TAJDID.ID~Ogan Ilir 🔳 Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi mengeluarkan Surat Edaran No. 18/EDR/I.0/H/2026 yang menginstruksikan pengalihan seluruh dana infaq Salat Jumat pada 21 Agustus 2026. Bantuan ini dihimpun dari seluruh masjid Muhammadiyah, amal usaha, hingga jaringan persyarikatan untuk membantu korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gerakan solidaritas skala nasional tersebut dikoordinasikan langsung oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) bersama Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB-MDMC).
Aksi kemanusiaan ini meneladani gerakan serupa pada 12, 19, dan 26 Desember 2025 lalu, saat penggalangan infaq Jumat dialokasikan untuk penanganan banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Kala itu, total dana yang terkumpul menembus lebih dari Rp70 miliar. Muhammadiyah berharap aksi penggalangan dana bagi korban gempa NTT kali ini dapat mencapai atau bahkan melampaui capaian tersebut.
Merespons instruksi pusat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ogan Ilir bergerak cepat melakukan sosialisasi intensif sejak siang hingga malam hari. Tim disebar ke pengurus di seluruh tingkatan, unit sekolah, hingga takmir masjid Muhammadiyah se-Kabupaten Ogan Ilir.
“Kami ingin memastikan setiap masjid, sekolah, dan warga persyarikatan memahami bahwa inilah saatnya kita hadir. Infaq Jumat tanggal 21 Agustus sepenuhnya diperuntukkan bagi saudara-saudara kita di NTT yang sedang berduka,” ujar Ketua PDM Ogan Ilir, Sudarta Salman, S.E., M.M., Kamis (20/8).
Mekanisme penghimpunan dana akan dilakukan secara terstruktur melalui Lazismu Daerah Ogan Ilir, dilanjutkan ke Lazismu Sumatera Selatan, hingga bermuara di Lazismu Pusat. Sementara itu, distribusi bantuan di lokasi bencana bakal disalurkan satu pintu melalui MDMC.
“Semoga setiap rupiah yang disalurkan menjadi penolong nyata bagi saudara kita di NTT, dan semoga Allah melipatgandakan pahala kebaikan kita semua,” tambah Sudarta.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris PDM Ogan Ilir, Marta Pujiono, S.Kom.I., menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan wujud nyata komitmen Muhammadiyah yang tidak hanya fokus pada sektor pendidikan dan dakwah, tetapi juga konsisten hadir sebagai kekuatan sosial-kemanusiaan yang responsif dan terstruktur. (*)

















