberhasilan kader tidak semata-mata diukur dari pencapaian pendidikan maupun kesuksesan profesi. Ilmu, keahlian, dan pengalaman yang diperoleh harus mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat serta memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah.

Selain kompetensi, Salmah menekankan pentingnya integritas dan karakter kepemimpinan dalam diri setiap kader. Nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah ﷺ yang tercermin dalam sifat siddiq, tabligh, amanah, dan fatonah (STAF) harus menjadi landasan dalam menjalankan pengabdian.

“Minimal harus paham STAF, yaitu siddiq, tabligh, amanah, dan fatonah. Dengan itulah kami berharap dakwah Persyarikatan akan terus mencerahkan. Tingkatkan integritas, karena dengan integritas yang tinggi, Persyarikatan Muhammadiyah akan terus dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Program Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026 dengan demikian tidak hanya dimaknai sebagai bantuan untuk meringankan biaya pendidikan. Program tersebut menjadi bagian dari strategi kaderisasi Muhammadiyah dalam membangun sumber daya insani yang unggul, berintegritas, memiliki kompetensi, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Sinergi antara MPKSDI, LAZISMU, dan PT GKBI Investment diharapkan dapat terus berkembang sehingga dukungan terhadap pendidikan kader semakin luas. Para penerima beasiswa pun diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memaksimalkan potensi, menyelesaikan pendidikan dengan baik, serta mengabdikan ilmu dan keahliannya bagi masyarakat dan Persyarikatan.

Dengan lahirnya kader-kader yang berilmu, berintegritas, memiliki kemampuan kepemimpinan, dan siap mengabdikan kompetensinya, Muhammadiyah diharapkan semakin kuat dalam melanjutkan amal usaha, dakwah, serta estafet perjuangan Persyarikatan di masa mendatang. (*)

[Tim Media MPKSDI PP Muh]

Tags: AisyiyahGKBILazismuMPKSDIPT Gabungan Korporasi Batik Indonesia
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

50 Petugas LazisMu Sumut akan Ikuti Program Akademi Jurnalistik Filantropi
LazisMu

50 Petugas LazisMu Sumut akan Ikuti Program Akademi Jurnalistik Filantropi

by Mujaddid
7 September 2026
4
Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT
Daerah

Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT

by Mujaddid
5 September 2026
4
Lazismu Himpun Dana Bantuan Rp 6 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Daerah

Lazismu Himpun Dana Bantuan Rp 6 Miliar untuk Korban Gempa NTT

by Mujaddid
5 September 2026
6
Aisyiyah, LATIN, Eco Bhinneka Muhammadiyah Inisiasi Hutan Wakaf SITI KANAYA di Jatim
'Aisyiyah

Aisyiyah, LATIN, Eco Bhinneka Muhammadiyah Inisiasi Hutan Wakaf SITI KANAYA di Jatim

by Mujaddid
2 September 2026
3
Mantapkan Program Indonesia Siaga, RS Lapangan EMT Standar WHO Hadir Layani Kesehatan Pascagempa
LazisMu

Mantapkan Program Indonesia Siaga, RS Lapangan EMT Standar WHO Hadir Layani Kesehatan Pascagempa

by Mujaddid
31 Agustus 2026
5
Lazismu Kabupaten Cirebon Salurkan Rp100 Juta Program Beasiswa Mentari Kado Kemerdekaan Anak Bangsa
Daerah

Lazismu Kabupaten Cirebon Salurkan Rp100 Juta Program Beasiswa Mentari Kado Kemerdekaan Anak Bangsa

by Mujaddid
27 Agustus 2026
9
Aplikasi MASA Buka Fitur Donasi Digital untuk Korban Gempa Flores NTT
LabMu

Aplikasi MASA Buka Fitur Donasi Digital untuk Korban Gempa Flores NTT

by Mujaddid
24 Agustus 2026
20
Sambut Puncak Milad ke-24, Lazismu Catat Rekor Penghimpunan Rp792 Miliar
LazisMu

Sambut Puncak Milad ke-24, Lazismu Catat Rekor Penghimpunan Rp792 Miliar

by Mujaddid
28 Juli 2026
19
Barry Adhitya Resmi Dilantik sebagai Direktur Utama Lazismu Pusat Bertepatan dengan Milad Lazismu ke-24
Daerah

Barry Adhitya Resmi Dilantik sebagai Direktur Utama Lazismu Pusat Bertepatan dengan Milad Lazismu ke-24

by Mujaddid
3 Juli 2026
7
Muhammadiyah Mulai Kelola Transaksi Kurban melalui Sistem Digital
LabMu

Muhammadiyah Mulai Kelola Transaksi Kurban melalui Sistem Digital

by Mujaddid
15 Juni 2026
36

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Kampus Berdampak, Prodi Biokewirausahaan UMJT Gelorakan Literasi Numerasi di SMAN Mejayan Madiun
  • UMSU Melejit
  • Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
  • Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
  • Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.