Oleh: Jufri
Ketua PDM Kota Tebing Tinggi
Saya turut berbahagia dan bangga sebab akhirnya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, berkunjung ke Kabupaten Simeulue, Aceh. Pada Selasa 25 Agustus 2026 .
Kunjungan yang semula direncanakan berlangsung selama dua hari, akhirnya hanya dapat terlaksana satu hari, itu pun waktunya sekitar empat jam. Jadwal Menteri yang padat, ditambah luasnya wilayah Indonesia yang harus dijangkau, tentu menjadi alasan yang paling masuk akal. Tetapi Alhamdulillah, masyarakat dan warga Muhammadiyah Simeulue tetap dapat menyaksikan langsung kehadiran Kiai Menteri sekaligus mendapatkan pencerahan dalam kunjungan yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bagi saya, kehadiran Kiai Menteri di Simeulue bukan sekadar kunjungan seorang pejabat negara. Ada kebahagiaan tersendiri karena seorang tokoh Muhammadiyah yang mendapat amanah sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dapat hadir di daerah kepulauan seperti Simeulue. Kehadiran itu membawa pesan bahwa pendidikan, dakwah dan pengabdian harus menjangkau seluruh penjuru negeri.
Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI bersama rombongan di Bandara Lasikin Sinabang disambut langsung oleh Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, beserta jajaran. Dari unsur Muhammadiyah turut hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, Abdul Malik Musa, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Simeulue, Fauzan, serta seluruh pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah.
Turut menyambut pula Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Aceh, Ketua Dikdasmen dan PNF PW Pemuda Muhammadiyah Aceh, Ketua Forum Guru Muhammadiyah Aceh, Kepala BPMP Aceh, Kepala BGTK Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Dandim Simeulue, Danlanal Simeulue, Kapolres Simeulue, Kajari Simeulue serta jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait.
Suasana penyambutan di Bandara Lasikin terasa istimewa. Pemerintah daerah, jajaran Forkopimda, unsur pendidikan dan keluarga besar Muhammadiyah hadir bersama menyambut sosok yang memegang dua amanah sekaligus: sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Sebelum menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti telah dikenal luas sebagai mubaligh yang komunikatif. Gaya ceramahnya ringan, diselingi humor yang edukatif dan informatif, sehingga pesan-pesan yang disampaikan mudah diterima berbagai kalangan.
Karena itu, ketika kunjungan kerja tersebut dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Khalilullah, suasananya menjadi semakin bermakna. Agenda pendidikan dan pemerintahan bertemu dengan dakwah dan silaturahmi. Kiai Menteri tidak hanya hadir sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai mubaligh yang memberikan pencerahan kepada masyarakat.
Kunjungan yang singkat itu ternyata memiliki agenda yang cukup padat. Setelah tiba melalui pesawat TNI yang dicarter khusus sekitar pukul 09.00 WIB, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah langsung menuju SMK Negeri 1. Di sana dilakukan pertemuan terkait revitalisasi satuan pendidikan serta sejumlah agenda pendidikan lainnya.
Dari SMK Negeri 1, perjalanan dilanjutkan ke Masjid Muhammadiyah untuk mengikuti Rapat Koordinasi Wilayah. Bagi warga Muhammadiyah Simeulue, kesempatan bertemu langsung dengan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentu menjadi momentum yang sangat berharga.
Agenda berikutnya adalah peletakan batu pertama pembangunan SD Plus Muhammadiyah. Ini bukan sekadar pembangunan fisik sebuah sekolah. Di baliknya ada ikhtiar Muhammadiyah untuk terus menghadirkan pendidikan yang mencerdaskan, membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat kecintaan kepada bangsa.
Setelah itu, Kiai Menteri menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Khalilullah. Di tempat inilah masyarakat Simeulue mendapatkan kesempatan mendengarkan langsung tausiyah dari seorang menteri yang juga dikenal sebagai kiai dan mubaligh.
Dari sana, agenda berlanjut dengan kunjungan ke SMP Negeri 7 dan SMP Negeri 4 Sinabang. Fokusnya antara lain meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), kondisi bangku sekolah serta revitalisasi dua ruang belajar.
Menariknya, kunjungan ini memperlihatkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya dibicarakan dari balik meja. Kebijakan pendidikan harus dilihat langsung pelaksanaannya di lapangan, termasuk bagaimana kondisi sekolah, kebutuhan peserta didik dan berbagai program pemerintah dirasakan di daerah.
Waktu empat jam memang sangat singkat. Tetapi sebuah kunjungan tidak selalu diukur dari panjangnya waktu. Yang lebih penting adalah pesan, kesan dan semangat yang ditinggalkan.
Bagi masyarakat Simeulue, kedatangan Kiai Menteri tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Bagi warga Muhammadiyah, kehadiran Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah di tengah-tengah mereka menjadi energi dan motivasi untuk terus menghidupkan dakwah dan amal usaha di daerah.
Simeulue mungkin berada jauh dari pusat pemerintahan. Namun kunjungan ini mengingatkan kita bahwa Indonesia tidak boleh dibangun hanya dari pusat. Pendidikan harus hadir sampai ke pelosok, kebijakan harus menyentuh daerah, dakwah harus mencerahkan masyarakat, dan pengabdian harus dirasakan oleh seluruh anak bangsa.
Alhamdulillah, meskipun hanya sekitar empat jam, Simeulue telah menyambut Kiai Menteri. Empat jam yang singkat, tetapi mudah-mudahan meninggalkan semangat yang panjang: semangat untuk terus mencerdaskan, mencerahkan dan memajukan Indonesia dari mana pun kita berada. (*)

















