Oleh : Marta Pujiono
Mahasiswa Pascasarjana Bimbingan dan Konseling UAD Yogyakarta
Muktamar Tapak Suci Putera Muhammadiyah ke XVI bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan sebuah manifestasi dari komitmen luhur dalam merawat tradisi bela diri yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Sebagai organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah yang didirikan pada 13 Juli 1963 (10 Rabiul Awwal 1383 H), Tapak Suci telah membuktikan dirinya sebagai pilar penting dalam menunjang Prestasi Pencak Silat Tingkat Nasional maupun Internasional.
Kesuksesan Tapak Suci dalam menjaga napas demokrasi tercermin dari kemampuannya mengelola dinamika internal secara sehat. organisasi ini terus melakukan pemantapan struktural secara nasional untuk memastikan keberlanjutan estafet kepemimpinan. Melalui forum tertinggi seperti Muktamar, Tapak Suci menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan yang transparan dan sistematis ,kolektif kolegial dalam mengambil sebuah Keputusan adalah kunci untuk membesarkan Perguruan menjadi Perguruan yang diterima oleh kalangan Masyarakat Dunia . Hal ini sejalan dengan misi organisasi untuk mempertinggi ketahanan nasional melalui pengamalan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dalam wadah yang terorganisir.
Aspek kedua yang menjadi ruh dalam setiap Muktamar adalah penguatan ikatan persaudaraan (ukhuwah). Tapak Suci tidak hanya mendidik ketangkasan fisik, tetapi juga bertujuan memperteguh iman, memperkuat ibadah, dan mempertinggi akhlaq mulia sesuai ajaran Islam. Muktamar menjadi momentum strategis bagi Pengurus PIMDA, PIMWIL, PERWIL mempererat ukhuwah, membangun silaturahmi, serta menyatukan gagasan. Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah permusyawaratan organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi, menyusun arah dan program perjuangan ke depan, serta menentukan kepemimpinan secara demokratis demi memperkuat eksistensi dan kemajuan Tapak Suci di masa yang akan datang.
Di era modern, Tapak Suci tidak lagi hanya berbicara pada level Nasional, melainkan telah siap menatap dunia. Pencak Silat kini telah diakui secara resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda dan mendapatkan pengakuan internasional dari UNESCO. Tapak Suci, sebagai salah satu aliran Perguruan Pencak Silat yang besar, memiliki peran strategis dalam diplomasi budaya dan pertukaran budaya internasional hingga perwakilan Wilayah Tapak Suci ada di Luar Negri
Penerimaan Pencak silat sebagai olahraga bela diri internasional membuka peluang bagi Tapak Suci untuk terus berkontribusi dalam ajang kelas dunia Dengan identitas yang kuat, yaitu perpaduan antara seni bela diri yang murni dan nilai-nilai Islam yang luhur, Tapak Suci mampu menampilkan citra Indonesia yang beradab dan disiplin tinggi di mata dunia.
Muktamar Tapak Suci adalah momentum penting untuk menegaskan kembali bahwa bela diri bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi soal ketaatan pada agama, kepatuhan pada organisasi, dan kecintaan pada tanah air. Dengan sukses menjaga demokrasi internal, mempererat persaudaraan, dan keberanian menatap dunia, Tapak Suci terus melangkah maju sebagai warisan luhur yang membanggakan bagi umat Islam, bangsa Indonesia dan Dunia
Keberhasilan pelaksanaan Muktamar perlu diapresiasi sebagai hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh panitia penyelenggara. Dengan koordinasi yang solid, tanggung jawab yang tinggi, serta semangat kebersamaan, seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan lancar sesuai dengan ketentuan organisasi. Kesuksesan ini tidak hanya menjadi prestasi bagi panitia, tetapi juga menunjukkan kuatnya semangat persaudaraan, musyawarah, dan komitmen bersama untuk membawa Tapak Suci Putera Muhammadiyah semakin maju dan mendunia (*)
Indralaya,18 Agustus 2026

















